• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Perbedaan Kepribadian Antisosial dan Narsistik

Kenali Perbedaan Kepribadian Antisosial dan Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali Perbedaan Kepribadian Antisosial dan Narsistik

Halodoc, Jakarta – Ada banyak gangguan kepribadian yang bisa terjadi, termasuk di antaranya gangguan kepribadian antisosial dan narsistik. Meski sama-sama masuk dalam kategori gangguan kepribadian, kedua kondisi ini nyatanya berbeda. Apa saja perbedaan antara kepribadian antisosial dan narsistik? 

Kepribadian antisosial membuat seseorang cenderung bersikap seenaknya, seperti mengabaikan hukum dan melanggar hak-hak orang lain. Bukan hanya itu, orang dengan gangguan kepribadian ini juga sering kali bersifat manipulatif, impulsif, tidak bertanggung jawab, bisa menipu, serta memusuhi orang lain. Sementara pada pengidap narsistik, biasanya sifat yang menonjol adalah sering membanggakan diri sendiri dan selalu membutuhkan perhatian serta pengakuan dari orang lain. 

Baca juga: Benarkah Kepribadian Narsistik Dipengaruhi oleh Usia?

Kepribadian Antisosial Vs Narsistik 

Selain kerap mengabaikan hukum serta melanggar hak-hak orang lain, pengidap antisosial juga sering kali terlibat dengan penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Dalam jangka panjang, gangguan antisosial yang tidak ditangani bisa menurunkan kualitas hidup pengidapnya, termasuk mengganggu hubungan dengan keluarga dan orang sekitar. 

Berbeda dengan gangguan antisosial yang membuat pengidapnya menjauhi orang lain, kepribadian narsistik malah membuat seseorang “sangat haus akan perhatian”. Orang dengan gangguan ini cenderung memiliki sikap arogan, sombong, merasa diri sendiri istimewa, butuh dikagumi, serta bisa memanfaatkan orang lain. 

Selain itu, perbedaan pada kedua gangguan ini juga bisa dilihat dari riwayat hidup pengidapnya. Jika antisosial bisa menyebabkan seseorang menjadi tidak berperasaan bahkan melanggar hukum, kepribadian narsistik umumnya tidak memiliki hal tersebut. Gangguan kepribadian narsistik biasanya tidak terkait dengan sejarah kriminalitas di masa dewasa. Gangguan narsistik juga tidak dikaitkan dengan sikap impulsif atau menipu yang bisa ditemukan dalam diri pengidap antisosial. 

Cara lain untuk membedakan kedua gangguan ini adalah cara pengidapnya berinteraksi dengan orang lain. Orang dengan gangguan antisosial tidak memerlukan kekaguman dan tidak merasa iri dengan orang lain, seperti yang terjadi pada pengidap gangguan kepribadian narsistik. 

Kedua gangguan ini sama-sama masuk dalam kategori gangguan mental, yaitu gangguan kepribadian. Dibutuhkan penanganan yang tepat dan dukungan dari orang sekitar untuk membantu meringankan gejala gangguan ini. Selain itu, pengidap gangguan mental mungkin akan membutuhkan bantuan dari ahli psikologi agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan hidup lebih normal. 

Jika mengalami gejala menyerupai salah satu atau kedua gangguan kepribadian tersebut, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc sebagai pertolongan pertama. Hubungi psikolog atau psikiater lebih mudah melalui Voice/Video Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan informasi seputar kesehatan jiwa dari ahlinya. Ayo, download sekarang aplikasinya di App Store atau Google Play!

Baca juga: Cara Mendeteksi 9 Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik

Meski berbeda, gangguan kepribadian antisosial dan narsistik nyatanya juga memiliki kesamaan. Kebanyakan pengidap kedua gangguan ini tidak memiliki empati, mudah menaruh curiga pada orang lain, cenderung tidak memiliki perasaan dan tidak kenal ampun. Orang-orang dengan gangguan mental ini juga bisa memanfaatkan dan mengeksploitasi orang lain.

Baca juga: 7 Cara Hadapi Pasangan Gangguan Kepribadian Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik maupun gangguan antisosial bisa terjadi pada siapa saja. Narsistik merupakan jenis gangguan mental dan bisa membuat seseorang terlihat menyebalkan karena sering membanggakan diri sendiri. Sebenarnya, sifat narsis atau ingin membanggakan diri sendiri adalah sifat yang mungkin dimiliki semua orang, tapi harus diwaspadai jika sudah berlebihan. Sementara pada pengidap antisosial, pengidapnya sering kali tidak merasa bersalah dan sering melanggar hukum. 

Referensi
WebMD. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Comparing Narcissistic and Antisocial Personality.