• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Actinic Keratosis

Actinic Keratosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Actinic Keratosis - Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Pengertian Actinic Keratosis

Actinic keratosis atau sering juga disebut solar keratosis, adalah gangguan yang menyebabkan kulit kasar dan bersisik akibat paparan ultraviolet dari sinar matahari dalam waktu lama (umumnya selama bertahun-tahun). Biasanya, kondisi ini terjadi pada wajah, bibir, telinga, lengan, kulit kepala, leher, atau kaki. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia lebih dari 40 tahun, tetapi dapat pula terjadi pada usia yang lebih muda.

Seseorang yang mengalami gangguan pada kulit ini kemungkinan besar dapat mengembangkan masalah yang lebih banyak di masa depan. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit yang lebih tinggi. Pasalnya, actinic keratosis dapat berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa (SCC), yaitu bentuk penyakit yang rentan terjadi pada kulit dan dapat menimbulkan masalah yang invasif.

Faktor Risiko Actinic Keratosis

Faktor risiko terjadinya actinic keratosis, antara lain:

  • Berusia lebih dari 40 tahun.
  • Tinggal di daerah yang tinggi paparan sinar matahari.
  • Memiliki rambut pirang dan mata yang berwarna.
  • Memiliki riwayat actinic keratosis atau kanker kulit.

Actinic keratosis juga kerap memengaruhi banyak orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis dan memiliki faktor predisposisi, seperti:

  • Tanda-tanda lain dari penuaan dini pada kulit (photoaging).
  • Kulit cerah dengan riwayat terbakar sinar matahari.
  • Riwayat terkena paparan sinar matahari yang terlalu sering atau terlalu lama.
  • Memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti dalam terapi kemoterapi, mengidap keganasan, penyakit HIV/AIDS, dan menggunakan obat-obatan penurun daya tahan tubuh.

 

Penyebab Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah hasil dari perkembangan sel kulit yang tidak normal disebabkan oleh kerusakan DNA akibat UVB dengan panjang gelombang pendek yang umumnya dari sinar matahari. Gangguan kulit ini lebih rentan untuk terjadi pada seseorang yang memiliki fungsi kekebalan buruk akibat penuaan, paparan sinar matahari, penyakit predisposisi, atau obat-obatan tertentu.

 

Gejala Actinic Keratosis

Gangguan actinic keratosis dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda dan variasinya juga banyak terkait penampilannya. Penyakit kulit ini paling sering terjadi pada area kulit yang paling sering menerima paparan sinar matahari, seperti wajah, telinga, punggung tangan, kaki, dan lengan. Nah, beberapa tanda dan gejala yang perlu diketahui, antara lain:

  • Adanya bagian kulit yang kasar, kering dan bersisik, biasanya berukuran kecil (kurang dari 2-3 sentimeter).
  • Bagian kulit tersebut dapat rata atau sedikit menonjol pada lapisan atas kulit.
  • Dapat berwarna kemerahan atau kecokelatan.
  • Dapat terasa gatal atau ada sensasi terbakar.
  • Pada beberapa kasus, permukaan menjadi keras layaknya kutil.

 

Diagnosis Actinic Keratosis

Saat menemui dokter kulit untuk melakukan pemeriksaan terkait gangguan actinic keratosis, langkah awal yang dilakukan, antara lain:

  • Memeriksa kulit secara hati-hati dan menyeluruh.
  • Mengajukan pertanyaan tentang kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan gejala yang dirasakan.

Jika kamu mengidap satu atau lebih banyak penyakit kulit ini, dokter kulit dapat mendiagnosis dengan melihat kondisi yang ada dengan cermat. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mencari tanda-tanda dari kanker kulit. Seseorang yang memiliki kulit yang rusak parah oleh sinar UV dapat mengembangkan actinic keratosis, bahkan kanker kulit.

Selain itu, biopsi kulit mungkin perlu dilakukan untuk melihat kondisi jaringan kulit di bawah mikroskop. Jika sudah dipastikan penyebabnya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan kulit lebih sering dan juga dilakukan pengobatan. 

Efek samping dari pengobatan ini adalah kulit yang terasa kasar, disertai dengan kemerahan dan bengkak. Saat ini terjadi, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Komplikasi Actinic Keratosis

Actinic keratosis yang diobati dini dapat disembuhkan atau dihilangkan. Namun, jika tidak diobati, beberapa dari bintik-bintik ini dapat berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa, sejenis kanker yang biasanya tidak mengancam nyawa jika terdeteksi dand diobati sedari dini.

 

Pengobatan Actinic Keratosis

Pemberian obat-obatan dan terapi intervensi merupakan metode yang dilakukan oleh dokter untuk mengobati actinic keratosis. Dokter akan memilih rekomendasi terapi berdasarkan keluhan dan kondisi kulit pengidap. Pengobatan dengan obat-obatan umumnya dengan menggunakan salep untuk mengurangi gejala. Sementara terapi intervensi yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Cryosurgery. Terapi ini disebut juga dengan krioterapi yang dilakukan dengan cara menggunakan nitrogen cair untuk membekukan pertumbuhan kulit. Biasanya, terapi ini membutuhkan waktu penyembuhan selama 7-14 hari.
  • Kuretase dan electrosurgery, yaitu dengan mengikis pertumbuhan kulit abnormal.
  • Shave excision. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat pertumbuhan kulit dan dilakukan pemeriksaan untuk kemungkinan keganasan.
  • Laser resurfacing. Dilakukan penembakan cahaya laser untuk menghancurkan lapisan kulit yang paling atas dan diharapkan akan tumbuh kembali jaringan kulit normal.

Kuretase dan shave excision berisiko menimbulkan bekas luka atau keloid, sehingga tidak disarankan bagi pengidap yang memiliki riwayat keloid.

Pencegahan Actinic Keratosis

Pencegahan actinic keratosis dapat dilakukan dengan cara meminimalkan paparan sinar matahari secara langsung. Hindari paparan sinar matahari antara jam 10 pagi dan jam 2 siang dan hindari berada di bawah sinar matahari lama hingga mengalami sunburn atau sun tanning. Selain itu, penggunaan sunscreen (tabir surya) pada seluruh bagian kulit yang terpapar matahari, termasuk juga bibir (dengan lip balm) juga dapat mengurangi risiko terjadinya actinic keratosis.

Pilih tabir surya yang mengandung proteksi terhadap UVA dan UVB. Gunakan setengah jam sebelum terpapar sinar matahari, dan ulangi tiap 2 jam jika berkeringat atau basah. Selain itu, memakai pakaian yang menutup tubuh yang terpapar sinar matahari atau menggunakan payung juga merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah paparan ultraviolet langsung ke kulit.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila terdapat penebalan atau benjolan pada kulit yang membesar atau berdarah, segera bicarakan pada dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu langsung di Halodoc.

Untuk mendapatkan kemudahan ini, kamu bisa download aplikasi Halodoc di smartphone-mu. Jangan ragu lagi untuk mengunduh aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store atau Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Actinic Keratosis.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2021. Actinic Keratosis: Diagnosis and Treatment.
Web MD. Diakses pada 2021. Understanding Actinic Keratosis — the Basics.
Diperbarui pada tanggal 24 November 2021