Eritema Multiformis

Pengertian Eritema Multiformis

Eritema multiformis merupakan kondisi timbulnya ruam yang sering kali disebabkan oleh infeksi atau pengobatan.

Gejala Eritema Multiformis

Ruam kulit yang timbul pada eritema multiformis dapat tampak sebagai belasan hingga puluhan ruam dengan bentuk menyerupai target-shaped, yang berkembang selama kurun waktu 24 jam. Lesi tersebut dapat mulai tampak di bagian belakang dari tangan dan bagian atas dari kaki, sebelum kemudian menyebar ke tungkai. Selain itu, ruam juga dapat timbul pada wajah dan leher. Lengan dapat lebih terlihat dibandingkan tungkai. Selain itu, ruam kulit juga dapat tampak lebih padat pada siku dan lutut.

Pada eritema multiformis minor, ruam kulit dapat tampak di bagian tubuh yang terlibat dan dapat diamati di kedua sisi tubuh. Misalnya, apabila ruam timbul di salah satu tungkai, umumnya juga terdapat ruam pada tungkai sisi lainnya. Orang dengan eritema multiformis minor sering kali tidak menunjukkan gejala selain rasa gatal atau sensasi, seperti terbakar pada ruam dan terkadang demam ringan. Pada eritema multiformis mayor dapat timbul tanda dan gejala tambahan, di antaranya:

  • Rasa lelah
  • Nyeri pada persendian
  • Ruam berwarna cokelat saat mulai memudar

Lesi yang timbul pada eritema multiformis mayor dapat juga melibatkan membran mukosa tubuh, sering kali pada bibir dan bagian dalam dari pipi. Selain itu, beberapa bagian tubuh lainnya yang juga dapat terlibat, yaitu:

  • Bagian bawah dari mulut, langit-langit rongga mulut, dan gusi
  • Mata
  • Genitalia dan anus
  • Trakea
  • Saluran pencernaan

Lesi yang timbul pada area-area tersebut dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan dan kemerahan dengan disertai adanya luka. Luka juga dapat memecah serta menimbulkan ulkus yang nyeri, besar, dan berbentuk ireguler yang kemudian diselimuti oleh membran putih.

Apabila bibir juga terlibat, umumnya akan tampak membengkak dan diselimuti dengan krusta yang dapat mengalami perdarahan. Orang yang mengalami hal tersebut dapat menunjukkan adanya tanda-tanda kesulitan berbicara dan menelan akibat dari rasa nyeri yang dialami.

Penyebab Eritema Multiformis

Hingga kini, penyebab utama terjadinya eritema multiformis belum bisa dipastikan dengan jelas. Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa terdapat keterlibatan faktor genetik yang menyebabkan seseorang terkena eritema multiformis. Eritema multiformis baru dapat muncul pada seseorang jika dipicu oleh faktor eksternal, seperti:

  • Infeksi: bakteri (termasuk vaksinasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG), Streptococcus hemolítico, legionellosis, kusta, Neisseria meningitidis, Mycobacterium, Pneumococcus, spesies Salmonella, spesies Staphylococcus, Mycoplasma pneumoniae), Chlamydia.
  • Jamur (Coccidioides immitis)
  • Parasit (spesies Trichomonas, Toxoplasma gondii),
  • Viral (terutama Herpes simplex)
  • Reaksi obat: antibiotik (termasuk, sulfonamid, penisilin), anti-kejang (fenitoin, barbiturat), aspirin, anti tuberkulosis, dan allopurinol dan banyak lainnya.
  • Faktor fisik: radioterapi, udara dingin, sinar matahari
  • Lain-lain: penyakit kolagen, vaskulitis, limfoma non-Hodgkin, leukemia, multiple myeloma, metaplasia myeloid, polisitemia

Faktor Risiko Eritema Multiformis

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa terdapat keterlibatan faktor genetik yang menyebabkan seseorang terkena eritema multiformis. Eritema multiformis baru dapat muncul pada seseorang jika dipicu oleh faktor eksternal, yaitu infeksi dan reaksi terhadap obat-obatan.

Diagnosis Eritema Multiformis

Diagnosis dari eritema multiformis dapat ditentukan berdasarkan wawancara medis, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu bila dinilai dibutuhkan.

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengevaluasi ukuran, bentuk, warna, dan distribusi dari ruam kulit. Dokter dapat melakukan biopsi kulit bila dibutuhkan, untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Juga dapat dilakukan berbagai pemeriksaan yang dapat menunjukkan adanya infeksi lain yang sering kali dikaitkan dengan eritema multiformis, seperti mikoplasma (salah satu jenis bakteri).

Pengobatan dan Efek Samping Eritema Multiformis

Pengobatan eritema multiformis berfokus pada eliminasi pemicu eritema multiformis serta penanganan gejala-gejala yang timbul. Oleh karena itu, identifikasi pemicu eritema multiformis adalah langkah diagnosis yang sangat penting untuk memberikan metode pengobatan yang efektif. Khusus pada pengidap eritema multiformis mayor, pengidap dapat menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit. Tujuannya adalah untuk mencegah dan mengobati komplikasi dari eritema multiformis serta menjaga keseimbangan cairan tubuh pengidap .

Jika diketahui penyebab eritema multiformis adalah virus, maka pengidap dapat diberikan antiviral, seperti acyclovir oral atau suntikan, terutama yang diakibatkan oleh virus Herpes simplex. Jika penyebab eritema multiformis adalah bakteri, maka pengidap dapat diberikan antibiotik untuk menangani infeksi bakteri pemicu eritema multiformis. Jika penyebab eritema multiformis adalah obat-obatan tertentu, pengidap harus segera menghentikan konsumsi obat tersebut.

Untuk mengobati gejala-gejala eritema multiformis, pengidap dapat diberikan penanganan, seperti:

  • Antihistamin dan kortikosteroid topikal untuk mengatasi gatal-gatal.
  • Obat kumur yang mengandung anti-nyeri serta antiseptik untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah infeksi sekunder pada rongga mulut.
  • Kortikosteroid oral. Obat ini dapat diberikan pada tahap awal pengobatan eritema multiformis mayor.

Eritema multiformis umumnya akan sembuh dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas luka dengan masa penyembuhan sekitar 2—3 minggu. Namun untuk kasus eritema multiformis mayor, masa penyembuhan dapat berlangsung hingga 6 minggu.

Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa membentuk efek samping atau  komplikasi, seperti meracuni darah (septikemia), septic shock (ketika tekanan darah menurun hingga level terendah), infeksi kulit (selulit), kerusakan kulit permanen, kerusakan mata permanen, dan peradangan organ tubuh seperti hati dan paru-paru.

Pencegahan Eritema Multiformis

Belum diketahui adanya strategi pencegahan yang terbukti efektif secara sepenuhnya dalam menghindari terjadinya kondisi ini. Namun, orang yang pernah mengalami eritema multiformis setelah mengonsumsi pengobatan tertentu disarankan untuk menghindari konsumsi pengobatan tersebut di kemudian hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat karena kondisi ini bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal.