Kenali 8 Gejala Munculnya Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali 8 Gejala Munculnya Sindrom Mallory Weiss

Halodoc, Jakarta – Tergolong langka, sindrom Mallory Weiss adalah kondisi ketika terdapat robekan pada kerongkongan yang berbatasan dengan lambung. Robekan tersebut dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti muntah dan buang air besar berdarah. Meski umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, tindakan medis tetap diperlukan jika perdarahan berlangsung lama.

Bicara soal gejala, sindrom Mallory Weiss tidak selalu menunjukkan adanya gejala, terutama jika masih tergolong ringan. Namun, gejala dapat muncul ketika kondisi sudah cukup parah, seperti:

  1. Muntah darah atau terdapat serpihan seperti bubuk kopi.
  2. Tinja disertai darah atau berwarna gelap.
  3. Nyeri ulu hati.
  4. Pucat.
  5. Pusing.
  6. Lemas.
  7. Pingsan.
  8. Sesak napas.

Baca juga: 3 Cara Mendiagnosis Sindrom Mallory Weiss

Karena gejala-gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter untuk memastikan diagnosis sindrom Mallory Weiss. Jadi, jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit, guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sindrom Mallory Weiss perlu ditangani segera. Sebab jika tidak, sindrom ini dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia, syok hipovolemik, hipoksia, dan bahkan kematian. Perlu diketahui bahwa tindakan medis yang diambil juga memiliki risiko tersendiri, sehingga konsultasi lebih lanjut dengan dokter sangat diperlukan, agar penanganan dapat diberikan sesuai dengan kondisi yang dialami.

Apa Penyebab Sindrom Mallory Weiss?

Umumnya, sindrom Mallory Weiss terjadi karena kondisi yang membuat tekanan pada saluran cerna bagian atas meningkat. Salah satunya adalah muntah yang terjadi terus-menerus. Muntah seperti itu dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti gangguan pada lambung, konsumsi alkohol berlebihan, atau bulimia.

Baca juga: 4 Tanda Masalah Pencernaan yang Diabaikan

Usia juga merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya sindrom Mallory Weiss. Orang yang berusia 40-60 tahun biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini. Bukan hanya itu, beberapa faktor risiko lainnya dari sindrom Mallory Weiss adalah:

  • Hernia hiatus.
  • Cegukan berat atau berlangsung lama.
  • Gastritis.
  • Batuk terus-menerus.
  • Kejang.
  • Sering mengangkat beban berat.
  • Menerima resusitasi jantung paru.
  • Penggunaan aspirin atau obat-obatan golongan antiinflamasi nonsteroid.

Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Sindrom Mallory Weiss

Pada kebanyakan kasus, sindrom Mallory Weiss dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika perdarahan yang terjadi cukup parah dan telah berlangsung lama, tindakan lanjutan perlu dilakukan, meliputi:

  • Pemberian obat-obatan. Pada kasus sindrom Mallory Weiss yang disebabkan oleh muntah terus-menerus, beberapa jenis obat seperti famotidine atau lansoprazole dapat digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung, sehingga dapat meredakan muntah.
  • Terapi endoskopi. Selain sebagai pemeriksaan, endoskopi juga dapat digunakan untuk mengatasi robekan pada saluran cerna bagian atas yang menyebabkan perdarahan. Terapi ini dilakukan untuk membantu hentikan perdarahan sekaligus menutup robekan.
  • Operasi. Prosedur operasi dapat dilakukan jika tindakan medis lain tidak menghentikan perdarahan yang terjadi. Prosedur ini bertujuan untuk menjahit robekan yang ada, sehingga perdarahan dapat segera berhenti. Salah satu metode operasi yang dilakukan adalah laparoskopi, yaitu dengan membuat sayatan kulit sebesar lubang kunci.

Baca juga: Begini 4 Cara Cegah Gangguan Pencernaan

Bisakah Sindrom Mallory Weiss Dicegah?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom Mallory Weiss, yaitu:

  • Perbanyak minum air putih.
  • Hati-hati terhadap makanan yang berpotensi melukai saluran cerna bagian atas, seperti kacang, kerupuk, dan makan-makanan bercitarasa pedas.
  • Jika menggunakan obat, lakukan pemeriksaan rutin.
  • Hindari penggunaan aspirin atau obat-obatan golongan antiinflamasi nonsteroid.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari konsumsi alkohol.

Referensi:
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2019. Mallory Weiss Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.