Kenali 9 Gejala Hirschsprung pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali 9 Gejala Hirschsprung pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit Hirschsprung? Kalau belum, rasanya ibu hamil perlu berkenalan dengan penyakit ini. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang Si Kecil ketika lahir. 

Penyakit Hirschsprung ini sendiri merupakan salah satu kelainan bawaan yang bisa terjadi pada bayi. Kelainan pada Hirschsprung terdapat di usus besar (kolon). Kelainannya berupa tak adanya saraf pada salah satu bagian usus besar, sehingga membuat kontraksi usus akan terganggu. 

Lalu, apa ciri-ciri bayi yang mengidap kondisi ini?

Baca juga: Penyebab Obstruksi Usus Dapat Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Feses yang Menumpuk di Usus

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk mengenali lebih lanjut kondisi Hirschsprung. Ketika Si Kecil mengidap kelainan ini, sering kali pengidapnya mengalami kesulitan dalam buang air besar. Alasannya simpel, karena adanya gangguan yang terdapat pada sel saraf. Padahal, saraf ini punya peran penting, mengendalikan pergerakan usus.

Nah, ketika pergerakan usus ini terganggu, usus besar tak bisa mendorong feses keluar dari tubuh. Mau tahu akibatnya? Lama-kelamaan feses ini akan menumpuk di susu besar, dan bayi tak bisa buang air besar.

Dalam tubuh yang normal, usus ini akan mendorong feses ke arah anus. Akan tetapi, pada pengidap Hirschsprung usus tak bisa bekerja dengan seharusnya. Alhasil, feses akan terperangkap di usus. 

Lalu, bagaimana dengan gejalanya?

Perut Buncit Hingga Terganggunya Tumbuh Kembang

Sebenarnya gejala Hirschsprung bisa saja berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Gejala ini biasanya bergantung pada tingkat keparahan penyakit Hirschsprung. Nah, dalam kebanyakan kasus gejalanya biasanya terdeteksi sejak bayi baru lahir (tak buang air besar dalam 48 jam setelah lahir). 

Gejala yang dialami bayi dengan Hirschprung bukan cuma itu saja. Nah, berikut ini beberapa gejala lainnya yang bisa muncul.

  1. Perut Membuncit;

  2. Muntah-muntah, cairannya berwarna cokelat atau hijau; dan

  3. Lebih rewel.

Baca juga: Ciri BAB Normal Pada Anak untuk Ketahui Kondisi Kesehatannya

Untuk kasus Hirschsprung yang terbilang ringan, gejala biasanya muncul ketika anak sudah berusia lebih besar. Gejalanya bisa meliputi:

  1. Perut kembung dan kelihatan membuncit;

  2. Hilangnya nafsu makan;

  3. Berat badan tak bertambah;

  4. Mudah lelah;

  5. Sembelit dalam jangka panjang; dan

  6. Terganggunya tumbuh kembang.

Nah, ketika ibu melihat gejala-gejala ini pada Si Kecil, segeralah temui dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Mudah kok, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Gejalanya Sudah, Bagaimana dengan Penyebabnya? 

Normalnya ketika janin janin berkembang di dalam kandungan, sel saraf juga akan berkembang di usus. Usus pun dapat berkontraksi dengan baik saat ada makanan yang masuk ke dalamnya. Namun, tanpa adanya kontraksi, feses akan terperangkap dalam usus dan tidak bisa keluar.

Baca juga: 4 Penyebab Bayi Dapat Mengalami Konstipasi

Pada pengidap penyakit Hirschsprung beda lagi ceritanya. Sel saraf tersebut berhenti berkembang, sehingga ada bagian usus besar yang tidak memiliki saraf. Dengan kata lain, di sini usus besar tak terbentuk dengan sempurna. Lantas, apa sebabnya?

Sampai kini penyebab gangguan perkembangan sel saraf itu belum diketahui pasti. Akan tetapi, pada beberapa kasus, penyakit Hirschsprung diduga terkait dengan faktor keturunan atau genetika. Selain itu, bayi laki-laki juga ditemukan lebih berisiko terhadap penyakit Hirschsprung dibandingkan bayi perempuan. 

Ingat, jangan main-main dengan penyakit ini. Penyakit Hirschsprung yang tak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan sederet komplikasi. Mulai dari inkontinensia tinja, kekurangan gizi dan dehidrasi, hingga munculnya lubang kecil (robekan) pada usus. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!