Cegukan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Cegukan

Baik orang dewasa dan bayi pasti pernah mengalami cegukan atau singultus. Cegukan yang ditandai dengan suara chik ini terjadi ketika diafragma, atau membran otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi. Setiap kontraksi yang terjadi pada organ akan memiliki peran penting dalam pernapasan tersebut dan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba, sehingga menghasilkan suara khas cegukan.

 

Faktor Risiko Cegukan

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya cegukan:

  • Jenis kelamin anda. Pria lebih mungkin untuk mengembangkan cegukan jangka panjang daripada wanita.

  • Masalah mental atau emosional. Kecemasan, stres, dan kegembiraan sering dikaitkan dengan beberapa kasus cegukan jangka pendek maupun panjang.

  • Pembedahan. Beberapa orang mengembangkan cegukan setelah menjalani anestesi umum atau setelah prosedur yang melibatkan organ-organ perut.

Baca juga: Cegukan Tak Kunjung Berhenti? Awas Gejala Penyakit Ini

 

Penyebab Cegukan

Umumnya cegukan berlangsung singkat atau hanya beberapa menit, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Cegukan singkat dapat dipicu oleh:

  • Minuman panas.

  • Minuman bersoda.

  • Minuman beralkohol.

  • Mengonsumsi makanan pedas.

  • Makan terlalu cepat.

  • Merokok.

  • Stres, takut, atau gembira.

  • Perut yang kembung.

Dalam beberapa kasus, cegukan juga ada yang bisa berlangsung lama, yaitu lebih dari dua hari. Biasanya, cegukan seperti ini disebabkan oleh masalah kesehatan seperti:

  • Gangguan metabolisme, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dan diabetes.

  • Gangguan saraf vagus, misalnya akibat meningitis, faringitis, dan penyakit gondok.

  • Gangguan sistem saraf, seperti cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor, dan stroke.

  • Gangguan pernapasan, seperti penyakit pleuritis, pneumonia, dan asma.

  • Reaksi psikologi, seperti stres, gembira, sedih, takut, atau syok.

  • Gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus, radang usus, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Cegukan yang berlangsung lama juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan, seperti:

  • Obat-obatan kemoterapi untuk penanganan kanker.

  • Obat golongan opioid atau pereda nyeri, seperti metadon dan morfin.

  • Benzodiazepine atau obat penenang untuk mengatasi kecemasan.

  • Anastesi atau obat bius praoperasi.

  • Methyldopa,yaitu obat untuk hipertensi.

  • Barbiturate, yaitu obat pencegah kejang.

  • Kortikosteroid,yaitu obat untuk mengatasi pembengkakan dan radang.

Baca juga: Mau Terhindar dari Cegukan? Hindari 5 Kebiasaan Ini

 

Gejala Cegukan

Cegukan yang berlangsung lama juga bisa menjadi indikasi dari gejala penyakit serius. Untuk itu, apabila dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ada beberapa tes yang mungkin dilakukan seperti:

  • Endoskopi. Pemeriksaan dengan menggunakan selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan pencernaan, misalnya penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus (GERD)

  • Elektrokardiogram (ECG). Pemeriksaan dengan mengukur aktivitas elektrik di dalam jantung ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan jantung.

  • Pemindaian sinar-X. Pemindaian dengan tomografi terkomputerisasi atau CT scan, dan pemindaian dengan resonansi magnetik atau MRI. Salah satu dari ketiga pemindaian ini bisa dilakukan jika dokter menduga cegukan disebabkan oleh infeksi atau tumor. 

  • Pemeriksaan darah. Tes ini dilakukan jika cegukan diduga disebabkan oleh gangguan hati, ginjal, atau diabetes.

 

Diagnosis Cegukan

Pertama-tama, yang ahli perlu lakukan adalah pemeriksaan saraf untuk mengukur refleks, koordinasi dan keseimbangan umum, kemampuan merasakan sentuhan, tonus dan kekuatan otot, serta daya penglihatan.

Jika  penyebab cegukan dicurigai dari sebuah gangguan kesehatan, maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. Salah satunya adalah tes darah untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi, penyakit ginjal, atau diabetes.

 

Pengobatan Cegukan

Jika bukan disebabkan oleh gejala penyakit serius, cegukan dapat diatasi dengan beberapa cara berikut:

  • Lakukan posisi telungkup untuk menekan dada ke lantai.

  • Berbaring atau duduk sambil menarik kedua lutut hingga menyentuh dada.

  • Bernapas di dalam kantung yang terbuat dari kertas.

  • Mengecap cuka.

  • Menelan gula pasir.

  • Menggigit lemon.

  • Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.

  • Minum air dingin secara perlahan-lahan.

Apabila cegukan berlangsung lama tanpa diketahui penyebabnya, ada beberapa jenis obat yang bsia digunakan untuk mengatasinya, yaitu:

  • Gabapentin.

  • Metoclopramide.

  • Baclofen.

  • Haloperidol.

  • Chlorpromazine.

Ingat untuk memeriksakan kondisi cegukan yang dialami jika tidak membaik dalam waktu 48 jam.

Baca juga: Bukan Cuma dengan Air, Begini 3 Cara Lain Menangani Cegukan

 

Pencegahan Cegukan

Saat mengonsumsi minuman dan makanan sebaiknya lakukan secara perlahan. Namun, jika cegukan diakibatkan karena kondisi emosi, sedang gugup atau stres sebaiknya tarik napas dalam dan coba menenangkan diri, supaya cegukan hilang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter jika mengalami hal berikut ini:

  • Jika cegukan berlangsung lebih dari 3 jam dan cukup mengganggu ketika makan, bernapas, atau tidur.

  • Jika sakit perut yang parah, demam, sesak napas, muntah, sesak tenggorokan, penurunan berat badan, atau batuk berdarah.

  • Jika cegukan bertahan lebih dari 48 jam atau jika sangat parah, sehingga menyebabkan masalah dengan makan, tidur, atau bernapas.

Referensi:
BetterHealth Channel. Diakses pada 2019. Hiccups.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hiccups.
Web MD. Diakses pada 2019. Why do I Hiccup?

Diperbarui pada 3 September 2019.