Bidai Tulang Kering

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering merupakan masalah kesehatan pada tulang yang menyebabkan rasa sakit di sepanjang tulang kering. Cedera ini bisa menimbulkan rasa nyeri pada tulang kering atau tulang tibia yang merupakan tungkai bawah bagian depan. Dalam kebanyakan kasus, cedera ini biasanya terjadi pada seseorang yang berolahraga terlalu keras.

 

Faktor Risiko Bidai Tulang Kering

Setidaknya terdapat beberapa kondisi yang bisa memicu terjadi bidai tulang kering. Berikut beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai:

  • Memiliki permukaan kaki yang datar atau terlalu melengkung ke dalam.

  • Memiliki otot betis yang kencang.

  • Memiliki jaringan penghubung otot betis ke tulang tumit (tendon achilles) yang kencang.

  • Memiliki pergelangan kaki yang lemah.

  • Kelebihan berat badan.

  • Memakai sepatu olahraga yang tidak tepat.

  • Mengikuti latihan militer.

Baca juga: Sering Olahraga Lari Berisiko Alami Bidai Tulang Kering

 

Penyebab Bidai Tulang Kering

Penyebab bidaing tulang kering akibat tekanan berulang pada tulang kering atau tibia dan jaringan ikat. Jaringan inilah yang berfungsi melekatkan otot pada tulang. Umumnya, bidai tulang kering berisiko terjadi dalam olahraga lari, terutama pada saat awal melakukannya ketika kaki belum terbiasa. Jika berlari pada permukaan keras atau terjal, maka risiko bidai tulang kering akan semakin tinggi. Di samping itu, cedera ini juga bisa terjadi ketika kita melakukan olahraga yang melibatkan gerakan berhenti secara mendakak. Contohnya, badminton, tenis, atau bola basket. 

 

Gejala Bidai Tulang Kering

Umumnya, rasa nyeri akan terjadi di sepanjang tulang kering yang terletak di bagian kaki bawah. Rasa sakit paling terasa di bagian dalam dan umumnya membuat kaki terlihat bengkak.

Tingkat keparahan rasa sakit pada bidai tulang kering bisa bermacam-maca. Ada yang nyerinya terasa saat sedang melakukan aktivitas, ada yang sebelum beraktivitas, dan ada yang sesudah aktivitas. Bahkan pada kasus tertentu, rasa nyeri tidak terasa saat melakukan aktivitas.

Selain hal-hal di atas, gejala bidai tulang kering juga bisa berupa:

  • Timbul rasa nyeri pada kedua tulang kering.

  • Nyeri akan bertambah parah ketika menaiki tangga.

  • Mengalami pembengkakan ringan di sekitar tibia.

  • Timbul rasa nyeri dalam tulang kering. Mulanya nyeri ini dapat hilang setelah berhenti berolahraga, tapi akan timbul lagi hingga mengakibatkan patah tulang karena tekanan pada tungkai.

  • Tungai bagian bawah sedikit bengkak.

Tingkat keparahan yang bisa dirasakan pengidap bidai tulang kering adalah saat pengidapnya tidak sanggung melakukan aktivitas apapun karena rasa nyeri yang dirasakan.

Baca juga: Jangan Panik, Begini Tips Mengatasi Nyeri karena Bidai Tulang Kering

 

Diangnosis Bidai Tulang Kering

Untuk mendiagnosis bidai tulang kering, dokter akan melakukan wawancara medis di tahap awal. Wawancara ini bertujuan untuk mencari tahu aktivitas yang dilakukan sebelumnya dan gejala yang menyertainya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menelisik ada-tidaknya peradangan pada daerah tulang kering.

Tahap selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dan MRI. Pemeriksaan pemindaian ini bertujuan untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis. Umumnya pemeriksaan ini dilakukan pada kasus patah tulang, cedera tendon, atau sindrom kompartemen.

 

Komplikasi Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering yang tidak ditangani depat tepat, bisa saja menimbulkan masalah lain berupa komplikasi. Untuk atlet dan personil militer, komplikasi yang terjadi bisa menyebabkan penurunan kinerja tubuh, khususnya bagian kaki. Di samping itu, bidai tulang kering bisa berkembang menjadi tibial stress fracture, atau patahnya tulang tibial.

 

Pengobatan Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering umumnya cukup diatasi dengan istirahat dan membatasi diri dari aktivitas berat atau olahraga yang bisa menyebabkan penekanan pada tulang kering. Isirahat ini setidaknya harus dilakukan selama dua minggu. Untuk mengganti olahraga selama beristirahat bisa melakukan yoga atau berenang.

Selain itu, rutin mengompres bagian yang nyeri dengan kantong es tiap dua atau tiga jam sekali selama 10 hingga 15 menit. Bicarakan pada dokter untuk mendapatkan obat pereda rasa sakit yang dijual bebas di apotik seperti ibuprofen atau parasetamol.

 

Pencegahan Bidai Tulang Kering

Ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya cedera pada tulang kering. Contohnya:

  • Melakukan pemanasan dengan baik sebelum berolahraga.

  • Gunakan sepatu olahraga yang tepat, terutama dengan sol atau bantalan yang mendukung bentuk kaki.

  • Tingkatkan kadar latihan, fleksibilitas dan kekuatan kaki secara bertahap.

  • Sebisa mungkin untuk tidak melakukan olahraga di atas permukaan yang keras.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Pengobatan segera bisa membantu mencegah kondisi semakin buruk.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Shin Splints.  
National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. Diakses pada 2019. Medial Tibial Stress Syndrome
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Shin Splints.

Diperbarui pada 28 Agustus 2019