
DAFTAR ISI
- Actifed Hijau: Apa Itu?
- Kandungan Actifed Hijau
- Manfaat Actifed Hijau
- Peringatan Sebelum Menggunakan Actifed Hijau
- Dosis Actifed Hijau
- Peringatan dan Perhatian
- Efek Samping Actifed Hijau
- Kontraindikasi Actifed Hijau
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Actifed Hijau: Apa Itu?
Actifed Hijau adalah obat kombinasi yang digunakan untuk meredakan gejala batuk berdahak, flu, dan pilek.
Obat ini memiliki kandungan Triprolidine HCl, Pseudoephedrine HCl, dan Guaiphenesin.
Kandungan Actifed Hijau
Setiap tablet atau 5 ml sirup Actifed Hijau mengandung:
- Triprolidine: Bekerja sebagai antagonis kompetitif untuk reseptor histamin H1 dan mampu menekan sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan kantuk.
- Pseudoephedrine: Mempunyai aktivitas simpatomimetik langsung maupun tidak langsung dan merupakan dekongestan saluran nafas bagian atas.
- Guaiphenesin: Memiliki kerja sebagai ekspektoran, dengan menurunkan viskositas lendir dengan cara meningkatkan volume dan kandungan air dari sekresi tenggorokan, dengan demikian membantu pengeluaran sputum.
Kombinasi ketiga zat aktif ini bekerja secara sinergis untuk memberikan efek yang lebih komprehensif dalam meredakan gejala batuk berdahak dan pilek.
Selain itu, Ini Rekomendasi 7 Obat Batuk Berdahak yang Ampuh dan Aman.
Manfaat Actifed Hijau
Actifed Hijau memberikan beberapa manfaat utama dalam mengatasi gejala flu dan pilek, termasuk:
- Meredakan hidung tersumbat: Pseudoefedrin membantu menyempitkan pembuluh darah di hidung, mengurangi pembengkakan dan memudahkan pernapasan.
- Mengurangi bersin-bersin dan pilek: Triprolidin bekerja dengan menghambat efek histamin, zat kimia yang memicu reaksi alergi seperti bersin dan pilek.
- Menurunkan demam: Parasetamol membantu menurunkan suhu tubuh yang meningkat akibat infeksi.
- Meredakan sakit kepala dan nyeri tubuh: Parasetamol juga memiliki efek analgesik yang membantu mengurangi rasa sakit.
Peringatan Sebelum Menggunakan Actifed Hijau
Sebelum menggunakan Actifed Hijau ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu:
- Jangan digunakan jika memiliki alergi terhadap kandungan obat ini.
- Hati-hati pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Gunakan dengan hati-hati jika memiliki penyakit jantung.
- Konsultasikan ke dokter jika memiliki diabetes.
- Hati-hati pada penderita gangguan tiroid (hipertiroid).
- Tidak dianjurkan untuk penderita glaukoma.
- Jangan digunakan bersamaan dengan obat golongan MAOI atau dalam 14 hari setelah menghentikannya.
- Dapat menyebabkan kantuk, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat.
- Konsultasikan ke dokter sebelum digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.
- Tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 6 tahun kecuali atas petunjuk dokter.
Dosis Actifed Hijau
Berikut adalah panduan umum:
- Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun: 1 sendok takar (5mL), 3 kali sehari
- Anak-anak 6-12 tahun: 1/2 sendok takar (2.5mL), 3 kali sehari.
Obat ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun.
Penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan tidak melebihi dosis maksimum. Penggunaan jangka panjang sebaiknya dihindari tanpa pengawasan dokter.
Nah, Ini Rekomendasi Dokter Umum di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Efek Samping Actifed Hijau
Seperti obat-obatan lainnya, Actifed Hijau dapat menyebabkan efek samping, meskipun tidak semua orang mengalaminya. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi meliputi:
- Rasa kantuk.
- Pusing.
- Mulut kering.
Kontraindikasi Actifed Hijau
Beberapa kondisi medis memerlukan perhatian khusus saat menggunakan Actifed Hijau:
- Penyakit jantung
- Tekanan darah tinggi
- Diabetes
- Glaukoma
- Pembesaran prostat
- Hipertiroidisme
Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Actifed Hijau.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun Actifed Hijau dapat membantu meredakan gejala flu dan pilek, penting untuk mencari pertolongan medis jika:
- Gejala tidak membaik setelah 7 hari
- Demam tinggi (di atas 38.5°C)
- Batuk berdahak yang berwarna hijau atau kuning
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Nyeri dada
Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai Actifed Hijau atau kondisi kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc.
Dapatkan informasi medis yang akurat dan tepercaya langsung dari ahlinya dengan klik banner di bawah ini!

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ E commerce. Bisa dipesan di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Tik Tok Shop Official Store Halodoc.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Dipebaharui pada 19 Februari 2026.
Referensi:
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Cek produk. Actifed.
Drugs. Diakses pada 2026. Pseudoephedrine and Triprolidine.
MIMS Indonesia. Diakses pada 2026. Triprolidine + Pseudoephedrine.
FAQ
1. Actifed Hijau obat apa?
Actifed Hijau adalah obat untuk meredakan batuk berdahak, pilek, dan hidung tersumbat akibat flu atau alergi. Obat ini diproduksi oleh Haleon.
2. Apakah Actifed Hijau menyebabkan kantuk?
Ya, Actifed Hijau dapat menyebabkan kantuk pada beberapa orang. Oleh karena itu, hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi setelah mengonsumsinya.
3. Bolehkah Actifed Hijau diminum anak-anak?
Boleh, tetapi biasanya hanya untuk anak usia 6 tahun ke atas dan harus sesuai dosis yang dianjurkan. Untuk anak di bawah 6 tahun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.



