Kenali Lebih Jauh Amaurosis Fugax

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Lebih Jauh Amaurosis Fugax

Halodoc, Jakarta - Mata adalah organ tubuh yang rentan terserang penyakit. Debu yang berukuran kecil bahkan bisa membuat mata mengalami infeksi dan iritasi. Mungkin, kamu masih asing dengan penyakit amaurosis fugax. Kondisi ini adalah hilangnya penglihatan secara tiba-tiba karena pasokan darah ke bagian retina mata tidak mencukupi. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama, melainkan hanya beberapa detik atau menit. 

Terjadinya kurang pasokan darah yang menuju mata ini memang sementara, biasanya terjadi pada pembuluh darah. Namun, penyempitan pembuluh darah juga bisa menyebabkan kelainan mata ini. Plak atau bekuan darah yang menghambat arteri karotid menjadi penyebab utamanya. Namun, kondisi ini sama dengan seseorang yang mengalami kebutaan. 

Gejala dan Faktor Risikonya

Gejala utama dari amaurosis fugax adalah hilang penglihatan secara mendadak, meski hanya sementara. Rasanya seperti ada sesuatu yang menghalangi penglihatan kamu. Kondisi ini bisa terjadi bersama dengan gejala saraf yang lain atau terjadi sendiri. Pada beberapa kasus, kelainan mata ini bisa menjadi gejala seseorang yang mengalami stroke ringan. 

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa pada Mata

Tentu saja, kamu mengalami gejala lainnya seperti sulit bicara, wajah kaku atau terkulai pada satu sisi, salah satu sisi tubuh kaku atau lemah mendadak, dan beragam gejala terkait stroke ringan lainnya. Namun, untuk gejala yang sifatnya lebih serius, kelainan ini memicu terjadinya penyumbatan aliran darah yang menuju ke otak. 

Gejalanya beragam, sehingga kamu perlu mengecek kondisi kesehatan jika mengalami kebutaan sementara. Langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat apabila kamu mengalami gejala lain seperti melemahnya otot dan saraf dan sakit kepala yang terasa mengganggu selain kebutaan sementara. 

Amaurosis fugax bisa terjadi pada siapa saja dan usia berapa saja. Namun, risiko lebih tinggi bisa terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, kolesterol tinggi, hipertensi, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, dan merokok. Jadi, sebaiknya, terapkan pola hidup sehat mulai sekarang, yuk!

Baca juga: Kucek Mata Terlalu Kencang, Waspada Kelopak Mata Masuk ke Dalam

Sementara itu, faktor lainnya yang turut meningkatkan risiko terjadinya kelainan mata ini yaitu tumor otak, mengalami cedera kepala, migrain, pernah mengalami penyakit multiple sclerosis, memiliki riwayat lupus, radang saraf optik, dan penyakit yang menyerang pembuluh darah. Penyakit yang memengaruhi aliran darah menuju kepala dan sistem saraf juga memiliki risiko tinggi. 

Pengobatan dan Perubahan Gaya Hidup

Cara untuk melakukan diagnosis adalah dokter harus melakukan pemeriksaan lebih dalam, termasuk menanyakan riwayat kesehatan dan pengobatan yang pernah dialami. Pemeriksaan lanjutannya seperti echocardiography untuk mendeteksi adanya gumpalan pada jantung dan mengamati pergerakannya menuju otak. 

Lalu, dokter juga bisa merekomendasikan untuk melakukan MRA dengan menggunakan energi medan magnet dan gelombang suara untuk mendapatkan gambar akurat dari pembuluh darah. Pemeriksaan pembuluh darah dengan menggunakan pewarna yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk melakukan pengecekan. 

Setelahnya, akan ditentukan pilihan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab amaurosis fugax. Penggumpalan darah juga bisa berasal dari jantung, leher, atau arteri pada kepala. Juga, pengobatan dilakukan berdasarkan lokasi dan ukuran arteri yang tersumbat. Apabila penyumbatan lebih dari 70 persen, penanganannya mungkin dilakukan dengan operasi. 

Baca juga: Sering Menggosok Mata, Benarkah Dapat Alami Entropion

Tentu saja, mencegah amaurosis fugax bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Termasuk mengontrol kadar kolesterol, kadar gula dalam darah, tidak merokok, rutin berolahraga, dan menjaga agar berat badan tetap ideal. Jika memang kamu dianjurkan untuk mengonsumsi obat dari dokter, ikuti petunjuknya. 


Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Amaurosis Fugax.
Medineplus. Diakses pada 2019. Amaurosis Fugax.
MedLink Neurology. Diakses pada 2019. Amaurosis Fugax.