Edema Paru

Pengertian Edema Paru

Edema paru akut adalah suatu kondisi gawat darurat yang disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengganggu fungsi paru. Kondisi ini harus segera ditangani karena dapat menyebabkan gagal napas yang berujung pada kematian.

Gejala Edema Paru

Beberapa gejala yang dirasakan oleh pengidap edema paru, antara lain:

  • Sesak napas.
  • Mudah lelah.
  • Batuk darah.
  • Nyeri dada yang juga merupakan gejala serangan jantung yang harus segera ditangani.
  • Pembengkakan pada tubuh.

Penyebab Edema Paru

Beberapa penyebab edema paru, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Kardiomiopati.
  • Hipertensi.
  • Penyakit katup jantung.
  • Acute respiratory distress syndrome.
  • Infeksi virus.
  • Emboli paru.
  • Cedera pada paru-paru.
  • Tenggelam.
  • Berada di ketinggian di atas 2.400 meter di atas permukaan laut.
  • Cedera kepala, kejang, atau setelah menjalani operasi otak.
  • Menghirup asap saat terjadi kebakaran.
  • Terpapar racun amonia dan klorin.
  • Kecanduan kokain.

Diagnosis Edema Paru

Dokter akan mendiagnosis edema paru dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Pemasangan pulse oximetry harus segera dilakukan untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah penderita secara cepat. Sedangkan pemeriksaan penunjang yang harus segera dilakukan, antara lain:

  • Elektrokardiografi (EKG), untuk mengetahui tanda-tanda serangan jantung dan masalah pada irama jantung.
  • Foto Rontgen dada, untuk memastikan penderita benar-benar mengalami edema paru, serta melihat kemungkinan lain penyebab sesak napas.
  • Pemeriksaan darah, untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah, mengukur kadar hormon B-type natriuretic peptide (BNP) yang meningkat pada gagal jantung, serta melihat fungsi tiroid dan ginjal.
  • Ekokardiografi, untuk mengetahui adanya masalah pada otot jantung.
  • Kateterisasi jantung, yang dilakukan jika edema paru disertai nyeri dada, namun tidak ditemukan kelainan pada EKG maupun ekokardiografi.
  • Kateterisasi arteri paru, untuk mengukur tekanan di dalam pembuluh darah paru-paru.

Pengobatan Edema Paru

Beberapa langkah yang akan dilakukan dokter untuk mengatasi edema paru, antara lain:

  • Pemberian oksigen untuk mengatasi sesak napas dan harus dilakukan sesegera mungkin.
  • Pemberian obat untuk memperkuat jantung jika edema paru disebabkan karena kegagalan jantung memompa darah.
  • Pemberian obat vasodilator, seperti nitrat dan diuretik, untuk mengurangi cairan yang menumpuk pada paru-paru.
  • Pemasangan alat bantu napas yang didukung oleh mesin ventilator untuk penderita dengan gagal napas.

Komplikasi Edema Paru

Komplikasi dari edema paru yang tidak segera tertangani adalah terjadinya peningkatan tekanan di ruang jantung sebelah kanan yang menerima darah dari seluruh tubuh, sehingga mengakibatkan ruang jantung kanan gagal berfungsi dan terjadi penumpukan cairan di rongga perut (asites), bengkak pada tungkai, dan pembengkakan organ hati.

Pencegahan Edema Paru

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit yang berpotensi mengakibatkan edema paru, antara lain:

  • Berolahraga selama 30 menit setiap hari.
  • Mengonsumsi makanan sehat yang tinggi serat, namun rendah lemak, gula, dan garam.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah dalam batas normal.
  • Menghindari stres dan merokok.

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter dan layanan medis darurat jika mengalami:

  • Sesak napas, terutama jika terjadi tiba-tiba.
  • Kesulitan bernapas atau merasa tercekik (dispnea).
  • Suara tersengal-sengal saat bernapas.
  • Dahak berwarna merah muda dan berbusa saat batuk.
  • Kesulitan bernapas disertai dengan keringat berlebih.
  • Warna kebiruan atau keabuan pada kulit.
  • Penurunan tekanan darah yang signifikan dan menyebabkan pusing, kelemahan atau berkeringat.
  • Memburuknya gejala yang terkait dengan edema paru kronis atau ketinggian secara tiba-tiba.