• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Herpes Genital (Herpes Simplex)

Herpes Genital (Herpes Simplex)

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
herpes-genital-halodoc

Pengertian Herpes Genital (Herpes Simplex)

Herpes genital atau herpes simplex adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Setelah pengidap terinfeksi, virus menetap secara dorman dalam tubuh dan dapat terjadi reaktivasi hingga beberapa kali dalam setahun. Penyakit infeksi ini juga dapat ditularkan melalui luka kecil yang tidak kelihatan.

 

Penyebab Herpes Genital (Herpes Simplex)

Penyebab herpes genital adalah virus herpes simplex (HSV) yang sangat menular. Virus ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak langsung. Virus ini memiliki dua tipe, yakni:

  • HSV tipe 1, tipe yang umumnya menyebabkan luka atau lecet pada daerah sekitar mulut. Tipe ini ditularkan melalui kontak kulit, walaupun juga dapat menyebar ke daerah genital saat melakukan oral seks.
  • HSV tipe 2, tipe yang umumnya menyebabkan herpes genital. Tipe ini ditularkan melalui kontak seksual maupun kontak kulit, meskipun seseorang tidak memiliki luka terbuka pada tubuhnya.

Herpes genital ditularkan melalui hubungan intim (vaginal, anal, atau oral) dengan orang yang terinfeksi. Meskipun pengidap herpes genital tidak menunjukkan gejala, mereka tetap dapat menularkan penyakit ini ke orang lain. Pada kasus yang jarang terjadi, herpes (HSV-1 dan HSV-2) bisa ditularkan dari ibu ke anak selama persalinan dan menyebabkan herpes neonatal.

Namun, penting untuk diketahui, herpes tidak bisa ditularkan melalui dudukan toilet, tempat tidur atau di kolam renang. Kamu juga tidak akan tertular penyakit tersebut dari menyentuh benda, seperti peralatan makan, sabun atau handuk.

Faktor Risiko Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa faktor risiko herpes genital, antara lain:

  • Jenis kelamin wanita lebih mudah terinfeksi herpes dibanding laki-laki.
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman atau tanpa pelindung.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah.

Gejala Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa gejala herpes genital, antara lain:

  • Luka yang terbuka dan terlihat merah tanpa disertai rasa nyeri atau gatal.
  • Sensasi rasa nyeri, gatal, atau geli di sekitar daerah genital atau daerah anal.
  • Luka melepuh yang kemudian pecah di sekitar genital, rektum, paha, dan bokong.
  • Rasa nyeri saat membuang air kecil.
  • Nyeri punggung bawah.
  • Demam.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelelahan.
  • Terdapat cairan yang keluar dari vagina.

Diagnosis Herpes Genital (Herpes Simplex)

Dokter akan mendiagnosis herpes genital dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu jika diperlukan. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Kultur virus, yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan atau bagian kecil dari luka herpes untuk diperiksa di laboratorium.
  • Polymerase Chain Reaction (PCR), dengan mengambil sampel darah, jaringan luka, atau cairan tulang belakang, untuk melihat keberadaan DNA serta tipe dari HSV.
  • Pemeriksaan darah, untuk mengamati adanya antibodi terhadap HSV dan mendeteksi adanya infeksi herpes pada masa lalu.

 

Pengobatan Herpes Genital (Herpes Simplex)

Pengobatan herpes genital umumnya dilakukan dengan pemberian obat antivirus dengan tujuan:

  • Mempercepat proses penyembuhan luka saat tanda dan gejala pertama kali timbul.
  • Mengurangi derajat keparahan dan durasi dari keluhan.
  • Mengurangi frekuensi kekambuhan dari penyakit.
  • Meminimalkan kemungkinan untuk menularkan virus ke individu lain.

Pada ibu hamil, dokter dapat memberikan obat antivirus mendekati akhir masa kehamilan untuk mencegah penularan virus pada bayi. Pada beberapa kasus dokter menganjurkan operasi caesar untuk melahirkan bayi.

Sementara untuk meredakan gejala herpes genital yang tidak nyaman, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Jaga kebersihan area yang terkena herpes dnegan membersihkannya dengan air biasa atau air garam untuk mencegah luka terinfeksi.
  • Oleskan kompres es untuk meredakan rasa sakit.
  • Mandi air hangat juga bisa membantu meredakan rasa gatal pada luka.
  • Oleskan petroleum jelly atau krim penghilang rasa sakit pada area yang terkena.

Komplikasi Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa komplikasi herpes genital yang dapat terjadi, antara lain:

  • Infeksi Menular Seksual lainnya

Infeksi HSV-2 bisa meningkatkan risiko tertular infeksi HIV hingga sekitar tiga kali lipat. Selain itu, orang dengan HIV dan HSV-2 lebih berpotensi untuk menularkan HIV ke orang lain. Infeksi HSV-2 merupakan salah satu infeksi paling umum pada pengidap HIV.

  • Penyakit yang Lebih Parah

Pada orang dengan gangguan kekebalan, termasuk mereka yang mengidap infeksi HIV lanjut, herpes genital bisa menimbulkan gejala yang lebih parah dan kekambuhan yang lebih sering. Komplikasi langka HSV-2 termasuk meningoensefalitis (infeksi otak) dan infeksi diseminata. Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi HSV-1 bisa menyebabkan komplikasi yang lebih parah, seperti ensefalitis (infeksi otak) atau keratitis (infeksi mata).

  • Herpes Neonatus

Herpes neonatus merupakan kondisi ketika bayi terpapar virus HSV dalam proses persalinan. Kondisi tersebut jarang terjadi, tapi herpes neonatus merupakan kondisi serius yang bisa menyebabkan kecacatan neurologis yang bertahan lama atau kematian. Risiko herpes neonatus paling tinggi ketika seorang ibu tertular HSV untuk pertama kalinya pada akhir kehamilan.

Selain itu, herpes genital juga bisa menyebabkan komplikasi berupa inflamasi atau peradangan dan gangguan pada kandung kemih.

 

Pencegahan Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah herpes genital, antara lain:

  • Menggunakan kondom saat melakukan hubungan intim dengan pasangan yang tidak jelas status infeksi menular seksualnya.
  • Memeriksa status infeksi menular seksual secara berkala bagi individu yang berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
  • Hindari berciuman atau melakukan seks oral bila diri sendiri atau pasangan memiliki luka pada daerah sekitar mulut.
  • Hindari berbagi mainan seks. Bila ingin melakukannya, cuci mainan seks terlebih dahulu dan pasang kondom.

Herpes genital juga bisa kambuh kembali. Untuk mencegah penyakit tersebut kambuh, pengidap perlu menghindari hal-hal yang bisa menjadi pemicunya, seperti sinar UV, gesekan di area genital (saat melakukan seks atau akibat mengenakan pakaian ketat), merokok atau minum alkohol 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala – gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu juga bisa tanya dokter mengenai gejala kesehatan yang kamu alami melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan dari dokter terpercaya kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Genital Herpes Disease and Conditions.
WebMD. Diakses pada 2022. Common Symptoms of Genital Herpes
WebMD. Diakses pada 2022. 10 Ways to Reduce the Risk for Genital Herpes.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Herpes simplex virus.
National Health Service. Diakses pada 2022. Genital herpes.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Genital Herpes – CDC Fact Sheet
Diperbarui pada 7 Mei 2022