• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tanda Thalassophobia, Ketakutan Berlebihan pada Laut

Kenali Tanda Thalassophobia, Ketakutan Berlebihan pada Laut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Tanda Thalassophobia, Ketakutan Berlebihan pada Laut

Halodoc, Jakarta – Laut biasanya adalah salah satu tempat yang sering dipilih banyak orang untuk liburan. Selain pemandangannya yang indah, ada berbagai aktivitas air yang juga bisa dilakukan di lautan yang luas.

Namun, nyatanya tidak semua orang menyukai laut. Bahkan ada beberapa orang yang memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap perairan yang dalam seperti laut. Kondisi tersebut dinamakan Thalassophobia. Bila kamu selalu merasa cemas bila berenang atau naik perahu di atas laut atau perairan dalam lainnya, atau kamu bisa cemas ketika diajak ke laut, bisa jadi kamu mengidap thalassophobia. Kenali lebih jauh tanda-tanda thalassophobia di sini.

Baca juga: Sering ke Pantai Bagus untuk Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Apa Itu Thalassophobia?

Thalassophobia adalah fobia spesifik yang melibatkan rasa takut yang intens pada perairan yang dalam, seperti kolam yang dalam, danau dan laut. Karena merupakan jenis fobia yang spesifik, thalassophobia diklasikfikasikan sebagai gangguan kecemasan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5).

Perlu dipahami, thalassophobia berbeda dengan aquaphobia, yaitu ketakutan akan air itu sendiri. Bila pengidap thalassophobia memiliki ketakutan berlebihan terhadap perairan yang dalam, orang yang mengidap aquaphobia takut berada di segala tempat berair mana pun, termasuk perairan yang kecil.

Setiap pengidap thalassophobia bisa memiliki gejala yang berbeda-beda. Beberapa pengidap mungkin panik saat berenang di perairan dalam, berada di atas perahu, atau tidak bisa menyentuh dasar kolam renang. Sedangkan beberapa pengidap lainnya bisa mengalami ketakutan hanya dengan memikirkan laut, atau saat melihat gambar perairan yang dalam.

Bila tidak diobati, thalassophobia bisa sangat membatasi hidup seseorang. Pengidap jenis fobia ini mungkin tidak bisa pergi ke pantai bersama teman dan keluarga, naik kapal, berenang, dan kegiatan lainnya yang dilakukan di laut.

Tanda-tanda Thalassophobia

Thalassophobia memiliki gejala yang sama dengan fobia spesifik lainnya, seperti klaustrofobia. Bedanya, gangguan kecemasan yang satu ini dipicu oleh paparan terhadap perairan yang dalam. 

Gejala yang bisa dialami pengidap thalassophobia, antara lain:

  • Mengalami kecemasan atau ketakutan yang tiba-tiba.
  • Gemetar.
  • Berkeringat.
  • Mulut kering.
  • Detak jantung meningkat atau jantung berdebar-debar.
  • Kesulitan bernapas, termasuk hiperventilasi.
  • Nyeri dada.
  • Takut mati.

Gejala di atas bisa dialami pengidap bila:

  • Berada di dekat laut atau perairan dalam lainnya.
  • Pergi ke laut.
  • Mengunjungi pantai.
  • Bepergian dengan perahu atau kapal.

Dalam kasus yang parah, gejala bisa dipicu oleh gambar atau pikiran tentang laut atau perairan dalam lainnya.

Bila kamu mengalami beberapa tanda-tanda thalassophobia di atas, sebaiknya temui ahli kesehatan mental seperti psikiater untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan perawatan untuk mengatasi kondisi tersebut. 

Dibandingkan dengan banyak jenis fobia spesifik lainnya, thalassophobia termasuk jenis yang berbahaya. Pengidap berisiko tenggelam saat mengalami serangan panik saat berada di perairan dalam. Jadi, bila kamu atau orang terdekat kamu mengidap thalassophobia, penting untuk mengunjungi laut bersama dengan orang lain yang bisa membantu.

Baca juga: Ketakutan Biasa dan Fobia, Bagaimana Cara Membedakannya?

Pengobatan untuk Thalassophobia

Terapi adalah cara yang paling umum digunakan untuk mengobati thalassophobia. Terapi perilaku kognitif dan terapi pemaparan adalah beberapa metode perawatan yang terbukti efektif untuk mengobati fobia. 

Menurut American Psychological Association (APA), terapi perilaku kognitif efektif dalam mengobati gangguan kecemasan, karena terapi tersebut membantu pengidap mengidentifikasi dan mengelola faktor-faktor yang menjadi penyebab kecemasan. 

Sedangkan pada terapi pemaparan, pengidap akan dipaparkan pada rangsangan yang menjadi penyebab ketakutannya dalam intensitas yang bertahap. Pada pengidap thalassophobia, terapi ini mungkin dimulai dengan melihat foto laut, lalu meningkat menjadi menonton video lautan atau perairan dalam, dan berakhir dengan perjalanan ke laut atau ke kolam renang. Dengan begitu, lama-kelamaan pengidap bisa mengatasi rasa takutnya terhadap laut.

Kadang-kadang, obat-obatan juga diperlukan untuk mengurangi gejala kecemasan dan ketakutan pengidap. Penghambat reuptake serotonin selektif atau SSRI adalah jenis obat antidepresan yang biasa diresepkan dokter untuk mengatasi kecemasan. 

Baca juga: Teman Punya Fobia? Bantu dengan Cara-Cara Ini

Itulah tanda-tanda thalassophobia, ketakutan berlebihan terhadap laut, yang perlu diketahui. Nah, kamu bisa beli obat-obatan yang kamu butuhkan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Verywell. Diakses pada 2021. What Is Thalassophobia?
Medical News Today. Diakses pada 2021. What Is Thalassophobia?.
The Healthy. Diakses pada 2021. You Might Have This Obscure Phobia—and Not Even Know It