halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Amlodipine

REVIEWED_BY  dr. Fauzan Azhari SpPD  
undefinedundefined

DAFTAR ISI

  • Amlodipine Obat Apa? 
  • Manfaat Amlodipine
  • Apa Kata Studi tentang Manfaat Amlodipine? 
  • Peringatan Sebelum Menggunakan Amlodipine
  • Dosis dan Aturan Pakai Amlodipine
  • Amlodipine 10 mg Untuk Tensi Berapa?
  • Amlodipine 5 mg Untuk Tensi Berapa?
  • Merek Dagang Amlodipine
  • Cara Menggunakan Amlodipine dengan Benar
  • Efek Samping Amlodipine
  • Interaksi Amlodipine
  • Kontraindikasi Amlodipine
  • FAQ

Amlodipine Obat Apa?

Amlodipine digunakan untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi), serta angina (nyeri dada akibat penyakit jantung). 

Amlodipine adalah obat yang termasuk dalam golongan calcium channel blockers (CCB) atau penghambat saluran kalsium. 

Amlodipine bekerja dengan cara menghalangi saluran kalsium di sel-sel otot jantung dan pembuluh darah. Kalsium merupakan ion yang penting untuk kontraksi otot, termasuk otot jantung dan otot polos pembuluh darah. 

Dengan menghalangi masuknya kalsium, amlodipine akan melebarkan pembuluh darah (dilatasi). Alhasil, tekanan darah dan aliran darah menjadi lebih stabil. 

  • Golongan: Obat antagonis kalsium.
  • Kategori: Obat keras yang memerlukan resep dokter.
  • Digunakan oleh: Dewasa dan anak di atas usia 6 tahun. 
  • Amlodipine untuk Ibu hamil: Belum ada studi terkontrol terkait penggunaan amlodipine pada ibu hamil. Ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. 
  • Amlodipine untuk Ibu menyusui: Kandungan obat amlodipine bisa terserap ke dalam ASI, sehingga obat ini tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui. 
  • Bentuk obat: Amlodipine umumnya tersedia dalam bentuk tablet.

Dapatkan Amlodipine 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc!

Manfaat Amlodipine

Berikut ini manfaat dari obat amlodipine yang perlu diketahui: 

1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Amlodipine digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Dengan menurunkan tekanan darah, obat ini membantu mencegah komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, dan kerusakan ginjal.

2. Angina (nyeri dada)

Amlodipine juga digunakan untuk mengatasi angina, yaitu nyeri dada yang terjadi ketika otot jantung kekurangan pasokan oksigen.

Obat ini meningkatkan aliran darah ke jantung dengan cara melebarkan pembuluh darah, yang kemudian dapat mengurangi beban jantung dan meredakan nyeri dada.

Apa saja komplikasi dari angina yang perlu diwaspadai? Baca di sini: Waspada, Ini Komplikasi Angina Pectoris yang Dapat Terjadi

Fakta tentang Amlodipine 

1. Amlodipine juga dapat disebut amlodipine besylate, amlodipine maleate atau amlodipine mesilat.
2. Mengonsumsi jeruk bali atau jus jeruk bali dalam jumlah banyak dapat meningkatkan jumlah amlodipine di tubuh, dan memperburuk efek sampingnya.
3. Pengobatan dengan amlodipine bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup. Namun, penggunaannya harus di bawah pengawasan medis. 

Apa Kata Studi tentang Manfaat Amlodipine?

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Hypertension tahun 2023 meninjau efektivitas amlodipine dalam mengatasi hipertensi selama 30 tahun terakhir.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa:

  • Amlodipine memiliki efek yang tahan lama (lebih dari 24 jam) dengan dosis tunggal, efektif mengontrol tekanan darah, termasuk pada lansia dan pasien dengan diabetes atau penyakit ginjal kronis.
  • Efek samping umum berupa edema (bengkak), palpitasi, dan pusing terutama pada dosis tinggi (10 mg).
  • Secara ekonomi, amlodipine juga dianggap hemat biaya.

Peringatan Sebelum Menggunakan Amlodipine

Sebelum menggunakan amlodipine, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, antara lain: 

  • Pastikan kamu tidak memiliki riwayat alergi obat, terutama amlodipine.
  • Jangan mengonsumsi alkohol dan merokok saat kamu sedang menjalani terapi obat amlodipine.
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. 
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang menggunakan obat-obatan lainnya, ini termasuk obat herbal dan suplemen. 
  • Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin, setelah menggunakan obat ini. Sebab pada beberapa kondisi, amlodipine bisa memicu kantuk, pusing, dan penglihatan kabur. 
  • Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan dengan dokter jika memiliki diabetes, penyakit liver, gagal jantung, penyakit jantung koroner atau serangan jantung, serta tekanan darah rendah. 

Dosis dan Aturan Pakai Amlodipine

Amlodipine bisa dikonsumsi dengan dosis umum sebagai berikut: 

  • Dewasa: Dosis awal 5 mg, 1 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan setelah 1-2 minggu pemakaian, berdasarkan rekomendasi dokter. Maksimal peningkatan dosis yakni 10 mg, 1 kali sehari. 
  • Anak di atas usia 6 tahun: Penggunaan amlodipine pada anak usia ≥ 6 tahun hanya diberikan jika direkomendasikan oleh dokter.

Obat amlodipine 10 mg juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Amlodipine 10 mg digunakan untuk tensi lebih dari 140/90 mmHG. 

Amlodipine 10 mg merupakan dosis yang relatif tinggi, biasanya diberikan pada pasien yang sudah menggunakan dosis lebih rendah, namun belum mendapatkan kontrol yang optimal. 

Demi alasan keamanan, kamu tetap harus mengonsumsi obat hipertensi ini sesuai dengan resep dokter. 

Amlodipine 10 mg Untuk Tensi Berapa?

Amlodipine 10 mg adalah dosis paling tinggi (maksimal) untuk satu kali minum dalam sehari. Obat ini tidak secara spesifik “untuk angka tensi tertentu”, melainkan diberikan berdasarkan seberapa sulit tekanan darah kamu dikendalikan. Berikut poin penting mengenai dosis 10 mg:

1. Kapan dosis 10 mg biasanya diberikan?

Dokter biasanya meresepkan dosis 10 mg jika:

  • Dosis awal (biasanya 5 mg) belum cukup untuk menurunkan tekanan darah ke angka normal (di bawah 140/90 mmHg atau 130/80 mmHg tergantung kondisi pasien).
  • Memiliki kondisi hipertensi derajat 2 atau lebih tinggi.

Amlodipine 5 mg Untuk Tensi Berapa?

Amlodipine 5 mg adalah dosis standar awal yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk menangani hipertensi (darah tinggi). Sama seperti dosis lainnya, penggunaan 5 mg tidak dipatok pada satu angka tensi saja, melainkan pada kondisi kesehatan secara menyeluruh. Berikut panduan umum penggunaannya:

1. Kapan dosis 5 mg digunakan?

Biasanya, dosis ini diberikan pada kondisi:

  • Hipertensi ringan hingga sedang: Jika tekanan darah Anda secara konsisten berada di rentang 140/90 mmHg hingga 159/99 mmHg.
  • Dosis awal (Starting Dose): Dokter memulai dengan 5 mg untuk melihat seberapa baik tubuh merespons obat sebelum memutuskan apakah perlu ditambah atau tetap.

Merek Dagang Amlodipine

Ada beberapa merek dagang obat amlodipine yang bisa kamu temui di pasaran, seperti: 

  • Amlodipine 10 mg 10 Tablet. Obat dengan kandungan amlodipine 10 mg yang bisa digunakan sebagai lini pertama pengobatan hipertensi atau darah tinggi. Selain itu, obat ini juga dapat mengendalikan nyeri dada kronis (angina pektoris) dengan cara meningkatkan suplai darah ke jantung. 
  • Theravask 10 mg 10 Tablet. Mengandung amlodipine besylate 10 mg untuk mengatasi hipertensi, serta iskemia miokard baik karena angina stabil atau angina prinzmetal. 
  • Canderin Duo 8 mg/5mg 10 Tablet. Obat dengan kandungan candesartan cilexetil dan amlodipine ini bisa digunakan sebagai obat hipertensi atau tekanan darah tinggi. 
  • Amlodipine 5 mg 10 Tablet. Mengandung amlodipine 5 mg yang bisa digunakan untuk mengatasi hipertensi, pada pasien yang tidak cukup terkontrol dengan obat antihipertensi tunggal lainnya (selain amlodipine).

Mau tahu rekomendasi obat untuk mengatasi hipertensi? Baca di sini: Ini 5 Obat Hipertensi yang Ampuh Turunkan Darah Tinggi

Cara Menggunakan Amlodipine dengan Benar

Amlodipine tersedia dalam berbagai sediaan mulai dari tablet hingga suspensi. Nah, untuk menggunakannya, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini: 

  • Jika disarankan mengonsumsi obat ini 1 kali sehari, minumlah di pagi hari sebelum jam 9 pagi, sesuai dengan anjuran dokter. 
  • Gunakan obat berdasarkan aturan dokter. Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa seizin dokter, karena bisa menyebabkan kondisi memburuk tiba-tiba.  
  • Apabila kamu lupa mengonsumsi obat ini, minumlah dosis selanjutnya dan jangan minum dosis yang sudah terlewat. Hindari menggandakan dosis untuk mencegah efek samping obat. 
  • Simpan obat pada suhu ruangan, serta jauhkan dari cahaya dan kelembapan agar kualitas obat tetap terjaga.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Amlodipine

Penggunaan amlodipine yang tidak sesuai aturan bisa memicu efek samping seperti: 

  • Kantuk;
  • Mual;
  • Muntah;
  • Sakit kepala;
  • Sakit perut;
  • Kulit wajah memerah atau hot flashes. 

Selain itu, ada juga efek samping amlodipine serius yang perlu kamu waspadai, antara lain:

  • Jantung berdebar atau terasa seperti bergetar;
  • Nyeri di dada yang semakin intens;
  • Kaki bengkak.

Jika muncul efek samping tersebut, segera hentikan penggunaan obat dan lakukan konsultasi dengan dokter. 

Interaksi Amlodipine

Penggunaan amlodipine dengan obat lain dapat memicu reaksi di dalam tubuh, seperti: 

  • Peningkatan kadar amlodipine jika dikonsumsi bersama dengan imunosupresan, seperti siklosporin dan tacrolimus. 
  • Penurunan kadar amlodipine jika diminum bersama dengan rifampicin. 
  • Amlodipine dapat meningkatkan kadar simvastatin dalam darah, sehingga dosis simvastatin tidak boleh melebihi 20 mg/hari.
  • Peningkatan kadar amlodipine jika diminum bersama dengan erythromycin, ritonavir, dan ketoconazole. 

Kontraindikasi Amlodipine

Kontraindikasi merupakan kondisi ketika seseorang tidak dapat mengonsumsi atau menjalani pengobatan medis tertentu. Nah, terkait amlodipine, ada beberapa kontraindikasi yang perlu dilakukan, yaitu: 

  • Obat sebaiknya tidak diminum oleh orang yang memiliki hipersensitif terhadap kandungan di dalamnya. 
  • Tidak disarankan untuk pengidap syok kardiogenik, angina tidak stabil, hipotensi berat, gagal jantung, dan gangguan hepar. 
  • Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui harus berdasarkan rekomendasi dokter. 

Kesimpulan

Amlodipine adalah obat yang efektif untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan nyeri dada. Penting untuk menggunakan obat ini sesuai dengan anjuran dokter dan memperhatikan efek samping serta interaksi obat yang mungkin terjadi. J

ika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang amlodipine, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Kamu bisa beli obat amlodipine atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Diperbarui pada 28 Januari 2026
Referensi: 
MIMS Indonesia. Diakses pada 2026. Amlodipine.
WebMD. Diakses pada 2026. Amlodipine – Uses, Side Effects, and More.
BPOM RI. Diakses pada 2026. Amlodipine Besylate. 
NHS. Diakses pada 2026. About Amlodipine. 
The Journal of Clinical Hypertension. Diakses pada 2026. Amlodipine in the current management of hypertension.

FAQ

1. Amlodipine besylate 5 mg dan 10 mg obat apa?

Amlodipine 5 mg adalah obat golongan penghambat kanal kalsium (calcium channel blocker) yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan nyeri dada akibat angina stabil atau angina vasospastik. 

Amlodipine besylate 10 mg obat apa? Sementara itu, Amlodipine besylate 10 mg merupakan obat yang sama tetapi dengan dosis yang berbeda (lebih tinggi). Obat ini digunakan jika dosis lebih rendah kurang efektif.

3. Apakah amlodipine bisa menyebabkan ketergantungan?

Tidak, amlodipine tidak menyebabkan ketergantungan. Namun, penting untuk terus mengonsumsi obat ini sesuai dengan anjuran dokter untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi.

4. Berapa lama amlodipine mulai bekerja?

Amlodipine mulai bekerja dalam beberapa jam setelah dikonsumsi. Namun, efek penuhnya mungkin baru terlihat setelah beberapa minggu penggunaan rutin.

5. Apa yang harus dilakukan jika saya lupa minum amlodipine?

Jika lupa minum amlodipine, segera minum dosis yang terlewat jika masih ada waktu sebelum dosis berikutnya. Jika sudah dekat dengan dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan dengan jadwal minum obat yang biasa. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.

TRENDING_TOPICS

VIEW_ALL
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp