Divertikulitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Divertikulitis

Divertikulitis adalah suatu peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan. Divertikula sendiri merupakan penonjolan abnormal, berupa kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, terutama pada usus besar (kolon).

 

Faktor Risiko Divertikulitis

Beberapa faktor risiko divertikulitis, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan rendah serat.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan divertikulitis.

  • Menggunakan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau aspirin dalam jangka panjang.

 

Penyebab Divertikulitis

Divertikulitis terjadi karena pencernaan makanan yang bergerak sangat lambat melalui usus besar. Tekanan yang diakibatkan makanan dan feses pada usus besar ini dapat menyebabkan beberapa titik usus besar menjadi lemah, sehingga terbentuk abses-abses kecil pada dinding kolon. Gejala divertikulitis ini akan muncul atau terjadi ketika abses meradang hingga berujung infeksi. Kendati demikian, divertikulitis tidak menular dan tidak mengakibatkan kanker.

 Baca juga: Jarang Makan Buah dan Sayur, Benarkah Rentan Alami Divertikulitis?

 

Gejala Divertikulitis

Beberapa gejala yang ditimbulkan divertikulitis, antara lain:

  • Kram dan nyeri perut bagian bawah yang awalnya tidak teratur, tetapi akan semakin sering dan terus-menerus.

  • Feses yang disertai darah.

  • Kembung.

  • Demam.

  • Menggigil.

  • Sembelit atau diare.

  • Kehilangan nafsu makan dan mual.

 

Diagnosis Divertikulitis

Seperti penyakit lainnya, di tahap awal dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Di samping itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan penujang divertikulitis, antara lain:

  • CT scan, prosedur ini bertujuan untuk melihat atau memeriksa kondisi dinding usus besar.

  • Kolonoskopi untuk melihat kantung-kantung yang terbentuk pada dinding usus besar. Pemeriksaan kolonoskopi ini tidak disarankan pada kondisi akut divertikulitis karena dapat memicu robekan pada dinding usus besar.

Baca juga: Bikin Nyeri perut, Bisakah Divertikulitis Dicegah?

 

Komplikasi Divertikulitis

Beberapa komplikasi yang dapat diakibatkan divertikulitis, antara lain:

  • Abses, yang timbul ketika terbentuk kumpulan nanah di dalam kantung usus (divertikula).

  • Fistula, terjadi akibat terbentuknya saluran abnormal di anara usus besar dan kandung kemih, usus kecil, atau vagina.

  • Obstruksi usus, yaitu penyempitan yang terjadi pada usus besar akibat peradangan, sehingga mengakibatkan tersumbatnya jalan keluar feses.

  • Perforasi dan peritonitis, yaitu kondisi peradangan atau infeksi di dalam rongga perut (peritonitis) yang terjadi akibat robeknya divertikula (perforasi), sehingga isi usus tumpah ke dalam rongga perut.

 

Pengobatan Divertikulitis

Pengobatan divertikulitis ini akan disesuaikan dengan gejalanya. Bila gejala masih terbilang ringan, dokter akan menyarankan:

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.

  • Mengonsumsi makanan rendah serat saat nyeri perut masih dirasakan pengidap. Jika nyeri sudah mereda, makanan berserat dapat ditambahkan secara bertahap.

  • Memberikan obat pereda nyeri seperti paracetamol serta antibiotik untuk mengobati infeksi yang sedang berlangsung.

Pada divertikulitis dengan gejala yang parah, pengidap sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk penanganan yang lebih tepat. Dokter akan memberikan terapi, antara lain:

  • Memberikan terapi cairan dan nutrisi melalui infus.

  • Meminta pengidap untuk puasa selama satu minggu untuk mengistirahatkan usus.

  • Memberikan antibiotik melalui suntikan untuk mengatasi infeksi.

  • Memasang selang ke lambung (NGT) untuk mengosongkan isi lambung.

  • Menganjurkan prosedur operasi terutama pada penderita yang memiliki gangguan dalam sistem kekebalan tubuh, mengalami divertikulitis berulang, atau mengalami komplikasi.

Baca juga: Kenali Penyebab Divertikulitis, Radang Kantung Usus Besar

 

Pencegahan Divertikulitis

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah divertikulitis, antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi serat untuk melunakkan feses dan mengurangi tekanan di dalam saluran pencernaan.

  • Perbanyak minum air putih untuk mengurangi risiko sembelit.

  • Olahraga secara teratur untuk menjaga fungsi usus dan mengurangi tekanan di dalam usus besar.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 Referensi: 
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Diverticular Disease and Diverticulitis.   
WebMD. Diakses pada 2019. Diverticulitis.

Diperbarui pada 5 September 2019