• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Blefaritis

Blefaritis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
blefaritis-halodoc

Pengertian Blefaritis

Blefaritis adalah kondisi oftalmologis yang ditandai dengan peradangan pada tepi kelopak mata. Kondisi ini membuat bagian tersebut jadi bengkak dan memerah. Umumnya, salah satu mata terlihat lebih meradang, ketimbang mata yang satunya. Kondisi penyakit mata ini bisa bersifat akut atau kronis.

Penyakit mata ini tidak memandang usia, alias bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya ada tiga jenis blefaritis, yaitu:

  • Blefaritis anterior, jenis ini ditandai dengan peradangan pada kulit di sekitar pangkal bulu mata. Kondisi ini akibat reaksi tubuh terhadap bakteri Staphylococcus.
  • Blefaritis posterior, jenis ini menyebabkan peradangan pada kelenjar meibomian karena tersumbat kotoran, inflamasi, atau serpihan kulit.
  • Blefaritis campuran, jenis ini merupakan kombinasi antara blefaritis anterior dan blefaritis posterior.

Faktor Risiko Blefaritis

Ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadi blefaritis. Misalnya:

  • Infeksi bakteri.
  • Ketombe pada kulit kepala atau alis.
  • Alergi akibat penggunaan kosmetik.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Adanya kutu pada bulu mata.
  • Adanya kelainan pada kelenjar minyak.

Penyebab Blefaritis

Penyebab blefaritis berbeda antara akut dan kronis. Blefaritis akut bisa bersifat ulseratif atau nonulseratif. Blefaritis ulseratif disebabkan oleh infeksi yang biasanya oleh bakteri Stafilokokus. Infeksi virus seperti infeksi Herpes simplek dan varicella zoster juga bisa menyebabkan blefaritis ulseratif. Sementara blefaritis nonulseratif biasanya merupakan reaksi alergi, seperti atopik atau musiman.

Selain itu, penyebab blefaritis juga berbeda-beda tergantung dari lokasi terjadinya masalah mata tersebut. Blefaritis anterior biasanya disebabkan oleh infeksi stafilokokus atau penyakit seboroik. Blefaritis anterior juga bisa dikaitkan dengan rosacea. Sementara blefaritis posterior disebabkan oleh disfungsi kelenjar Meibom. Kelenjar tersebut mengeluarkan zat berminyak secara berlebihan, sehingga membuat mata tersumbat dan membesar. Pada blefaritis campuran (blefaritis anterior dan posterior), penyebabnya adalah tungau Demodex.

Gejala Blefaritis

Gejala blefaritis biasanya terasa memburuk pada pagi hari. Hal yang perlu digarisbawahi, gejala blefaritis bukan cuma menyoal pembengkakan atau kelopak mata yang memerah. Berikut ini beberapa gejala yang umumnya dialami pengidap blefaritis:

  • Kelopak mata terasa gatal.
  • Mata bisa tampak berair atau bisa tampak kering.
  • Mata terasa berpasir dan panas.
  • Pengelupasan kulit di sekitar mata.
  • Bulu mata menjadi berkerak atau berminyak.
  • Tepi kelopak mata terlihat bengkak.
  • Kelopak mata menjadi lengket.
  • Mata menjadi sensitif terhadap sinar matahari.
  • Penglihatan tampak buram.
  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal.
  • Tanpa disadari, mata menjadi lebih sering berkedip.
  • Tidak nyaman saat memakai lensa mata.
  • Kehilangan bulu mata (pada kasus blefaritis parah).

Diagnosis Blefaritis

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan memeriksa kondisi mata pasien. Pemeriksaan ini difokuskan pada kelopak mata. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat seperti kaca pembesar. Tujuannya agar bisa melihat kondisi mata pasien dengan detail.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan mengambil sampel kerak kulit atau minyak pada kelopak mata untuk diteliti. Lewat sampel ini baru bisa diketahui ada-tidaknya infeksi jamur, bakteri, atau alergi.

Komplikasi

Blefaritis bisa menyebabkan masalah mata lainnya, seperti

  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal.
  • Kerontokan bulu mata.
  • Bintitan. Ini bisa menimbulkan rasa sakit pada bagian tepi kelopak mata karena infeksi yang berkembang.
  • Luka pada kelopak mata.
  • Bentuk tepi kelopak mata yang berubah (melipat ke dalam atau ke luar).
  • Kalazion. Ini adalah benjolan seperti bintit yang muncul di bagian dalam kelopak mata. Kalazion seringkali terjadi akibat bintitan yang tidak kunjung sembuh. Masalah mata ini bisa membuat kelopak mata kamu membengkak dan menjadi merah, tetapi kalazion biasanya bisa sembuh dengan sendirinya.
  • Rasa tidak nyaman ketika memakai kontak lensa.
  • Tukak pada kornea akibat iritasi berkepanjangan.
  • Kerusakan pada kornea. Dalam kasus yang parah, blefaritis bisa melukai kornea kamu (lapisan luar bening di depan mata). Hal ini bisa terjadi karena pembengkakan atau iritasi pada kelopak mata atau bulu mata yang tumbuh ke arah yang salah.
  • Mata kering. Minyak dan serpihan bisa menumpuk di lapisan air mata kamu (lapisan tipis air mata di permukaan mata. Akibatnya, mata bisa terasa kering atau mata kamu berair karena air mata tidak bekerja dengan benar.

Pengobatan

Apabila tingkat inflamasi belum parah, blefaritis dapat diredakan dengan mencuci mata menggunakan air bersih dan dikompres dengan air hangat. Namun, apabila cara ini belum berhasil untuk meredakan inflamasi, maka sebaiknya menemui dokter untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Contohnya, antibiotik dalam bentuk tetes mata dan salep mata akan diresepkan oleh dokter jika inflamasi disebabkan oleh infeksi bakteri. Terutama pada kasus infeksi yang sudah menyebar hingga ke luar kelopak mata, tetes mata antibiotik adalah obat yang paling umum diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kondisi tersebut. Bila kondisi tidak membaik dengan penggunaan obat di mata, dokter akan memberikan obat antibiotik minum.

Dokter akan meresepkan obat steroid dalam bentuk tetes dan salep jika inflamasi pada kelopak mata bukan disebabkan oleh infeksi. Namun, bila pengidapnya mengalami iritasi sehingga membuat mata kering, dokter akan meresepkan obat lain. Misalnya, tetes mata yang punya efek melumasi.

Selama menjalani pengobatan, sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3. Contoh-contoh makanan yang mengandung omega-3, di antaranya adalah:

  • Ikan sarden, tuna, dan salmon.
  • Kacang-kacangan.
  • Kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai.
  • Biji-bijian.
  • Sayuran berdaun hijau.

Pencegahan 

Agar terhindar dari blefaritis, cuci wajah hingga bersih secara teratur tiap hari. Selain itu, jaga kebersihan tangan untuk menghindari kontaminasi bakteri ketika menyentuh mata. Jika biasa memakai riasan wajah, jangan lupa untuk membersihkannya tiap sebelum tidur malam.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika merasakan gejala bengkak, nyeri, dan mata tampak merah, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan. Kamu juga bisa cek obat yang kamu butuhkan untuk mengobati blefaritis melalui aplikasi Halodoc. Jangan menggosok mata apabila merasakan gejala gatal karena hal itu bisa memperluas penyebaran infeksi. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Eyelid Inflammation (Blepharitis).
NHS Choices UK. Diakses pada 2022. Health A-Z. Blepharitis. 
Mayo Clinic Diakses pada 2022.Diseases and Conditions. Blepharitis.
National Eye Institute. Diakses pada 2022. Blepharitis
Stat Pearls. Diakses pada 2022. Blepharitis

Diperbarui pada 24 Januari 2022