Kepribadian Ganda, Satu Tubuh tapi Punya Ingatan Berbeda

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kepribadian Ganda, Satu Tubuh tapi Punya Ingatan Berbeda

Halodoc, Jakarta – Buat kamu yang pernah menonton film Split yang diperankan oleh James McAvoy, pastinya ingat bagaimana perubahan yang dialami sang tokoh saat bertransisi dari satu pribadi ke pribadi yang lain. 

Unik, karena pribadi baik Patricia, Barry maupun Dennis—tiga pribadi dari 23 pribadi yang ada, tidak ingat dengan apa yang dialami oleh masing-masing. Lucu, padahal semuanya ada dalam satu badan. Tapi, kok bisa ya?

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai hal ini, ada baiknya kita mengetahui dulu apa penyebab dari kepribadian ganda. Gangguan identitas atau gangguan kepribadian ganda adalah kondisi psikologis kompleks yang kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor. Ini termasuk trauma parah selama masa kanak-kanak yang sangat ekstrem, seperti penganiayaan fisik, seksual, atau emosional yang berulang.

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Ketika seseorang sedang mengalami tekanan psikologis atau sesuatu yang menjadi beban pikiran—bisa jadi kamu pernah mengalaminya, pasti akan mengalami disosiasi ringan, seperti melamun atau linglung. 

Bisa dibilang, gangguan kepribadian ganda adalah bentuk parah disosiasi, dimana karena tekanan mental menurunkan koneksi dalam pikiran, ingatan, perasaan, tindakan, atau rasa identitas seseorang. Gangguan ini juga kombinasi faktor-faktor lain.

Kondisi ini sebenarnya merupakan coping, di mana orang tersebut secara tidak sadar berusaha melepaskan diri dari situasi atau pengalaman yang terlalu keras, traumatis, atau menyakitkan dengan menjadi pribadi yang berbeda.

Seperti yang dijelaskan dalam jurnal kesehatan yang dipublikasikan American Psychiatric Association, terkadang beberapa kepribadian tersebut menyadari informasi pribadi yang lainya. Ada kecenderungan juga Beberapa kepribadian tampaknya mengenal dan berinteraksi satu sama lain dalam dunia batin yang rumit. 

Pergantian kepribadian dan kurangnya kesadaran tentang perilaku seseorang dalam kepribadian lain sering membuat hidup kacau untuk orang dengan gangguan identitas. Ketika kepribadian yang satu berinteraksi satu sama lain, “pribadi” yang sesungguhnya kerap mendengarkan percakapan tersebut dan menganggapnya sebagai “suara-suara” yang mengganggu. 

Orang yang memiliki gangguan kepribadian ganda juga kerap mengalami distorsi waktu dan amnesia. Mereka sering memiliki masalah dengan masalah kontrol, kontrol diri dan kontrol orang lain. Selain itu, orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung mengalami sakit kepala parah atau sakit tubuh lainnya dan dapat mengalami disfungsi seksual, tetapi tidak terjadi pada semua kasus.

Baca juga: 4 Cara Menjaga Kesehatan Mental Meski Sedang Stres 

Bagaimana Tahu Seseorang Mengalami Gangguan Kepribadian?

Setidaknya dua identitas atau status kepribadian ini secara berulang mengendalikan perilaku seseorang. Ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi penting yang terlalu luas untuk dijelaskan untuk sekadar dianggap sebagai kealpaan biasa.

Gangguan ini bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya, konsumsi alkohol ataupun narkoba). Pada anak-anak, gejalanya tidak disebabkan oleh teman bermain khayalan atau fantasi lainnya.

Menurut David Spiegel Professor and Associate Chair of Psychiatry & Behavioral Sciences dari, Stanford University School of Medicine, sekitar 97 hingga 98 persen orang dewasa dengan laporan gangguan identitas kepribadian mengalami pelecehan saat masa kanak-kanak. Terbentuknya pribadi-pribadi yang berbeda tidak lain adalah respons dari sistem perlindungan diri dalam upaya melupakan trauma. 

Baca juga: 5 Gangguan Mental yang Kerap Dialami Anak Milenial

American Psychological Association melaporkan, di tahun 2019 terjadi peningkatan gangguan mental pada masyarakat terutama anak-anak muda di usia 26 tahun ke atas. Mendeteksi dini gangguan mental adalah salah satu upaya mencegah risiko yang lebih besar terhadap kesehatan mental.

Jangan sungkan untuk menghubungi Halodoc bila kamu butuh teman curhat untuk masalah mood swing ataupun keluhan kesehatan lainnya. Psikolog dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.