Eritema Multiformis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Eritema Multiformis

Eritema multiformis merupakan kondisi timbulnya ruam. Kemunculan ruam sering kali disebabkan oleh infeksi atau pengobatan.

 

Faktor Risiko Eritema Multiformis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami eritema multiformis adalah:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat antibakteri, antibiotik berbasis penisilin, obat kejang, dan obat bius.

  • Menerima imunisasi terhadap penyakit seperti difteri, pertusis, dan tetanus (DPT), atau hepatitis B.

Baca juga: Ketahui 2 Jenis Eritema Multiformis

 

Penyebab Eritema Multiformis

Sampai saat ini, penyebab utama eritema multiformis belum bisa dipastikan dengan jelas. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan  bahwa faktor genetik berpengaruh terhadap terjadinya eritema multiformis pada seseorang. Eritema multiformis baru dapat muncul pada seseorang jika dipicu oleh faktor eksternal, seperti:

  • Infeksi: bakteri (termasuk vaksinasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG), Streptococcus hemolítico, legionellosis, kusta, Neisseria meningitidis, Mycobacterium, Pneumococcus, spesies Salmonella, spesies Staphylococcus, Mycoplasma pneumoniae) dan Chlamydia.

  • Jamur (Coccidioides immitis).

  • Parasit (spesies Trichomonas dan Toxoplasma gondii).

  • Viral (terutama Herpes simplex).

  • Reaksi obat: antibiotik (termasuk, sulfonamid, penisilin), anti-kejang (fenitoin, barbiturat), aspirin, anti tuberkulosis, allopurinol, dan banyak lainnya.

  • Faktor fisik: radioterapi, udara dingin, dan sinar matahari.

  • Lain-lain: penyakit kolagen, vaskulitis, limfoma non-Hodgkin, leukemia, multiple myeloma, metaplasia myeloid, dan polisitemia.

 

Gejala Eritema Multiformis

Ruam kulit yang timbul pada eritema multiformis dapat tampak sebagai belasan hingga puluhan ruam dengan bentuk menyerupai target-shaped, yang berkembang selama kurun waktu 24 jam. Lesi tersebut dapat mulai tampak di bagian belakang dari tangan dan bagian atas dari kaki, sebelum kemudian menyebar ke tungkai. Selain itu, ruam juga dapat timbul pada wajah dan leher. Lengan dapat lebih terlihat dibandingkan tungkai. Ruam kulit juga dapat tampak lebih padat pada siku dan lutut.

Pada eritema multiformis minor, ruam kulit dapat tampak di bagian tubuh yang terlibat dan dapat diamati di kedua sisi tubuh. Misalnya, apabila ruam timbul di salah satu tungkai, umumnya juga terdapat ruam pada tungkai sisi lainnya. Orang dengan eritema multiformis minor sering kali tidak menunjukkan gejala selain rasa gatal atau sensasi seperti terbakar pada ruam, serta kadang-kadang demam ringan. Sedangkan pada eritema multiformis mayor, dapat muncul tanda dan gejala tambahan berupa:

  • Rasa lelah.

  • Nyeri pada persendian.

  • Ruam berwarna cokelat saat mulai memudar.

Lesi yang timbul pada eritema multiformis mayor dapat juga memengaruhi membran mukosa tubuh, yang sering kali terjadi pada bibir dan bagian dalam dari pipi. Selain itu, beberapa bagian tubuh lainnya yang juga dapat terlibat, yaitu:

  • Bagian bawah dari mulut, langit-langit rongga mulut, dan gusi.

  • Mata.

  • Genitalia dan anus.

  • Trakea.

  • Saluran pencernaan.

Bila timbul pada area-area tersebut, lesi dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan dan kemerahan dengan disertai adanya luka. Luka juga dapat memecah serta menimbulkan ulkus yang nyeri, besar, dan berbentuk ireguler yang kemudian diselimuti oleh membran putih.

Apabila bibir juga terpengaruh, umumnya akan tampak membengkak dan diselimuti dengan krusta yang dapat mengalami perdarahan. Orang yang mengalami hal tersebut biasanya akan kesulitan berbicara dan menelan akibat dari rasa nyeri yang dialami.

Baca juga: Benarkah Eritema Multiformis Bisa Sebabkan Kerusakan Kulit Permanen?

 

Diagnosis Eritema Multiformis

Untuk mendiagnosis eritema multiformis, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu bila dibutuhkan.

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengevaluasi ukuran, bentuk, warna, dan distribusi dari ruam kulit. Dokter dapat melakukan biopsi kulit bila dibutuhkan, untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Beberapa pemeriksaan lain juga bisa dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi lain yang sering kali dikaitkan dengan eritema multiformis, seperti mikoplasma (salah satu jenis bakteri).

 

Komplikasi Eritema Multiformis

Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi, seperti meracuni darah (septikemia), septic shock (ketika tekanan darah menurun hingga level terendah), infeksi kulit (selulit), kerusakan kulit permanen, kerusakan mata permanen, dan peradangan organ tubuh seperti hati dan paru-paru.

 

Pengobatan Eritema Multiformis

Pengobatan eritema multiformis menitikberatkan pada proses eliminasi pemicu eritema multiformis serta penanganan gejala-gejala yang timbul. Oleh karena itu, identifikasi pemicu eritema multiformis adalah langkah diagnosis yang sangat penting untuk memberikan metode pengobatan yang efektif. Khusus bagi pengidap eritema multiformis mayor, pengidap biasanya perlu menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan mengobati komplikasi yang terjadi akibat eritema multiformis, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh pengidap.

Jika diketahui penyebab eritema multiformis adalah virus, pengidap dapat diberikan antiviral, seperti acyclovir oral atau suntikan, terutama yang diakibatkan oleh virus Herpes simplex. Jika penyebab eritema multiformis adalah bakteri, pengidap dapat diberikan antibiotik untuk menangani infeksi bakteri pemicu eritema multiformis. Jika penyebab eritema multiformis adalah obat-obatan tertentu, pengidap harus segera menghentikan konsumsi obat tersebut.

Sedangkan untuk mengatasi gejala-gejala eritema multiformis, berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa diberikan oleh dokter:

  • Antihistamin dan kortikosteroid topikal untuk mengatasi gatal-gatal.

  • Obat kumur yang mengandung anti-nyeri serta antiseptik untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah infeksi sekunder pada rongga mulut.

  • Kortikosteroid oral. Obat ini dapat diberikan pada tahap awal pengobatan eritema multiformis mayor.

Eritema multiformis umumnya akan sembuh dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas luka dengan masa penyembuhan sekitar 2-3 minggu. Namun, untuk kasus eritema multiformis mayor, masa penyembuhan dapat berlangsung lebih lama, yaitu hingga 6 minggu.

Baca juga: Tergolong Ringan, Begini Beberapa Cara Mengobati Eritema Multiformis

 

Pencegahan Eritema Multiformis

Belum diketahui adanya strategi pencegahan yang terbukti efektif untuk menghindari terjadinya kondisi ini. Namun, orang yang pernah mengalami eritema multiformis setelah mengonsumsi pengobatan tertentu disarankan untuk menghindari konsumsi pengobatan tersebut di kemudian hari.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir dampak yang terjadi sehingga proses penyembuhan bisa terjadi lebih cepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Erythema Multiforme: Treatment and Symptoms.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Erythema Multiforme: Symptoms, pictures, causes, treatment.

Diperbarui pada 4 September 2019