• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Entomophobia
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Entomophobia

Entomophobia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Entomophobia-gejala-penyebab-dan-cara-mengobati-halodocEntomophobia-gejala-penyebab-dan-cara-mengobati-halodoc

Pengertian Entomophobia

Orang dengan entomophobia memiliki rasa cemas atau takut yang ekstrem pada serangga. Akibatnya, pengidap akan menghindari berjalan atau berolahraga di luar dan menghindari acara yang diadakan di luar ruangan. Seseorang dengan kondisi entomophobia memiliki ketakutan akan:

  • Disengat atau digigit serangga, seperti lebah, tawon, atau kutu.
  • Menemukan serangga, baik di luar maupun di dalam ruangan.
  • Mendapatkan penyakit dari serangga, seperti lalat atau nyamuk.
  • Melihat gambar serangga di acara TV, film, buku atau online.

Penyebab Entomophobia

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab entomophobia. Namun, para pakar menduga beberapa hal berikut ini turut berperan terhadap munculnya entomophobia:

  • Pengalaman traumatis masa lalu. Orang yang memiliki pengalaman traumatis terkait serangga dapat mengembangkan entomofobia. Misalnya, kamu atau seseorang yang kamu kenal mungkin mengalami reaksi alergi yang parah terhadap sengatan lebah.
  • Iritasi lingkungan. Beberapa orang memiliki kulit gatal yang disebabkan oleh serbuk sari, jamur, atau alergen rumah tangga. Kulit yang teriritasi terus-menerus dapat membuat seseorang menyalahkan serangga.
  • Riwayat keluarga. Risiko entomophobia meningkat jika memiliki kerabat dekat atau orang tua dengan gangguan fobia atau gangguan kecemasan. Kamu mungkin lebih cemas dibandingkan orang lain jika mengalami mutasi (perubahan) gen tertentu.

Selain itu, melihat seseorang dengan entomophobia atau mendengar seseorang berbicara tentang ketakutannya terhadap serangga, dapat menyebabkan orang lain memiliki fobia yang sama.

Faktor Risiko Entomophobia

Seseorang lebih mungkin mengembangkan entomophobia atau jenis gangguan fobia spesifik yang berbeda jika sudah memiliki:

  • Jenis fobia lain.
  • Gangguan kecemasan.
  • Gangguan panik.
  • Gangguan penggunaan zat.

Selain itu, jenis fobia lain yang memiliki kaitan dengan entomofobia meliputi:

  • Apiphobia atau melissaphobia (takut lebah).
  • Arachnophobia (takut laba-laba).
  • Helminthophobia, scoleciphobia atau vermiphobia (takut cacing).
  • Katsaridaphobia (takut kecoa).
  • Myrmecophobia (takut semut).
  • Pteronarcophobia (takut lalat).
  • Spheksophobia (takut tawon).

Gejala Entomophobia

Gejala Entomophobia dapat berkisar dari ringan hingga ekstrem. Gejala yang paling umum adalah kecemasan ekstrem ketika memikirkan serangga atau melihatnya. Gejala emosional lainnya termasuk:

  • Berpikir berlebihan tentang bagaimana menghindari serangga.
  • Takut dan menghindari tempat-tempat di mana mungkin melihat serangga.

Selain itu, seseorang juga mengalami gejala fisik ketika mengalami fobia serangga, seperti: 

  • Panas dingin.
  • Pusing dan sakit kepala ringan.
  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis).
  • Palpitasi jantung.
  • Mual.
  • Sesak nafas (dispnea).
  • Gemetar atau gemetar.
  • Sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

Diagnosis Entomophobia

Saat mendiagnosis gangguan kecemasan, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, wawancara, dan sejumlah pemeriksaan laboratorium. Profesional kesehatan mental dapat mendasarkan diagnosis pada pedoman dan kriteria diagnostik tertentu, yang diuraikan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

DSM-5 mencantumkan kriteria diagnostik berikut untuk fobia tertentu:

  • Seseorang mengalami kecemasan atau ketakutan yang signifikan tentang objek atau situasi tertentu, yang hampir selalu memicu perasaan ini.
  • Ketakutan atau kecemasan tidak sebanding dengan risiko yang sebenarnya.
  • Seseorang menghindari objek atau situasi atau menanggungnya dengan ketakutan atau kecemasan yang intens.
  • Ketakutan, kecemasan, atau penghindaran memprovokasi penderitaan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sehari-hari.
  • Kecemasan, ketakutan, atau penghindaran terus-menerus dan dapat berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

Penanganan Entomophobia

Tujuan pengobatan adalah untuk menghentikan fobia mengganggu kualitas hidup dengan mengajari pengidap untuk mengelola reaksi terhadap serangga. Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan yaitu: 

1. Terapi pemaparan

Jenis terapi ini melibatkan secara bertahap memaparkan pengidap ke sumber fobia dan paparan berulang untuk membantu mengubah respons terhadap serangga. Ini juga disebut sebagai desensitisasi sistematis.

Terapi pemaparan biasanya dimulai dengan membicarakan ketakutan pengidap terhadap serangga. Pengidap akan diperlihatkan gambar atau video serangga, dan akhirnya terpapar serangga hidup di lingkungan yang terkendali.

2. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif (CBT) berpusat pada pemikiran dan keyakinan pengidap tentang sumber fobia dan bagaimana pengaruhnya. CBT dikombinasikan dengan paparan dan jenis terapi perilaku lainnya, untuk mengubah cara pengidap berpikir tentang pemicu dan cara bereaksi terhadapnya. Tujuannya untuk mengembangkan rasa kendali atas pikiran dan perasaan sehingga tidak lagi kewalahan olehnya.

3. Pengobatan

Psikoterapi adalah cara paling efektif untuk mengatasi rasa takut terhadap serangga. Bergantung pada gejala, dokter mungkin merekomendasikan obat untuk membantu mengurangi kecemasan dan gejala entomofobia lainnya.

Obat kecemasan, seperti benzodiazepin, sejenis obat penenang sering diresepkan untuk membantu mengurangi kecemasan. Obat penenang bersifat adiktif dan hanya direkomendasikan untuk penggunaan jangka pendek.

Selain itu, obat jenis beta-blocker juga digunakan untuk memblokir efek adrenalin, seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, jantung berdebar, dan gemetar. Lalu, obat jenis antidepresan juga membantu menenangkan kecemasan dan ketakutan.

4. Perubahan pola hidup

Gaya hidup dan pengobatan rumahan tertentu dapat membantu mengatasi kecemasan yang menyertai rasa takut terhadap serangga. Pengidap bisa melakukan beberapa cara berikut: 

  • Teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan pernapasan diafragma.
  • Melatih kewaspadaan.
  • Berolahraga secara teratur. 
  • Mengurangi asupan kafein dan stimulan lainnya.
  • Bergabung dengan kelompok pendukung.

Komplikasi Entomophobia

Entomofobia yang parah dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. Pengidap mungkin tidak ingin berjalan-jalan di luar, bertemu teman di taman, atau membawa anak ke taman bermain. Hanya berpikir tentang melihat serangga ketika meninggalkan rumah dapat menyebabkan kecemasan yang luar biasa. 

Bahkan, pengidap mungkin memutuskan untuk berhenti keluar rumah sama sekali. Beberapa orang dengan entomophobia mengalami serangan panik. Serangan ini dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan nyeri dada nonkardiak atau gejala serangan jantung. Serangan panik yang tidak terkendali dan kekhawatiran terus-menerus dapat menyebabkan gangguan panik.

Pencegahan Entomophobia

Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ketakutan berlebihan terhadap serangga. Pengidap hanya bisa melawan ketakutan tersebut dengan bantuan dari tenaga ahli secara bertahap.

Kapan Harus ke Dokter? 

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika kamu merasakan adanya gejala entomophobia atau jenis fobia lainnya. Tanya jawab dengan dokter atau cek kebutuhan medis lebih lengkap kini lebih mudah di Halodoc. Segera download Halodoc di ponselmu.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Entomophobia (Fear of Insects).
Healthline. Diakses pada 2022. Entomophobia: Fear of Insects.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about entomophobia.