14 September 2018

Kenali Sindrom Peter Pan yang Buat Pria Tak Bersikap Dewasa

Sindrom Peter Pan, pria tak dewasa

Halodoc, Jakarta - Sindrom Peter Pan biasanya memengaruhi orang-orang yang tidak mau atau merasa tidak mampu untuk tumbuh menjadi orang dewasa. Meskipun pengidap sudah dewasa, tapi pemikirannya masih seperti anak-anak.

Seorang psikolog klinis, Pustika Rucita, B.A.,M,Psi., mengatakan bahwa, pria dengan sindrom peter pan cenderung menghadapi kesulitan ketika mengambil keputusan. Parahnya, mereka akan bergantung sekali pada orang lain untuk memutuskan segala aspek kehidupannya sehari-hari.. “Lalu, dia takut berkomitmen, tidak bertanggung jawab, dan memiliki ambisi yang rendah,” tuturnya.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengakui sindrom peter pan sebagai bagian dari gangguan psikologis. Meski demikian, jumlah orang dewasa yang memiliki perilaku emosional seperti anak-anak jumlahnya terus berembang di masyarakat Barat.

Umumnya, pengidap tidak mampu untuk tumbuh dan mengambil tanggung jawab sebagai orang dewasa serta menikmati dirinya sebagai anak atau remaja, bahkan ketika sudah berusia lebih dari 30 tahun. Pengidap melihat dunia orang dewasa sebagai sesuatu yang sangat problematik atau penuh dengan masalah serta sangat menyukai dunia remaja atau anak-anak. Kondisi inilah yang membuat pengidap lebih senang tinggal di dunia dan pemikiran remaja atau anak-anak.

Sementara, Humbelina Robles Ortega, profesor di Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment, University of Granada menyatakan bahwa pria dengan sindrom peter pan biasanya takut merasa kesepian. Untuk itulah pengidap selalu berusaha berada di antara orang-orang yang dianggap bisa memenuhi kebutuhannya.

“Pengidap akan merasa cemas ketika dievaluasi oleh rekan kerja atau atasannya, mengingat mereka memang tidak toleran terhadap kritik. Kadang, pengidap bisa memiliki masalah besar ketika harus beradaptasi dengan tempat yang baru atau bahkan dengan orang lain dalam sebuah hubungan,” kata Ortega.

Karakteristik lain dari orang yang mengalami sindrom peter pan yaitu orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan. Dikatakan Ortega, ketika seorang pria diminta membuat komitmen dan bertanggung jawab, pengidap akan takut dan lebih memilih memutuskan hubungan dengan pasangannya.

Pria dengan sindrom peter pan juga cenderung mencari wanita yang lebih muda, karena menganggap menjalin hubungan dengan wanita yang lebih muda cenderung tidak membuat khawatir. “Pria dengan sindrom ini juga kurang merencanakan masa depannya, sehingga mereka tidak terlalu bertanggung jawab,” tambah Ortega.

Ciri-Ciri Pengidap Sindrom Peter Pan

  1. Pengidap cenderung berperilaku seperti anak kecil, remaja, atau orang yang lebih muda dari usianya. Biasanya, pengidap sindrom ini juga berteman dengan orang yang lebih muda.
  2. Selalu bergantung dan merepotkan orang lain. Mengharapkan untuk selalu dilindungi dan dituruti semua permintaannya. Takut dan memiliki kekhawatiran yang berlebihan jika melakukan segala sesuatu sendiri.
  3. Tidak bisa mempertahankan hubungan jangka panjang yang stabil, terutama hubungan percintaan. Sifatnya yang kekanak-kanakan kadang membuat pasangan menjadi tidak nyaman. Selain itu, pengidap sindrom ini sulit untuk bersikap romantis.
  4. Takut untuk berkomitmen atau menjanjikan suatu hal, baik itu dalam hubungan cinta atau pekerjaan.
  5. Kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan dan mengelola keuangan. Selalu mengutamakan kepentingan pribadi, terutama untuk kepuasan dan kebaikan dirinya sendiri.
  6. Tidak mengakui kesalahan dan melimpahkannya pada orang lain, sehingga sulit untuk introspeksi diri.

Namun, tidak semua pria yang mengidap sindrom peter pan ini mempunyai gejala yang sama, sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya. Diperlukan adanya pemeriksaan lebih lanjut, bukan hanya untuk pengidap saja, tetapi untuk orang-orang disekitarnya. Sebab, biasanya pengidap dengan sindrom ini, merasa dirinya baik-baik saja.

Untuk lebih jelasnya mengenai sindrom peter pan ini, kamu bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahli di Halodoc. Tidak hanya berdiskusi langsung, kamu juga bisa membeli obat dengan layanan apotek antar dari Halodoc. Segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Baca juga: