Kenali 3 Penyebab Pusar Terasa Sakit Berikut Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
penyebab pusar sakit, sakit pada pusar, pusar terasa sakit

Halodoc, Jakarta - Selama di perut ibu, tali pusar adalah organ tubuh paling vital yang mengantar oksigen dan nutrisi dari tubuh ibu ke janin. Setelah lahir, tali pusar dipotong dan pusar tak lagi memegang peran tubuh vital dalam proses pernapasan dan pencernaan. Pusar juga hampir tak pernah menimbulkan masalah besar bagi kesehatan tubuh kita. Meski tak pernah mengganggu, terkadang pusar terasa sakit pada keadaan tertentu.

Rasa sakit ini bisa muncul sesekali dalam durasi yang pendek, misal hanya beberapa detik saja. Tapi, bisa juga pusar terasa sakit dalam durasi yang lebih lama. Pada tahap ini, kamu tak boleh lagi menyepelekan keadaan pusar kamu. Karena rasa sakit pada pusar menandakan adanya penyakit tertentu pada tubuhmu.

Penyebab pusar sakit identik dengan masalah pada organ yang terletak di sekitar perut dan panggul, yaitu penyakit terkait saluran kemih, pencernaan, dan kehamilan. Simak selengkapnya!

Baca juga: 5 Penyebab Pusar Berair

Kelainan pada Sistem Saluran Kemih

Setelah lahir, bayi bisa bernapas lewat sistem pernapasannya sendiri, sehingga fungsi tali pusar berubah. Sirkulasi darah pada arteri tali pusar berhenti dan akhirnya dokter memotong tali pusar sang bayi.

Sementara di dalam perut, pembuluh darah tali pusar menutup dan berubah menjadi ligamen, atau jaringan penghubung. Jaringan ini menjadi bagian dari sistem sirkulasi organ panggul yang mengantar darah ke kandung kemih, ureter, dan ductus deferens.

Karena itulah, rasa nyeri dan sakit pada pusar sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan saluran kemih. Jika pusar kamu terasa sakit, bisa jadi kamu sedang terkena infeksi saluran kemih (ISK), radang kandung kemih, hingga infeksi ginjal.

Gangguan pada Saluran Pencernaan

Penyebab pusar sakit juga terkait dengan masalah pada saluran pencernaan, misalnya radang usus buntu. Gejala radang usus buntu tak hanya rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah, tapi juga rasa nyeri pada pusar.

Penyakit pencernaan lain yang ditandai dengan rasa sakit pada pusar adalah hernia umbilikal, yaitu usus yang menonjol sehingga membuat pusar terlihat mencuat. Hernia umbilikal berbeda dengan pusar bodong, karena pusar bodong hanya menyoal penampilan dan tidak terdapat rasa sakit. Sementara tonjolan pusar karena hernia umbilikal juga disertai rasa sakit dan warna ungu kemerahan pada pusar.

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Ada pula penyakit Crohn, yaitu radang kronis pada usus besar serta kecil, yang ditandai dengan kram dan rasa sakit pada pusar. Rasa sakit ini bisa berlangsung selama 20 sampai 30 menit. Kalau kamu merasakan gejala ini, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapat saran pengobatan. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Kamu bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Kehamilan

Kehamilan juga bisa menjadi penyebab pusar sakit. Rasa sakit bukan berasal dari janin, melainkan berasal dari ligamen di pangkal paha. Gerakan tertentu bisa menyebabkan ligamen ini berkontraksi secara tiba-tiba sehingga menyebabkan rasa sakit yang menjalar hingga area pusar. Gerakan yang menyebabkan nyeri pusar ini antara lain berdiri secara tiba-tiba atau cepat, batuk kencang, dan tertawa.

Baca juga: Ini Penyebabnya Perut Terasa Kencang Saat Hamil

Jika rasa nyeri yang dirasakan berskala ringan hingga sedang, dan hanya berlangsung selama beberapa detik, kamu tak perlu khawatir. Tetapi jika nyeri berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.