Dislipidemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Dislipidemia

Dislipidemia adalah kandungan kadar lemak dalam darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kadar lemak dalam darah merupakan kandungan lemak yang umumnya terdiri dari trigliserida, kolesterol, low-density lipoproteins (LDL) dan high-density lipoproteins (HDL). Meskipun keadaan lemak yang baik dicapai dengan diet lemak yang cukup, beberapa orang memerlukan penanganan khusus dan obat-obatan untuk mengatasi keadaan tersebut.

Gejala Dislipidemia

Sebagian besar dislipidemia tidak memunculkan gejala yang berarti. Dislipidemia biasanya diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan rutin untuk darah dan kondisi lainnya. Dislipidemia yang berat menimbulkan komplikasi yang serius mengarah kepada penyakit jantung koroner dan stroke.

Beberapa gejala umum yang muncul adalah:

  • Pusing.
  • Nyeri kepala hingga ke leher dan pundak.
  • Rasa kesemutan pada ujung jari tangan dan kaki.
  • Keringat dingin.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri pada kaki.
  • Nyeri dada.
  • Mudah lelah.

Penyebab Dislipidemia

Secara umum, dislipidemia dibagi menjadi dua, dislipidemia primer dan sekunder. Dislipidemia primer disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari keluarga. Dislipidemia sekunder disebabkan oleh gaya hidup dan kondisi medis yang mempengaruhi kadar lemak dalam darah, seperti:

    • Obesitas, terutama obesitas sentral dengan penumpukan lemak di sekitar perut.
    • Diabetes.
    • Hipotiroidisme, kondisi dimana produksi hormon tiroid di bawah normal.
    • Alkoholisme, penggunaan alkohol berlebihan.
    • Sindrom metabolik, kumpulan gejala berkaitan dengan metabolisme tubuh.
    • Konsumsi lemak berlebih, terutama lemak jenuh dan lemak trans.
    • Sindrom cushing, kumpulan gejala akibat tingginya hormon kortikotropin dalam darah.
    • Infeksi berat, seperti pada pengidap HIV.
    • Aneurisma aorta abdominal, kelainan pada pembuluh darah aorta di perut.

Faktor Risiko Dislipidemia

Beberapa faktor diketahui berpengaruh terhadap meningkatnya dislipidemia pada seseorang, di antaranya yaitu:

  • Obesitas.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Penggunaan alkohol.
  • Merokok.
  • Diabetes.
  • Diet tinggi lemak.
  • Penyakit ginjal dan liver kronis.
  • Usia tua.
  • Perempuan, diketahui bahwa perempuan memiliki kadar LDL yang lebih tinggi setelah masa menopause.

Diagnosis Dislipidemia

Dislipidemia ditegakkan pada pengidap yang dicurigai memiliki tanda dan gejala umum dari dislipidemia atau riwayat penyakit jantung dan dislipidemia pada keluarga terdekat. Dokter memerlukan pemeriksaan profil lipid pada penderita untuk memastikan diagnosis minimal meliputi pemeriksaan kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Diagnosis ditegakkan jika hasil pemeriksaan darah didapatkan salah satu dari keadaan berikut:

  • Kolesterol total > 200mg/dL
  • LDL (lemak jahat) > 160mg/dL
  • HDL (lemak baik) < 40mg/dL (laki-laki) dan < 50mg/dL (perempuan)
  • Kolesterol total > 150mg/dL

Pencegahan Dislipidemia

Pada dislipidemia sekunder, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Mengurangi konsumsi lemak jahat, yang ditemukan pada daging merah, jeroan, coklat, dan gorengan.
  • Olahraga rutin.
  • Mengurangi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok dan menggunakan produk pengganti rokok lainnya.
  • Meningkatkan konsumsi lemak tak jenuh yang dapat ditemukan di kacang-kacangan, ikan salmon, minyak zaitun, dan buah alpukat.
  • Perbanyak serat dari buah-buahan dan sayur.
  • Perbanyak minum air putih.

Pengobatan Dislipidemia

Pengobatan dislipidemia bergantung terhadap kondisi masing-masing penderita. Dokter memperhatikan faktor risiko yang dimiliki dan kondisi lain yang dapat memperburuk keadaan pengidapnya.

Pada tahap awal, pengidap dislipidemia disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup dengan menurunkan konsumsi lemak jenuh dan meningkatkan aktivitas fisik, sehingga keadaan kadar lemak yang seimbang dapat tercapai dengan sendirinya.

Pada pengidap dengan kadar komponen lemak yang tinggi, dokter dapat meresepkan satu atau lebih obat untuk menurunkan kadar lemak, tergantung pada komponen mana yang memiliki risiko paling besar, seperti:

  • Golongan statin, diberikan pada pengidap yang memiliki kadar kolesterol total yang tinggi, atau kadar LDL yang tinggi.
  • Golongan niasin, diberikan pada pengidap yang memiliki kadar HDL (lemak baik) yang rendah
  • Golongan fibrat, direkomendasikan untuk penderita yang memiliki kadar trigliserida yang sangat tinggi, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi penyakit jantung atau stroke.

Kapan Harus ke Dokter?

Dislipidemia yang berkelanjutan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, yang paling berbahaya tentu pada komplikasi penyakit jantung dan stroke. Segera temui dokter jika didapatkan tanda-tanda komplikasi dislipidemia sebagai berikut:

  • Nyeri dada.
  • Pusing berputar.
  • Dada berdebar-debar.
  • Kelelahan berlebih.
  • Keringat dingin pada ujung tangan dan kaki.
  • Kesulitan bernapas.
  • Mual dan rasa terbakar pada ulu hati.

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas. Agar lebih mudah, kamu bisa langsung melakukan pemeriksaan di rumah sakit tanpa harus antri. Kamu hanya perlu membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini.