Bruxism

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Bruxism

Bruxism adalah kebiasaan parafungsi berupa menggertakkan gigi-gigi (grinding) atau mengatupkan rahang atas dan bawah dengan keras (clenching).

 

Penyebab dan Faktor Risiko Bruxism

Bruxism dapat terjadi pada siang maupun malam hari, namun bruxism yang paling parah adalah yang terjadi pada malam hari. Pengalaman stres dan faktor psikososial berperan penting pada penyebab bruxism.

 

Gejala Bruxism

Gejala bruxism dinilai dari adanya keausan gigi. bentuk tonjol gigi yang curam, peningkatan derajat mobilitas gigi yang terlibat, maloklusi, patahnya gigi akibat tekanan yang berlebihan, dan kelainan pada sendi. Kelainan sendi temporomandibula merupakan suatu sindrom rasa nyeri pada sendi rahang yang dikenal dengan temporomandibular disorder (TMD).

TMD dapat menimbulkan nyeri, kesulitan menggerakkan rahang, dan membuka mulut lebar. Nyeri dapat dirasakan pada bagian tengkuk, leher, wajah, telinga, dan area TMJ. Bruxism dapat terjadi pada siang maupun malam hari, namun bruxism yang paling parah adalah yang terjadi pada malam hari.

 

Diagnosis Bruxism

Diagnosis Bruxism dapat diketahui laporan penderita sendiri (self-reported) dan observasi klinik adanya keausan gigi.

 

Pengobatan Bruxism

Pengobatan khusus belum ditetapkan, namun umumnya dengan melakukan behavioral therapy. Selain itu, kontrol ke dokter gigi secara teratur untuk mencegah kerusakan gigi karena bruxism.

 

Pencegahan Bruxism

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah adalah menegur jika sedang melakukan bruxism dan konseling dini pada anak.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala tersebut, maka segera periksakan diri ke dokter gigi terdekat agar dapat menemukan penyebab dan mengetahui penanganannya. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.