• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Abses Gigi

Abses Gigi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Abses Gigi

Abses adalah rongga patologis yang berisi nanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ini merupakan infeksi akut purulen yang berkembang pada bagian apikal gigi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang berasal dari gigi yang terinfeksi baik pada maksila maupun pada mandibula.

Ada dua tipe abses gigi, abses periapikal dan abses periodontal. Abses periapikal terjadi pada ujung akar gigi, sementara abses periodontal terjadi pada gusi di sekitar gigi.

Anak-anak sampai orang dewasa bisa mengalami abses gigi. Seseorang yang mengalami abses gigi harus mendapatkan perawatan dari dokter dan tidak bisa diobati secara mandiri. Infeksi penyebab abses gigi harus segera diobati karena infeksinya berisiko menyebar ke luar rahang ke leher, kepala, atau bagian tubuh lainnya.

Penyebab  Abses Gigi

Bakteri yang berperan dalam proses pembentukan abses adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Staphylococcus aureus dalam proses ini memiliki enzim aktif yang disebut koagulase yang fungsinya untuk mendeposisi fibrin. Sedangkan Streptococcus mutans memiliki 3 enzim utama yang berperan dalam penyebaran infeksi gigi, yaitu streptokinase, streptodornase, dan hyaluronidase. 

Faktor Risiko Abses Gigi

Berbagai faktor yang dapat memicu infeksi bakteri penyebab abses gigi di antaranya:

  1. Kerusakan Gigi

Kerusakan pada permukaan keras gigi seringkali menjadi pemicu utama abses gigi. Rongga pada gigi dapat terbentuk ketika bakteri memecah gula dalam makanan dan minuman yang kemudian menciptakan asam. Asam kemudian menyerang email gigi dan membentuk rongga. Setelah rongga terbentuk, bakteri dapat menyusup ke setiap lubang di gigi dan menyebar ke pulpa.

Baca juga: Abses Gigi Terlalu Lama Dibiarkan, Ini Dampaknya

  1. Penyakit Gusi

Gusi yang mengalami infeksi atau peradangan juga bisa memicu abses gigi. Ketika penyakit gusi berkembang, bakteri mendapatkan akses ke jaringan yang lebih dalam. Oleh sebab itu, segera obati penyakit gusi supaya tidak mengembangkan abses gigi.

  1. Cedera 

Trauma pada gigi dapat melukai pulpa bagian dalam atau membuat gigi retak. Nah, gigi yang retak ini seringkali tidak terlihat. Padahal, gigi yang retak harus segera diobati karena rentan terhadap infeksi. Ketika retakan gigi mengalami infeksi, bakteri dapat masuk ke bagian gigi lebih dalam dan menyebabkan abses gigi. 

  1. Kurang Menjaga Kebersihan

Kebersihan mulut yang buruk bisa membuat plak semakin menumpuk. Penumpukan plak ini lama kelamaan bisa menyebabkan gigi berlubang,  jika tidak segera diobati bisa berkembang menjadi abses gigi. Oleh karenanya, bersihkan gigi secara teratur dan menyeluruh menggunakan sikat dan benang gigi. 

  1. Konsumsi Makanan

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan bertepung dapat mendorong pertumbuhan bakteri dalam plak. Plak yang membusuk ini pada akhirnya dapat menyebabkan gigi berlubang yang bisa menyebabkan abses gigi jika tidak diobati. 

  1. Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan mengalami abses gigi dibanding yang lainnya. Biasanya, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, kanker, atau pengidap Human Immunodeficiency Virus  (HIV). Seseorang yang sedang menjalani perawatan seperti obat steroid atau kemoterapi juga lebih rentan mengalami abses gigi. 

Gejala Abses Gigi

Dalam kebanyakan kasus, abses gigi menimbulkan rasa sakit yang datang secara tiba-tiba dan makin memburuk pada bagian gigi dan gusi. Selain itu, ada pula gejala-gejala lainnya, seperti: 

  • Gigi terasa nyeri berdenyut.
  • Gigi terasa sakit saat mengunyah.
  • Gigi sensitif terhadap suhu panas atau dingin.
  • Rasa pahit di mulut.
  • Nafas berbau tidak sedap.
  • Gusi kemerahan dan bengkak.
  • Melonggarnya gigi.
  • Area bengkak di rahang atas atau bawah.
  • Demam.
  • Kelenjar leher bengkak.
  • Gelisah akibat menahan nyeri 

Baca juga: Abses Gigi Dapat Sembuh dengan Sendirinya, Benarkah?

Diagnosis Abses Gigi

Untuk mendiagnosis abses gigi, dokter gigi akan melakukan tanya jawab seputar keluhan yang  dirasakan dan riwayat kesehatan pasien. Misalnya seperti telah mengalami cedera, mengidap kondisi medis tertentu, atau sedang menjalani pengobatan tertentu. Setelah itu, dokter akan melakukan tindakan berikut untuk mendiagnosis abses gigi:

  • Ketuk gigi. Gigi yang mengalami abses pada akarnya umumnya lebih sensitif terhadap sentuhan atau tekanan.
  • Radiografi Panoramik. Sinar-X gigi panoramik atau radiografi panoramik adalah tindakan pemindaian rahang atas dan bawah untuk memberi gambaran gigi dalam dua dimensi. Dokter biasanya akan merekomendasikan Sinar-X panoramik untuk mengidentifikasi abses dan mencari tahu apakah infeksi telah menyebar ke area lainnya.
  • Computed Tomography Scan (CT scan). Jika infeksi telah menyebar ke area lain di dalam leher, dokter perlu melakukan CT scan untuk menilai tingkat infeksi.

Pengobatan Abses Gigi

Fokus utama pengobatan abses gigi adalah untuk menghilangkan infeksi. Berikut opsi pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi:

  1. Drainase Abses

Dokter gigi perlu membuat sayatan kecil pada abses supaya nanah mengalir keluar. Setelah nanah terkuras habis, dokter gigi akan membersihkan area tersebut dengan air garam. Terkadang, saluran karet kecil ditempatkan untuk menjaga area tetap terbuka untuk drainase, sementara pembengkakan akan berkurang.

  1. Perawatan Saluran Akar

Pengobatan ini bertujuan untuk menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi. Dokter akan mengebor ke dalam gigi, menghilangkan jaringan pusat yang sakit (pulpa) dan mengeringkan abses. Setelah itu, dokter gigi akan mengisi dan menutup ruang pulpa dan saluran akar gigi. Gigi dapat ditutup dengan mahkota supaya lebih kuat, terutama jika yang terinfeksi adalah gigi belakang. 

  1. Cabut Gigi

Apabila gigi yang terkena tidak dapat diselamatkan, dokter gigi perlu mencabut gigi dan mengeringkan abses untuk menghilangkan infeksi. Sebelum mencabut gigi, dokter gigi perlu memberikan bius lokal melalui suntikan pada saraf di sekitar gigi yang akan dicabut. Untuk mengurangi rasa sakit karena suntikan, dokter juga dapat mengoleskan gel anestesi pada area yang akan disuntik terlebih dahulu.

  1. Obat Antibiotik

Jika infeksi telah menyebar ke gigi terdekat, rahang atau area lain, dokter gigi kemungkinan akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebarannya lebih lanjut. Dokter juga dapat merekomendasikan antibiotik jika kamu memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Komplikasi Abses Gigi

Abses gigi tidak dapat diobati secara mandiri atau tanpa perawatan. Jika tidak segera ditangani, abses berpotensi pecah dan infeksi dapat menyebar ke rahang atau area lain di kepala dan leher. Infeksi ini berisiko berkembang menjadi sepsis, yaitu infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh dan bisa mengancam nyawa. Bagi seseorang yang sistem kekebalan yang lemah, membiarkan abses gigi tidak diobati berisiko meningkatkan penyebaran infeksi.

Baca juga: Ini 4 Penyakit Serius yang Dipicu oleh Masalah Gigi dan Mulut

Pencegahan Abses Gigi

Pencegahan dapat dilakukan dengan rutin melakukan kontrol kesehatan gigi, menyikat gigi secara teratur terutama sebelum tidur, dan segera melakukan pengobatan jika terdapat gigi yang berlubang atau pecah. Berikut cara tepat menjaga kesehatan gigi:

  • Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Gunakan benang gigi atau pembersih interdental untuk membersihkan sela-sela gigi setiap hari.
  • Ganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan, atau setiap kali bulunya berjumbai.
  • Konsumsi makanan sehat, batasi makanan manis dan camilan di antara waktu makan.
  • Kunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan rutin dan pembersihan gigi secara menyeluruh.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan obat kumur antiseptik atau fluoride untuk menambahkan lapisan perlindungan ekstra terhadap kerusakan gigi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mempunyai gigi yang berlubang atau terdapat rasa nyeri pada gigi, segeralah periksakan gigi  ke dokter. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan efek negatif dari abses gigi sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Segera buat janji rumah sakit di klinik atau rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini. Jika kamu sudah terdiagnosis mengidap abses gigi, lakukan kontrol rutin untuk memantau perawatan gigi supaya dapat pulih lebih cepat.

Apabila kamu mengalami nyeri gigi dan tak kunjung membaik, segera hubungi dokter gigi melalui aplikasi Halodoc untuk mencari tahu penyebabnya. Jangan tunda untuk bertanya pada dokter sebelum kondisinya semakin memburuk. Download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Tooth Abscess.
National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2021. Dental Abscess.
American Association of Endodonitis. Diakses pada 2021. Abscessed Teeth.
National Health Service. Diakses pada 2021. Dental Abscess.
WebMD. Diakses pada 2021. What Is an Abscessed Tooth?
Healthline. Diakses pada 2021. Abscessed Tooth: What You Need to Know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Abscessed Tooth.