Kenali 3 Cara Mudah Cegah Gejala Difteri

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali 3 Cara Mudah Cegah Gejala Difteri

Halodoc, Jakarta – Jangan sepelekan gejala kesehatan yang dialami oleh anak khususnya ketika anak mengalami demam, yang disertai sakit tenggorokan dan tubuh yang menjadi lemas. Kondisi ini bisa jadi anak mengalami penyakit difteri.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Difteri Mematikan

Penyakit difteri adalah salah satu penyakit yang disebabkan adanya infeksi bakteri pada hidung dan juga tenggorokan. Tidak ada salahnya untuk ketahui gejala penyakit difteri lebih banyak lagi agar ibu dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit ini!

Inilah Gejala Difteri yang Perlu Dicegah

Penyakit difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh paparan bakteri yang dikenal Corynebacterium diphtheria. Bakteri penyebab difteri mudah menular pada orang lain. Menghirup atau terpapar air liur pengidap difteri dapat menyebabkan penyebaran bakteri penyebab difteri.

Paparan air liur bisa disebabkan karena pengidap difteri melakukan batuk atau bersin. Selain itu, objek atau benda yang terpapar bakteri penyebab difteri juga dapat menyebabkan penyebaran bakteri yang cepat ketika seseorang menyentuh barang yang terkontaminasi.

Tidak hanya anak kecil, penyakit difteri dapat dialami oleh siapa saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami difteri, seperti tinggal di daerah yang padat dan kebersihannya kurang terjaga serta memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Bahayanya, tidak semua pengidap difteri menunjukkan gejala. Padahal, umumnya pengidap difteri mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, suara yang menjadi serak, batuk, pilek, demam, menggigil, lemas, dan muncul benjolan di sekitar leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Biasanya, gejala umum yang dialami disertai gejala lain yang biasanya dialami oleh pengidap difteri, seperti terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan juga amandel pengidap difteri.

Baca juga: Kenapa Difteri Lebih Mudah Menyerang Anak-Anak?

Segera periksakan kondisi kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika gejala yang dialami semakin parah, seperti munculnya gangguan penglihatan, keringat dingin, sesak napas, dan kulit yang pucat atau membiru.

Lakukan Pencegahan Terhadap Penyakit Difteri

Meskipun penularannya yang terbilang mudah, penyakit difteri dapat dihindari dengan melakukan beberapa pencegahan, seperti:

1. Lakukan Vaksinasi

Pencegahan pertama yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit difteri adalah dengan melakukan vaksinasi. Difteri dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT yang dikombinasikan untuk mencegah penyakit tetanus dan batuk rejan. Imunisasi DPT adalah imunisasi yang cukup penting dan dapat diberikan ketika anak berusia 2, 3, 4 dan 18 bulan. Imunisasi DPT dapat diulang ketika anak memasuki usia 5 tahun.

2. Tingkatkan Imunitas Anak

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh anak, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan nutrisi serta gizi anak. Tidak hanya difteri, anak dengan imunitas yang baik lebih sulit untuk mengalami gangguan pada kesehatannya.

3. Hindari Lokasi Wabah Difteri

Sebaiknya hindari lokasi yang menjadi wabah difteri. Cara ini menjadi salah satu cara untuk menghindari penyakit difteri yang mudah menular. Tidak ada salahnya untuk mengatasi penyakit difteri yang kamu alami. Kondisi ini menyebabkan beberapa komplikasi pada kesehatan kamu.

Baca juga: Enggak Cukup Vaksin, Kenali Difteri dan Cara Penularannya

Bakteri penyebab difteri dapat menghasilkan racun yang dapat merusak jaringan hidung dan juga tenggorokan. Racun dapat menyebar melalui aliran darah menuju organ tubuh, salah satunya ginjal. Racun yang menyerang ginjal dapat membuat kerusakan pada fungsi ginjal.

Referensi:
Medical News Today (Diakses pada 2019). Diphtheria
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diphtheria
Healthline (Diakses pada 2019). Diphtheria