Adenoiditis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

adenoiditis-halodoc

 

Pengertian Adenoiditis

Adenoiditis adalah peradangan yang terjadi pada adenoid, yakni sekelompok jaringan yang terletak pada mulut bagian atas dan di belakang hidung. Dalam keadaan normal, bersamaan dengan tonsil (amandel) berfungsi untuk menangkap kuman yang melewati hidung atau mulut dengan menghasilkan antibodi untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Pemeriksaan dilakukan dengan bantun lampu senter, karena adenoid sangat sulit dilihat. Peradangan adenoid biasanya disebabkan oleh infeksi dan mengakibatkan kesulitan bernapas dan infeksi saluran napas berulang. Meskipun adenoiditis dapat terjadi pada orang dewasa, dalam banyak kasus adenoiditis lebih banyak terjadi pada anak-anak. 

Baca juga: Lebih Sering Dialami Anak-Anak, Kenali Penyebab Adenoiditis

 

Faktor Risiko Adenoiditis

Faktor risiko pada adenoiditis adalah adanya infeksi tonsil (amandel), infeksi tenggorokan, dan sering berada di tempat yang kurang bersih.

 

Penyebab Adenoiditis

Penyebab adenoiditis adalah adanya infeksi bakteri atau virus. Virus penyebab adenoiditis, antara lain virus adenovirus, Epstein-Barr, dan rhinovirus. Sementara itu, bakteri penyebab adenoiditis yang sering terjadi adalah bakteri infeksi kuman Streptokokus. 

 

Gejala Adenoiditis

Adenoiditis biasanya menyebabkan sumbatan pada saluran napas, sehingga umumnya keluhan yang dialami, yaitu:

  • Gangguan bernapas, termasuk saat bicara.

  • Mendengkur saat tidur.

  • Terdapat nyeri atau kering pada tenggorokan akibat pembengkakkan dan sering bernapas menggunakan mulut.

  • Gejala infeksi, seperti demam dan pilek.

  • Adanya pembesaran kelenjar getah bening pada leher.

  • Adanya nyeri telinga atau gangguan pendengaran.

 Baca juga: Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Terserang Adenoiditis

 

Diagnosis Adenoiditis

Diagnosis adenoiditis dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik dan juga wawancara oleh dokter. Biasanya, diagnosis dilakukan oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) untuk memeriksa lokasi peradangan dengan akurat. Jika dibutuhkan, pengambilan sampel bakteri atau organisme lain dari tenggorokan akan dilakukan untuk diperiksa lebih lanjut. Selain itu, pemeriksaan darah mungkin akan dilakukan untuk melihat tanda adanya peradangan, serta pemeriksaan penunjang lain, seperti pemeriksaan X-Ray untuk memastikan dan menentukan ukuran adenoiditis.

 

Komplikasi Adenoiditis

Jika terapi tidak dilakukan, peradangan adenoid dapat meluas dan menyebabkan gangguan pada organ sekitarnya, seperti telinga, hidung, dan dada. Infeksi telinga yang sering terjadi adalah infeksi telinga tengah, karena adenoid berlokasi dekat dengan saluran Eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan tenggorokan dan telinga tengah. Pada keadaan normal, saluran ini berfungsi sebagai drainase cairan yang ada pada telinga tengah. Dengan adanya peradangan dan pembengkakkan pada adenoid, aliran tuba akan terhambat dan dapat mengganggu pendengaran dan infeksi.

Adenoiditis juga dapat mengganggu aliran udara melalui hidung. Sinusitis dapat terjadi diakibatkan oleh adanya pembengkakan adenoid yang menyebabkan rongga sinus terisi cairan dan terinfeksi. Sementara itu, infeksi paru, pneumonia, dan brokinkitis juga dapat terjadi pada pengidap adenoiditis lama.

 

Pengobatan Adenoiditis

Pengobatan adenoiditis dilakukan dengan cara terapi awal dengan menggunakan antibiotik atau anti-virus untuk membunuh virus atau bakteri. Terapi pembedahan untuk mengangkat adenoid (adenoidektomi) mungkin akan disarankan pada beberapa keadaan. Misalnya kondisi infeksi yang tidak membaik setelah diterapi dengan antivirus atau antibiotik, terjadinya infeksi yang berulang, serta terdapat masalah medis lain, seperti keganasan, atau ukuran yang sangat besar hingga sangat mengganggu pernapasan dan menelan makanan.

Adapun efek samping dari pengobatan adenoiditis dengan pemberian antibitotik adalah adanya reaksi alergi. Selain itu, pada pengobatan yang tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik tersebut. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.

Baca juga: Awas, Ini 5 Komplikasi dari Adenoiditis

 

Pencegahan Adenoiditis

Adenoitis dapat dicegah dengan pola hidup sehat serta tetap menjaga daya tahan tubuh dengan berolahrga secara teratur. Pilihlah makanan sehat dan higienis, serta minum cukup air putih. Rata-rata kebutuhan air harian untuk orang dewasa adalah 2 liter dan dapat lebih apabila melakukan aktivitas berat. Usahakan juga untuk cukup tidur dan segera berobat ke dokter jika mengalami keluhan medis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila mengalami gangguan nyeri tenggorokan, gangguan menelan atau bernapas yang disertai demam, sebaiknya segera periksakan dir ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan sesuai domisili kamu melalui Halodoc.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Adenoitis

Diperbarui pada tanggal 20 Agustus 2019