Herpes Genital (Herpes Simplex)

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Herpes Genital (Herpes Simplex)

Herpes genital atau herpes simplex adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Setelah pengidap terinfeksi, virus menetap secara dorman dalam tubuh dan dapat terjadi reaktivasi hingga beberapa kali dalam setahun. Penyakit infeksi ini juga dapat ditularkan melalui luka kecil yang tidak tampak.

 

Gejala Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa gejala herpes genital, antara lain:

  • Luka yang terbuka dan terlihat merah tanpa disertai rasa nyeri atau gatal.
  • Sensasi rasa nyeri, gatal, atau geli di sekitar daerah genital atau daerah anal.
  • Luka melepuh yang kemudian pecah di sekitar genital, rektum, paha, dan bokong.
  • Rasa nyeri saat membuang air kecil.
  • Nyeri punggung bawah.
  • Demam.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelelahan.
  • Terdapat cairan yang keluar dari vagina.

 

Penyebab Herpes Genital (Herpes Simplex)

Penyebab herpes genital adalah virus herpes simplex (HSV) yang sangat menular dan dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak langsung. Virus ini memiliki dua tipe, yakni:

  • HSV tipe 1, tipe yang umumnya menyebabkan luka atau lecet pada daerah sekitar mulut. Tipe ini ditularkan melalui kontak kulit, walaupun juga dapat menyebar ke daerah genital saat melakukan oral seks.
  • HSV tipe 2, tipe yang umumnya menyebabkan herpes genital. Tipe ini ditularkan melalui kontak seksual maupun kontak kulit, meskipun seseorang tidak memiliki luka terbuka pada tubuhnya.

Herpes genital ditularkan melalui hubungan intim (vaginal, anal, atau oral) dengan orang yang terinfeksi. Meskipun pengidap herpes genital tidak menunjukkan gejala, mereka tetap dapat menularkan penyakit ini ke orang lain.

 

Faktor Risiko Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa faktor risiko herpes genital, antara lain:

  • Jenis kelamin wanita lebih mudah terinfeksi herpes dibanding laki-laki.
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman atau tanpa pelindung.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah.

 

Diagnosis Herpes Genital (Herpes Simplex)

Dokter akan mendiagnosis herpes genital dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu jika diperlukan. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Kultur virus, yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan atau bagian kecil dari luka herpes untuk diperiksa di laboratorium.
  • Polymerase Chain Reaction (PCR), dengan mengambil sampel darah, jaringan luka, atau cairan tulang belakang, untuk melihat keberadaan DNA serta tipe dari HSV.
  • Pemeriksaan darah, untuk mengamati adanya antibodi terhadap HSV dan mendeteksi adanya infeksi herpes pada masa lalu.

 

Pengobatan Herpes Genital (Herpes Simplex)

Pengobatan herpes genital umumnya dilakukan dengan pemberian obat antivirus, seperti asiklovir, famsiklovir, atau valasiklovir oleh dokter, dengan tujuan:

  • Mempercepat proses penyembuhan luka saat tanda dan gejala pertama kali timbul.
  • Mengurangi derajat keparahan dan durasi dari keluhan.
  • Mengurangi frekuensi kekambuhan dari penyakit.
  • Meminimalkan kemungkinan untuk menularkan virus ke individu lain.

Pada ibu hamil, dokter dapat memberikan obat antivirus mendekati akhir masa kehamilan untuk mencegah penularan virus pada bayi. Pada beberapa kasus dokter menganjurkan operasi caesar untuk melahirkan bayi.

 

Komplikasi Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa komplikasi herpes genital yang dapat terjadi, antara lain:

  • Infeksi menular seksual lainnya.
  • Inflamasi atau peradangan.
  • Infeksi pada bayi dalam proses persalinan.
  • Gangguan pada kandung kemih.

 

Pencegahan Herpes Genital (Herpes Simplex)

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah herpes genital, antara lain:

  • Menggunakan kondom saat melakukan hubungan intim dengan pasangan yang tidak jelas status infeksi menular seksualnya.
  • Memeriksa status infeksi menular seksual secara berkala bagi individu yang berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
  • Menghindari berciuman jika diri sendiri atau pasangan memiliki luka pada daerah sekitar mulut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.