Kenali Lebih Dalam Tentang Bakterial Pneumonia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali Lebih Dalam Tentang Bakterial Pneumonia

Halodoc, Jakarta - Setelah nama pneumonia sempat populer sebagai penyakit yang menimpa beberapa tokoh masyarakat, sudah tahukah kamu tentang bakterial pneumonia? Seperti namanya, bakterial pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Bagaimana cara bakteri masuk dan menginfeksi paru-paru? Simak pembahasan lebih lanjutnya setelah ini.

Bakteri, yang menjadi biang keladi dalam kasus bakterial pneumonia dapat masuk ke dalam paru-paru melalui pernapasan atau darah. Umumnya bakterial pneumonia bersifat ringan, tetapi pada beberapa kasus dapat menjadi fatal. Diskusikan lebih lanjut tentang bakterial pneumonia dengan dokter spesialis paru di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Pneumonia ini dapat membuat tubuh kehilangan oksigen untuk masuk ke dalam darah. Kondisi ini akan menyebabkan sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen. Tingkat keparahan bakterial pneumonia biasanya bergantung pada:

  • Seberapa banyak dan kuatnya bakteri yang masuk.

  • Seberapa cepat Anda didiagnosis dan diobati.

  • Usia Anda terkena kondisi ini.

  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan.

  • Adanya kondisi atau penyakit lain yang menyebabkan komplikasi

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia

Gejala yang Muncul Akibat Bakterial Pneumonia

Gejala umum dari bakterial pneumonia adalah nyeri dada, menggigil, atau kebingungan, batuk, demam, sakit kepala, atau nyeri otot. Namun, pada beberapa kasus, penyakit ini dapat muncul dengan beberapa gejala lain, termasuk:

  • Nyeri saat bernapas;

  • Dahak kuning atau hijau (lebih dari biasanya dan terkadang berdarah);

  • Kesulitan bernapas;

  • Keringat;

  • Letih.

Perlu diketahui bahwa kondisi ini dapat membahayakan kesehatan seluruh tubuh jika parah. Hubungi dokter secepatnya muncul gejala-gejala berikut:

  • Kesulitan bernapas;

  • Nyeri dada;

  • Demam lebih dari 39 derajat Celsius;

  • Batuk yang sering.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera temui dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Faktor-Faktor yang Tingkatkan Risiko Bakterial Pneumonia

Bakterial pneumonia terjadi saat bakteri melewati mekanisme pertahanan tubuh dan masuk ke paru-paru, kemudian menyebabkan radang. Bakteri-bakteri yang menyebabkan bakteri pneumonia adalah Streptococcus sp., Mycoplasma sp., Staphylococcus sp., Haemophilus sp., dan Legionella sp.

Baca juga: Yang Terjadi Saat Seseorang Terkena Pneumonia

Pada dasarnya, semua orang dapat terkena pneumonia. Namun, ada dua kelompok usia yang memiliki risiko paling tinggi:

  • Bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, karena sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan.

  • Dewasa di atas 65 tahun.

Selain itu, ada beberapa risiko lain yang juga dapat menyebabkan seseorang terserang bakterial pneuonia, yaitu:

  • Merokok. Memengaruhi aktivitas paru-paru dan merusak sistem imun alami tubuh.

  • Beberapa penyakit kronis seperti asma, dan penyakit obstruktif paru paru kronis, dan penyakit jantung.

  • Sistem imun lemah karena HIV/AIDS, transplantasi organ, kemoterapi kanker, atau penggunaan steroid dalam jangka waktu yang lama.

Begini Pengobatan Bakterial Pneumonia

Karena disebabkan oleh bakteri, pneumonia jenis ini umumnya dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Pasien dengan tingkat keparahan yang ringan akan diminta mengonsumsi antibiotik dan merasa lebih baik setelah 2-3 hari. Banyak pasien dapat melanjutkan setelah 7-10 hari.

Namun, jika penyakit menjadi lebih parah, pasien harus dirawat inap dan diberi antibiotik lewat infus. Mereka juga memerlukan oksigen untuk membersihkan lendir. Sebagai tambahan, pasien juga mungkin memerlukan cuci darah dan pengobatan di ICU.

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Selain pengobatan medis, dokter biasanya juga akan menyarankan beberapa perawatan rumahan, seperti:

  • Rajin mencuci tangan. Hal ini untuk menghentikan penyebaran infeksi.

  • Konsumsi obat-obatan sesuai resep. Habiskan semua antibiotik

  • Perbanyak minum cairan (enam hingga delapan gelas per hari) untuk menghindari dehidrasi.

  • Hirup udara segar. 

  • Hubungi dokter jika mengalami demam, air liur hijau atau kuning, dyspnea, nyeri dada atau tipe kulit gelap, bibir dan kuku pucat

  • Hindari area dengan polusi udara dan asap rokok, khususnya jika memiliki masalah paru-paru.

Referensi:

CDC (Diakses pada 2019). Adults: Protect Yourself with Pneumococcal Vaccines

NIH (Diakses pada 2019). Pneumonia