Kenali Lebih Jauh Penyebab Penyakit Paronikia

Kenali Lebih Jauh Penyebab Penyakit Paronikia

Halodoc, Jakarta – Paronikia adalah infeksi kulit yang berkembang di sekitar kuku. Itu terjadi ketika bakteri atau jamur berada di bawah kulit. Paronikia dapat terjadi akibat menggigit atau mengunyah kuku, tapi lebih sering terjadi ketika kondisi kerja mengharuskan tangan untuk sering basah atau terkena bahan kimia.

Sebagian besar kasus paronikia tidak serius dan ada beberapa perawatan yang efektif. Ada dua jenis paronikia, yaitu:

Paronikia Akut

Ini berkembang selama berjam-jam atau berhari-hari. Infeksi biasanya tidak menyebar jauh ke jari dan perawatan dapat mengurangi gejala relatif cepat.

Paronikia Kronis

Ini terjadi ketika gejala berlangsung setidaknya selama 6 minggu. Ini berkembang lebih lambat dan bisa menjadi lebih serius. Paronikia kronis sering memengaruhi beberapa digit sekaligus.

Paronikia dapat terjadi pada segala usia dan mudah diobati. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebar ke seluruh jari atau kaki. Jika ini terjadi, seseorang harus mengunjungi dokter.

Baca juga: Ketahui Penanganan Pertama untuk Mengatasi Paronikia

Beberapa gejala paronikia mirip dengan infeksi kulit yang berbeda. Gejala lain langsung memengaruhi kuku itu sendiri, seperti:

  • Pembengkakan, kelembutan, dan kemerahan di sekitar kuku

  • Abses berisi nanah

  • Pengerasan kuku

  • Deformasi atau kerusakan pada kuku

  • Kuku memisahkan dari kuku lainnya

Infeksi dimulai ketika kulit di sekitar kuku menjadi rusak, memungkinkan kuman untuk masuk. Bakteri atau jamur dapat menyebabkan paronikia dan penyebab umum adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.

Penyebab umum kerusakan kulit di sekitar kuku meliputi:

  • Menggigit atau mengunyah kuku

  • Memotong kuku terlalu pendek

  • Manikur

  • Paparan tangan yang berlebihan terhadap kelembaban, termasuk sering mengisap jari

  • Kuku yang tumbuh ke dalam

Baca juga: Benarkah Memotong Kutikula Kuku Bisa Sebabkan Paronikia?

Perawatan untuk paronikia akan bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan apakah itu kronis atau akut. Seseorang dengan paronikia akut ringan dapat mencoba merendam jari atau kaki yang terkena dalam air hangat tiga hingga empat kali sehari. Jika gejalanya tidak membaik, cari pengobatan lebih lanjut.

Ketika infeksi bakteri menyebabkan paronikia akut, dokter dapat merekomendasikan antibiotik, seperti dikloksasilin atau klindamisin. Ketika infeksi jamur menyebabkan paronikia kronis, dokter akan meresepkan obat antijamur. Obat-obatan ini topikal dan biasanya, termasuk clotrimazole atau ketoconazole.

Paronikia kronis mungkin memerlukan pengobatan berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Penting untuk menjaga tangan tetap kering dan bersih. Jika pekerjaan seseorang mengharuskan tangannya basah atau terkena kuman, maka mungkin perlu mengambil cuti.

Baca juga: Inilah 11 Cara Mencegah Paronikia pada Jempol Kaki

Dokter mungkin juga perlu mengeluarkan nanah dari abses di sekitarnya. Untuk melakukan ini, mereka akan memberikan bius lokal, kemudian membuka lipatan kuku cukup untuk memasukkan kain kasa, yang akan membantu mengeringkan nanah.

Orang dapat mengurangi risiko terkena infeksi kuku dengan menggunakan metode berikut:

  • Melembapkan tangan setelah mencucinya

  • Menghindari menggigit atau mengunyah kuku

  • Hati-hati saat memotong kuku

  • Menjaga tangan dan kuku tetap bersih

  • Menghindari merendam tangan dalam air untuk waktu yang lama

  • Menghindari kontak dengan iritasi

  • Menjaga kuku tetap pendek

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab dan cara mengatasi paronikia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.