Kenapa Katarak Lebih Sering Terjadi di Usia Lanjut?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenapa Katarak Lebih Sering Terjadi di Usia Lanjut?

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pengidap katarak di Indonesia? Setidaknya sekitar 2,4 juta orang mengidap katarak, dan angkanya terus bertambah satu persen tiap tahunnya. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara terbanyak pengidap katarak di Asia Tenggara. Yang bikin resah, katarak merupakan penyebab utama kebutaan. 

Dalam kebanyakan kasus, penyakit mata ini paling sering dialami oleh lansia. Lantas, apa sih hal yang bisa menyebabkannya? 

Baca juga: Ingin Mencegah Katarak? Lakukan 5 Hal Ini

Perubahan pada Jaringan Mata

Penyebab katarak yang paling umum adalah akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Lensa mata sebagian besar terdiri dari air dan protein. Namun, dengan bertambahnya usia, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel. 

Bertambahnya usia bisa membuat lensa mata kekurangan fleksibilitasnya. Perubahan karena pertambahan usia ini akan memecah jaringan di antara lensa dan membentuk daerah berawan di antara lapisan lensa. 

Dengan kata lain, katarak merupakan lensa mata yang mengalami pengkabutan. Lensa mata ini terletak di belakang bagian warna mata atau yang disebut iris. Lensa mata ini berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata. Kemudian, bagian mata ini akan menghasilkan gambar yang jernih dan tajam pada retina. 

Akan tetapi, katarak pada lensa mata ini akan mengganggu cahaya yang masuk. Nah, hal inilah yang menghambat bayangan yang tajam dan jelas mencapai retina, sehingga penglihatan menjadi kabur. 

Baca juga: Waspada, Katarak Dapat Menyerang Bayi

Awasi Faktor Risiko Katarak

Sampai kini, hal yang membuat mengeruhnya lensa saat seseorang mengalami penuaan, belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga bisa meningkatkan risiko katarak. Misalnya: 

  • Penuaan. Penuaan adalah penyebab tersering dari kekeruhan lensa atau katarak.

  • Riwayat keluarga yang mengidap katarak.

  • Pengidap penyakit tertentu. Pengidap diabetes melitus, hipertensi, hipokalemia, dan dermatitis atopik, dapat berkaitan dengan timbulnya katarak di kemudian hari.

  • Riwayat trauma. Lensa mata yang pernah mengalami trauma, seperti masuknya serpihan material tajam ke mata, terbentur bola, kembang api, dapat membuat katarak timbul lebih cepat.

  • Infeksi saat kehamilan. Jika ibu saat hamil mengidap infeksi, khususnya rubella, dapat menjadi penyebab utama terjadinya katarak kongenital pada anak yang dilahirkan. Katarak kongenital dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata anak.

  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti obat kortikosteroid dan amiodaron, dapat memicu katarak.

  • Riwayat operasi pada mata.

  • Paparan toksin atau racun.

Yang mesti diingat, meski katarak umumnya diidap pada kelompok lansia (60 tahun ke atas), tapi di negara kita tak sedikit pengidapnya yang jauh lebih muda. Misalnya, berusia 45 tahun. Lho, kok bisa?

Ternyata penyakit mata ini juga bisa disebabkan oleh pancaran sinar UV. Sinar inilah yang akan memengaruhi daya tangkap mata. Nah, sinar UV dari matahari ini lebih banyak pada negara tropis, seperti Indonesia. 

Memiliki keluhan pada mata? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!