Batuk Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Pengertian Batuk Kronis

Untuk batuk yang terjadi beberapa hari atau di bawah satu minggu, biasanya hal tersebut disebabkan oleh flu atau masuk angin dan setelahnya dapat kembali normal. Mungkin mengalami sesuatu yang serius apabila mengalami batuk yang tidak kunjung membaik. Batuk yang berkelanjutan dalam kurun waktu delapan minggu atau lebih untuk dewasa ataupun empat minggu untuk anak-anak didefinisikan sebagai batuk kronis.

Batuk sendiri merupakan refleks positif dari tubuh untuk pengidapnya. Seperti ketika batuk, sang pengidap mengeluarkan lendir dan material asing dari saluran udara yang dapat mengganggu paru-paru. Tetapi, batuk kronis membuat si pengidap merasa sangat tidak. Umumnya batuk kronis menimbulkan gangguan tidur, mengganggu performa kerja, dan juga kehidupan sosial.

Baca juga : Batuk Tak Kunjung Sembuh, Pertanda Apa?

 

Faktor Risiko Batuk Kronis

Pengembangan faktor risiko adalah sebagai berikut:

  • Merokok

Racun yang terkandung dalam rokok adalah faktor risiko utama yang menyebabkan batuk kronis. Hal tersebut disebabkan oleh racun-racun yang terkandung dalam asap rokok bisa merusak bulu-bulu penyaring kotoran di sepanjang saluran napas, sehingga mudah menimbulkan iritasi.

  • Alergi

Alergen atau faktor penyebab alergi seseorang kambuh, bisa menjadi faktor risiko munculnya gejala batuk kronis pada sang pengidap alergi. Alergi yang muncul bisa saja disebabkan oleh bulu kucing, debu dan polusi udara, udara dingin, makanan atau minuman tertentu, maupun akibat mencium wewangian tertentu. Jika batuk semakin parah, bisa saja batuk kronis tersebut disebabkan oleh alergi.

  • Lingkungan

Lingkungan yang menjadikan faktor risiko tinggi adalah seperti tempat kerja yang mengandung iritan, sehingga sang pengidap menghirup udaranya yang mengakibatkan batuk. Selain itu, risiko batuk kronis juga dapat meningkat pada area yang memiliki polusi udara tinggi, seperti memasak sesuatu menggunakan batu bara.

  • Penyakit Paru-Paru

Orang yang mengidap asma, bronkiektasis (saluran udara membesar), dan infeksi paru-paru memiliki resiko lebih tinggi terkena batuk kronik.

  • Jenis Kelamin Wanita

Risiko batuk kronis lebih tinggi untuk dialami wanita, karena wanita memiliki refleks batuk yang lebih sensitif.

 

Penyebab Batuk Kronis

Bermacam masalah medis bisa menjadi penyebab batuk kronis yang terjadi selama berminggu-minggu. Indikasi akan batuk kronis juga biasanya disebabkan lebih dari satu penyebab. Berikut adalah penyebab batuk kronis yang biasa terjadi oleh satu atau kombinasi dari berbagai faktor :

  • Postnasal Drip

Terjadi apabila seseorang mengidap radang sinus atau hidung yang memproduksi lendir ekstra, sehingga dapat menetes ke belakang tenggorokan dan menyebabkan refleks batuk atau disebut sebagai sindrom saluran napas.

  • Asma

Asma terjadi karena terjadi penyempitan dan pembengkakan saluran udara. Hal tersebut memicu produksi lendir yang berlebihan. Batuk kronis yang disebabkan oleh asma biasanya terjadi pada musim tertentu ketika infeksi menyerang saluran pernapasan. Selain itu, paparan udara dingin, bahan kimia, atau wewangian tertentu juga bisa menjadi pemicu asma.

  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) / Penyakit Asam Lambung

Kondisi ini umum terjadi ketika asam lambung mengalir naik dalam saluran yang menghubungkan lambung dan tenggorokan. Kondisi tersebut menyebabkan adanya iritasi dengan gejala nyeri pada ulu hati atau biasanya sang pengidap akan merasakan sensasi terbakar di dada. Iritasi yang berkelanjutan tersebut yang bisa menyebabkan batuk kronis.

  • Bronkitis Kronis

Apabila radang pada saluran paru (Bronkus) terjadi dalam kurun waktu yang lama, maka dapat terjadi batuk kronik yang disertai dengan dahak. Umumnya, pengidap bronkitis adalah para perokok pasif, perokok aktif, maupun orang yang sudah berhenti merokok.

Adapun, beberapa faktor lain yang jarang menjadi penyebab batuk kronis, seperti :

  • Bronkiektasis (saluran udara rusak)

  • Fibrosis kistik

  • Kanker paru-paru

  • Sarkoidosis (kumpulan sel-sel inflamasi di berbagai bagian tubuh, paling umum paru-paru)

Baca juga : Batuk Tak Kunjung Sembuh, Hati-Hati TB

 

Gejala Batuk Kronis

Gejala dan tanda-tanda yang menunjukan batuk kronis adalah sebagai berikut :

  • Hidung yang berair dan terasa pengap;

  • Sakit tenggorokan yang menyebabkan batuk untuk membersihkan tenggorokan;

  • Adanya indikasi air yang cair mengalir di bagian belakang tenggorokan, atau Postnasal drip;

  • Suara yang serak;

  • Napas pendek;

  • Perut yang mulas atau mulut terasa asam;

  • Penurunan berat badan;

  • Demam dan dapat menyebabkan menggigil;

  • Berkeringat di malam hari;

  • Kesulitan menelan atau batuk saat menelan;

  • Mudah lelah; dan

  • Dalam kasus yang parah, pengidap bisa mengalami batuk darah.

 

Diagnosis Batuk Kronis

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan melakukan tes fisik. Biasanya, dokter akan memberikan terapi sesuai gejala klinis terlebih dahulu. Apabila respon terhadap terapi tersebut tidak baik, maka akan dilakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan Pencitraan Rontgen

Pengecekan rutin X-ray dada belum tentu bisa menentukan penyebab umum batuk seperti postnasal drip, refluks asam lambung atau asma. Dengan rontgen, gambaran akan adanya kanker paru-paru, pneumonia, dan penyakit paru-paru lainnya yang dapat menjadi penyebab batuk kronik bisa lebih jelas. Rontgen sinus dapat dilakukan jika ada kecurigaan akan infeksi sinus.

  • Computerized Tomography (CT) Scan

Lewat CT scan, gambaran yang diberikan akan lebih jelas dan rinci jika dibandingkan dengan menggunakan rontgen.

  • Tes Fungsi Paru-Paru

Tes fungsi paru-paru tergolong sederhana untuk digunakan mendiagnosis asma. Tes ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak udara yang bisa ditahan paru-paru dan seberapa cepat pasien menghembuskan napas.

 

Pengobatan Batuk Kronis

Untuk pengobatan batuk kronis tergantung pada penyebabnya, seperti:

  • Refluks Asam Lambung

Penggunaan obat ini adalah untuk mengurangi produksi asam didalam tubuh. Jenis obat-obatan refluks asam lambung adalah sebagai berikut:

  • Antasida;

  • H2 receptor blockers;

  • Proton pump inhibitors; dan

  • Asma.

Jenis obat yang dapat digunakan untuk pengobatan asma adalah steroid inhalasi dan bronkodilator yang didapat dari resep dokter.

  • Bronkitis Kronis

Obat untuk penyakit ini biasanya bronkodilator dan steroid inhalasi yang digunakan sebagai pengobatan bronkitis kronis dan lainnya.

  • Antibiotik

Resep antibiotik akan diberikan oleh dokter jika penyebab batuk kronis adalah infeksi bakteri. Reaksi alergi bisa saja timbul sebagai efek samping dari antibiotik.

  • Perawatan Dirumah

Proses pengobatan ini dapat dilakukan dirumah dengan menghangatkan cairan yang bisa diminum, menghirup air hangat, dan menjaga kelembaban udara.

 

Pencegahan Batuk Kronis

Pencegahan batuk kronik bisa dilakukan dengan :

  • Menghindari hal yang dapat memicu alergi atau asma;

  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal;

  • Menghindari merokok; dan

  • Mengatur pola makan dan tidur yang baik.

Baca juga : 4 Penyakit dengan Ciri Batuk Darah

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila gejala batuk sudah mengganggu dialami selama 3 minggu lebih baik mengunjungi dokter untuk tindakan lebih lanjut. Jika batuk terjadi terus-menerus, seharusnya tidak boleh dianggap sepele. Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa mengatur jadwal temu dan memilih dokter terbaik di sini.

Referensi:
Medicalnewstoday.com. Diakses pada 2019. What causes a chronic cough?
Health.harvard.edu. Diakses pada 2019. Persistent cough, common causes and cures

Diperbarui pada 18 September 2019