Kenali Lebih Jauh Penurunan Kesadaran dalam Medis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
penurunan kesadaran, tingkat kesadaran

Halodoc, Jakarta - Perlu kamu ketahui bahwa kesadaran merupakan suatu kondisi saat seseorang memberikan respons yang sesuai terhadap lingkungan dan orang sekitar. Kesadaran ditandai dengan mengertinya seseorang terhadap tempat dia berada, siapa dirinya, di mana dia tinggal, dan waktu saat itu.

Hal yang paling utama adalah kesadaran seseorang terhadap tempat, waktu, dan orang di sekitarnya. Saat kesadaran mengalami penurunan, kemampuan orang tersebut untuk merespon lingkungan sekitar pun akan berkurang, sehingga ia sulit mengenali dirinya sendiri, orang lain, tempat, dan waktu pada saat itu.

Penurunan kesadaran berbeda dengan pingsan yang hanya berlangsung sementara dan kembali sadar penuh setelahnya. Penurunan kesadaran dapat menetap untuk waktu yang lebih lama.

Baca juga: Ini yang Terjadi Saat Tubuh Pingsan

Tingkat kesadaran seseorang yang abnormal menggambarkan keadaan ketika seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif atau tidak responsif terhadap rangsangan. Sebagian besar kondisi medis yang serius atau bahkan mengancam jiwa dapat merusak otak dan memengaruhi tingkat kesadaran pengidap.

Sering terjadi tingkat kesadaran yang berubah-ubah bisa memperburuk dengan cepat dari satu tahap ke tahap berikutnya. Akibatnya, seseorang membutuhkan diagnosis yang tepat waktu serta perawatan yang cepat. Beberapa tahapan berikut yang akan dilalui sampai seseorang mengalami penurunan kesadaran hingga tak sadarkan diri:

  1. Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.
  2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
  3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berkhayal.
  4. Somnolen (letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
  5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
  6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya.

Baca juga:  Begini Cara yang Tepat Menolong Orang Pingsan

Terdapat salah satu metode penilaian yang paling umum digunakan para dokter untuk mengukur tingkat kesadaran seseorang, yaitu Glasgow Coma Scale (GCS). Metode penilaian ini terbilang sederhana. Dari awal pertama kali ditemukan hingga sekarang, metode yang satu ini dinilai tetap efektif dan objektif untuk menilai tingkat kesadaran seseorang.

Biasanya dokter menggunakan penilaian GCS pada orang yang baru mengalami cedera kepala akut atau terkena berbagai kondisi gawat darurat medis. Misalnya stroke, iskemik, abses otak, keracunan, cedera fisik menyeluruh, hingga koma non-traumatik.

Metode penelitian GCS ini dilakukan dengan mengamati respons mata, kemampuan berbicara, serta gerakan tubuh orang-orang yang mengalami berbagai kondisi tersebut. Walaupun dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesadaran seseorang, penilaian GCS tidak bisa digunakan untuk mencari tahu penyebab seseorang dapat mengalami penurunan kesadaran bahkan koma.

Baca juga: Wanita Lebih Sering Pingsan Ketimbang Pria, Benarkah?

Itulah yang perlu kamu kenali mengenai penurunan kesadaran dalam medis. Apabila ada rekan kamu mengalami penurunan kesadaran, kini kamu akan lebih mengenali prosesnya. Kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai informasi lebih lanjut tentang penurunan kesadaran. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.