• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Lebih Dekat Gejala Penyakit Sapi Gila

Kenali Lebih Dekat Gejala Penyakit Sapi Gila

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Belum lama ini seluruh umat Islam merayakan hari raya Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban yang umumnya berupa kambing dan sapi. Meski begitu, setiap orang harus berhati-hati terhadap gangguan yang dapat terjadi pada sapi. Pasalnya, bisa saja hewan ternak tersebut ternyata mengidap penyakit sapi gila.

Penyakit ini dapat menyerang sistem saraf pusat sapi, yang dapat menjangkiti manusia saat mengonsumsi otak atau sumsum tulangnya. Maka dari itu, kamu harus tahu segala gejala yang dapat timbul saat mengidap penyakit sapi gila, sehingga penanganan dini dapat dilakukan. Berikut beberapa gejala yang dapat timbul karenanya!

Baca juga: Apakah Penyakit Sapi Gila Menular?

Gejala dari Penyakit Sapi Gila

Penyakit sapi gila, disebut juga dengan bovine spongiform encephalopathy (BSE), adalah kelainan saraf progresif yang menyerang sapi. Gangguan ini dipercaya dapat berkembang ketika protein sel normal di otak atau protein prion, kehilangan bentuk normalnya dan memicu reaksi yang buruk. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otak dan jaringan sistem saraf.

Dipercaya jika sapi dapat memperoleh protein tersebut dari pakan ternak yang telah terkontaminasi sebelumnya. Meski begitu, belum ada penelitian yang menyebutkan jika daging dan susu dari sapi dapat menyebab penyakit ini. Saat terjadi pada manusia, penyakit sapi gila menyebabkan jenis lain yang disebut dengan variant Creutzfeldt-Jakob disease (vCJD). Penyakit ini dapat mengakibatkan kelainan otak fatal pada pengidapnya.

Lalu, apa saja gejala yang dapat timbul saat seseorang mengidap penyakit sapi gila?

Pada tahap awal saat vCJD terjadi, seseorang yang mengidapnya dapat menimbulkan gejala yang berhubungan dengan kelainan saraf, seperti depresi, kehilangan koordinasi, perubahan kekakuan otot, hingga kejang. Saat penyakitnya tidak mendapatkan penanganan medis, gejala dari penyakit sapi gila ini dapat berkembang menjadi gangguan kepribadian dan demensia.

Seseorang yang mengonsumsi jaringan saraf dari sapi yang telah terinfeksi mungkin saja tidak langsung merasakan sakit. Penyebab penyakit tersebut membutuhkan waktu inkubasi sehingga gejalanya dapat timbul, bahkan bertahun-tahun setelah mengonsumsi bagian tubuh dari sapi tersebut.

Semua kelompok umur memiliki risiko untuk terserang penyakit ini, meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi sebagai penyakit turunan karena salah satu orangtua juga mengalaminya. Maka dari itu, jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya langsung melakukan pemeriksaan agar penanganan dapat segera dilakukan.

Setelah mengetahui gejala apa saja yang ditimbulkan oleh penyakit sapi gila dan kamu masih memiliki pertanyaan lainnya, dokter dari Halodoc siap menjawab semua kebingunganmu. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan pada akses kesehatan!

Baca juga: Komplikasi Serius yang Bisa Disebabkan Anthrax

Cara Diagnosis Penyakit Sapi Gila

Awal langkah dari pemeriksaan untuk memastikan penyakit ini adalah dengan melihat gejala dan riwayat penyakit yang pernah terjadi. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan refleks dan koordinasi dari seluruh bagian tubuh. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan jika gangguan yang terjadi benar disebabkan oleh penyakit sapi gila:

  • Pemeriksaan pada area otak dengan MRI agar dapat melihat kondisi terkini dari otak.
  • Biopsi amandel yang berguna untuk mendeteksi kandungan protein penyebab penyakit sapi gila.
  • Elektroensefalografi (EEG) yang berguna untuk memeriksa aktivitas listrik pada otak.
  • Lumbal pungsi, yang digunakan untuk memastikan kandungan protein penyakit sapi gila pada cairan otak dan tulang belakang.

Baca juga: Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Penyakit Sapi Gila

Nah, itulah beberapa gejala yang dapat timbul saat seseorang mengidap penyakit sapi gila. Dengan mencocokkan segala gejala yang timbul dengan yang dialami, kamu dapat lebih berhati-hati jika gangguan tersebut benar disebabkan oleh kandungan protein yang dapat mengganggu otak. Kemudian, diagnosis dan penanganan yang tepat dapat dilakukan setelahnya.

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. Mad Cow Disease.
UCSF Health. Diakses pada 2020. Mad Cow Disease.