• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Aerophobia
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Aerophobia

Aerophobia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
aerophobia-halodocaerophobia-halodoc

Pengertian Aerophobia

Aerophobia adalah ketakutan ekstrem untuk melakukan penerbangan, terutama menggunakan pesawat. Mereka akan sangat ketakutan saat lepas landas, mendarat, atau terkunci di dalam pesawat. 

Penyebab Aerophobia

Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi salah satu alasan utamanya adalah pengalaman traumatis saat menaiki pesawat. Contohnya pernah selamat dari kecelakaan pesawat, menonton berita jatuhnya pesawat, dan serangan militer oleh pesawat juga bisa memicu fobia ini.

Penelitian juga menunjukkan bahwa cuaca buruk, lepas landas, dan turbulensi selama penerbangan bisa memicu kecemasan dan lama-lama bisa berkembang menjadi fobia. 

Faktor Risiko Aerophobia

Ada sejumlah faktor yang bisa memicu aerophobia. Paling umum disebabkan karena fobia yang sudah dimiliki sebelumnya, seperti:

  • Claustrophobia rasa takut terbang karena berada di ruangan atau tempat yang sempit. 
  • Acrophobia atau takut ketinggian
  • Fobia sosial karena terpaksa menghabiskan waktu lama dengan orang asing.

Selain fobia, masalah kesehatan juga bisa menyebabkan aerophobia, seperti:

  • Sinus atau penyumbatan telinga tengah, yang dapat menyebabkan rasa sakit atau pusing selama penerbangan.
  • Pilek, vertigo atau gangguan telinga dapat menyebabkan rasa takut karena tekanan dalam pesawat bisa memperparah kondisi ini.
  • Penyakit kardiovaskular yang meningkatkan risiko penggumpalan darah, dapat menimbulkan kekhawatiran selama penerbangan.

Gejala Aerophobia

Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu menghindari penerbangan. 

Jika terpaksa melakukan penerbangan, mereka bisa mengalami serangan panik, seperti:

  • Panas dingin.
  • Pusing 
  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis).
  • Palpitasi jantung.
  • Mual.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Gemetar atau gemetar.
  • Sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

Diagnosis Aerophobia

Dokter meninjau gejala dan bertanya seputar ketakutan yang kamu alami. Diagnosis akan dibuat jika pasien memiliki tanda-tanda berikut:

  • Ketakutan yang tidak rasional saat memikirkan objek atau situasi yang menakutkan, seperti pesawat terbang atau perjalanan udara.
  • Merasa ketakutan selama enam bulan atau lebih.
  • Mencari cara untuk menghindari objek atau situasi yang ditakuti.
  • Kesulitan beraktivitas di rumah, tempat kerja atau melakukan situasi sosial karena ketakutan berlebihan.

Pengobatan Aerophobia

Opsi pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Terapi perilaku kognitif 

Jenis terapi ini berfokus mengubah cara berpikir pengidapnya tentang penerbangan. Contohnya dengan mempelajari cara kerja pesawat atau membandingkan tingkat keamanan pesawat dengan bentuk perjalanan lainnya. 

Terapis akan mengajari teknik untuk mengelola pemicu fobia. Misalnya dengan cara pernapasan dalam atau meditasi saat lepas landas, mendarat, atau turbulensi untuk mengurangi kecemasan.

2. Terapi paparan

Terapis memaparkan pasien ke tempat, pikiran, atau situasi yang berhubungan dengan perjalanan udara. Pasien dapat mengunjungi bandara dan melihat pesawat tiba dan berangkat. Alat virtual, seperti simulasi komputer penerbangan, juga dapat membantu proses terapi ini.

Komplikasi Aerophobia

Ketakutan berlebihan bisa membuat pengidapnya mengurung diri (isolasi sosial), perubahan suasana hati yang drastis, penyalahgunaan alkohol atau obat sampai bunuh diri.

Pencegahan Aerophobia

Tidak ada cara untuk mencegah aerophobia. Tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisirnya, seperti:

  • Menghindari hal-hal yang dapat memperburuk kecemasan, seperti kafein, obat-obatan, atau alkohol.
  • Berbagi ketakutan dan kecemasan dengan anggota keluarga, teman, atau teman sebaya.
  • Berbicara dengan penyedia layanan kesehatan tentang kondisi yang kamu alami.

Kapan Harus ke Dokter?

Temui dokter jika ketakutan yang kamu miliki menjadi tidak terkendali. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Aerophobia (Fear of Flying)
Verywell Mind. Diakses pada 2022. Aerophobia: The Fear of Flying.