07 November 2018

Ini yang Terjadi Saat Tubuh Pingsan

Pingsan

Halodoc, Jakarta - Pingsan atau bisa disebut blacking out merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan biasanya orang yang mengalami ini akan terjatuh. Hal ini terjadi akibat rendahnya pasokan darah dan oksigen yang masuk ke dalam otak, sehingga fungsi otak akan terhambat. Kondisi ini juga akan berpengaruh pada organ-organ yang lain.

Agar tubuh tetap dalam kondisi sadar, sebuah area yang dikenal sebagai sistem pengaktif retikuler, yang terletak di batang otak, harus tetap hidup dan setidaknya satu belahan otak harus tetap berfungsi. Pingsan terjadi karena sistem pengaktif retikuler atau kedua belahan otak kekurangan darah, glukosa, atau oksigen.

Pingsan atau blacking out mempunyai istilah medis yang disebut dengan sinkop. Hal ini termasuk umum terjadi dan cenderung dialami oleh orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun. Lantas, apa yang terjadi dalam tubuh saat sedang pingsan?

  1. Terjadinya pingsan diawali dengan menumpuknya darah dalam pembuluh vena bagian bawah akibat dari gravitasi bumi. Hal ini membuat jumlah darah yang menuju jantung berkurang, sehingga tekanan darah akan menurun.
  2. Kemudian, aliran darah yang berada di otak juga akan berkurang, karena jantung gagal memompa darah. Selain itu, pembuluh-pembuluh darah tidak dapat berfungsi untuk sementara waktu.
  3. Hal ini dapat bertambah parah ketika otak kekurangan zat gula atau glukosa, sehingga tubuh akan lemas dan pingsan.
  4. Pingsan juga dapat terjadi akibat dari kondisi psikis seseorang yang tidak terkontrol karena melemahnya saraf otak yang berfungsi untuk mengontrol emosi.

Pingsan atau blacking out mempunyai banyak penyebab, antara lain:

  1. Perubahan tekanan darah. Kadang-kadang, jantung dan pembuluh darah tidak bereaksi cukup cepat ketika tubuh membutuhkan oksigen. Hal ini umum terjadi pada orang tua dan orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Pingsan dapat terjadi apabila berdiri terlalu lama atau bekerja lebih keras dari kemampuan tubuh.
  2. Dehidrasi. Kekurangan cairan dalam tubuh juga dapat menyebabkan pingsan. Dehidrasi dapat disebabkan karena demam, muntah, diare, luka bakar, kurang minum, atau terlalu sering berkeringat. Penyakit diabetes juga dapat menyebabkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil.
  3. Anemia. Anemia atau kekurangan jumlah sel darah merah dapat menyebabkan pingsan karena tidak cukup sel darah merah untuk memasok oksigen ke otak. Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, perdarahan, atau penyakit lainnya.
  4. Syok. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah rendah, sehingga menyebabkan kehilangan kesadaran. Syok adalah keadaan darurat berbahaya dan biasanya bukan hanya berasal dari perdarahan, tetapi juga bisa berasal dari alergi atau infeksi yang parah. Pengidap kondisi ini biasanya terlihat bingung sebelum kehilangan kesadaran.
  5. Reaksi saraf vagus. Pingsan kebanyakan dipicu oleh saraf vagus yang menghubungkan sistem pencernaan ke otak dan berperan mengelola aliran darah ke otak dan usus. Overstimulasi saraf vagus memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah, sehingga mengurangi asupan darah ke otak.

Sebelum pingsan, biasanya akan merasa pening, pusing, mual, ruangan seperti berputar, dan keringat dingin. Orang akan pingsan mungkin akan mengalami penglihatan yang kabur atau pendengaran bising.

Jika kamu seperti merasa akan pingsan, coba lah untuk berbaring. Kamu juga bisa mencoba untuk berjongkok dan letakkan kepala di antara lutut. Hal ini dapat membantu mengalirkan darah ke otak. Namun, jika kamu selalu merasa ingin pingsan dan hal ini sering terjadi, lebih baik kamu segera berdiskusi dengan dokter. Karena bisa saja hal ini menjadi indikasi penyakit yang berbahaya.

Di Halodoc kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat dan langsung diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di App Store dan Google Play!

Baca juga: