• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 7 Manfaat Pernapasan Diafragma bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 7 Manfaat Pernapasan Diafragma bagi Kesehatan

Kenali 7 Manfaat Pernapasan Diafragma bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 13 Oktober 2021
Kenali 7 Manfaat Pernapasan Diafragma bagi Kesehatan

Ada banyak penyebab detak jantung mengalami peningkatan, salah satunya adalah kecemasan. Melakukan pernapasan diafragma dapat menurunkan detak jantung dan membuat kamu lebih santai dan menenangkan pikiran. Melakukan pernapasan diafragma juga dapat memberikan sensasi rileks. Nah, sensasi rileks ini bisa menurunkan efek berbahaya dari hormon stres kortisol pada tubuh.”

Halodoc, Jakarta – Pernapasan diafragma adalah jenis latihan pernapasan yang membantu memperkuat diafragma yang merupakan otot penting yang membantu kamu bernapas dengan baik. Pernapasan diafragma juga kerap disebut sebagai pernapasan perut. 

Pernapasan diafragma memiliki sejumlah manfaat yang dapat memengaruhi kualitas kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bisa dibilang pernapasan diafragma ini adalah dasar untuk hampir semua teknik meditasi atau relaksasi, sehingga sedikit banyak dapat menurunkan tingkat stres, mengurangi tekanan darah, dan mengatur proses penting tubuh lainnya. Yuk, simak manfaat lain pernapasan diafragma untuk kesehatan di sini!

Menurunkan Tekanan Darah dan Meringankan Gejala Stres

Tadi sudah disinggung kalau pernapasan diafragma memiliki banyak manfaat, berikut ini adalah manfaatnya: 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Fungsi Paru-Paru Bagi Tubuh

1. Membantu Rileks

Melakukan pernapasan diafragma dapat memberikan sensasi rileks. Nah, sensasi rileks ini bisa menurunkan efek berbahaya dari hormon stres kortisol pada tubuh. 

2. Menurunkan Detak Jantung 

Ada banyak penyebab detak jantung mengalami peningkatan, salah satunya adalah kecemasan. Melakukan pernapasan diafragma dapat menurunkan detak jantung dan membuat kamu lebih santai dan menenangkan pikiran.

3. Menurunkan Tekanan Darah 

Sama halnya dengan penurunan detak jantung, pernapasan diafragma juga dapat menurunkan tekanan darah. Detak jantung yang menurun bisa membantu mengembalikan tekanan darah kembali normal.

Baca juga: Kenali Gejala Awal Kanker Paru-Paru

4. Membantu Mengatasi Gejala Gangguan Stres Pasca-trauma (PTSD)

Latihan pernapasan dianggap dapat membantu mengatasi PTSD. Penjelasannya sama dengan manfaat membantu relaksasi, yaitu pernapasan diafragma bisa memberikan ketenangan lewat tarikan napas teratur dan sirkulasi udara yang baik.

5. Meningkatkan Stabilitas Otot Inti 

Latihan pernapasan diafragma membantu meningkatkan kualitas otot inti tubuh sehingga kamu bisa lebih dapat mentolerir olahraga yang intens. Ini dapat menurunkan peluang otot mengalami cedera karena laju pernapasan yang baik. Bernapas terburu-buru dapat membuat kamu menghabiskan terlalu banyak energi dan memungkinkan cedera otot.

6. Mengurangi Stres.

Stres dapat membuat sistem kekebalan tidak bekerja maksimal. Hal ini dapat membuat kamu lebih rentan terhadap berbagai kondisi. Seiring waktu, stres jangka panjang (kronis) dapat menciptakan masalah fisik, psikis, serta konflik dengan orang-orang di sekitarmu. 

Baca juga: Tipe Gejala PTSD yang Perlu Diketahui

7. Menyehatkan Paru-Paru

Latihan pernapasan diafragma sering direkomendasikan untuk orang dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK dapat menyebabkan penurunan kinerja diafragma, sehingga melakukan latihan pernapasan secara khusus dapat membantu memperkuat diafragma dan meningkatkan pernapasan.

Pentingnya Paru-Paru Sehat

Dengan paru-paru yang sehat, diafragma dapat melakukan sebagian besar fungsinya saat kamu menarik napas untuk membawa udara segar masuk kemudian mengembuskan napas untuk mengeluarkan karbon dioksida dan gas lain dari paru-paru.

Orang yang memiliki gangguan kesehatan paru, seperti PPOK dan asma kehilangan sebagian elastisitas dan kelenturan dari paru-paru, sehingga paru-paru tidak kembali ke keadaan semula saat kamu mengembuskan napas.

Kehilangan elastisitas paru-paru dapat menyebabkan udara menumpuk di paru-paru, sehingga tidak ada banyak ruang bagi diafragma untuk berkontraksi agar kamu dapat kembali menghirup oksigen.

Akibatnya, tubuh menggunakan otot leher, punggung, dan dada untuk membantu bernapas. Ini berarti kamu tidak dapat mengambil oksigen sebanyak mungkin. Pada akhirnya, situasi ini dapat memengaruhi seberapa banyak oksigen yang kamu miliki ketika berolahraga dan aktivitas fisik lainnya.

Itulah sebabnya latihan pernapasan membantu kamu mengeluarkan penumpukan udara di paru-paru serta membantu meningkatkan kapasitas oksigen dalam darah dan memperkuat diafragma. Jika kamu atau anggota keluarga mengalami masalah dengan penyakit paru-paru, segera buat jadwal di pemeriksaan di rumah sakit atau beli obat yang sudah diresepkan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim ke rumah segera. Yuk, download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about diaphragmatic breathing
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Diaphragmatic Breathing?