Esofagitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Esofagitis

Esofagitis adalah suatu keadaan di mana mukosa esofagus mengalami peradangan. Esofagus atau kerongkongan merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Esofagitis dapat merusak jaringan esofagus.

 

Gejala Esofagitis

Gejala yang umumnya dialami oleh pengidap esofagitis, yaitu:

  • Kesulitan dan rasa sakit saat menelan.

  • Tersangkutnya makanan di esofagus.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri ulu hati.

  • Nyeri dada (biasanya terasa di belakang tulang dada saat makan).

  • Asam lambung terasa naik ke kerongkongan atau ke mulut (regurgitasi).

  • Sariawan.

Pada anak-anak, selain ditandai dengan kesulitan makan atau menelan ASI, esofagitis juga bisa ditandai dengan terganggunya pertumbuhan.

Baca juga: Mengidap Gerd Bisa Sebabkan Esofagitis, Kok Bisa?

 

Penyebab Esofagitis

Peradangan dari esofagus dapat disebabkan oleh banyak hal. Terdapat beberapa penyebab dari esofagitis, yaitu:

  • Esofagitis refluks adalah peradangan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus. Asam lambung dapat berbalik dari lambung ke esofagus dan menyebabkan iritasi esofagus.

  • Esofagitis infeksi. Terdapat beberapa agen infeksi yang dapat menyebabkan peradangan pada esofagus. Infeksi virus herpes dan jamur dapat mengakibatkan peradangan pada esofagus.

  • Esofagitis korosif. Hal ini terjadi karena masuknya bahan korosif ke dalam esofagus. Tertelannya bahan korosif (misalnya, pembersih lantai) dapat terjadi karena kecelakaan atau usaha bunuh diri.

Apabila bahan korosif menyebabkan peradangan di esofagus, maka dapat menyebabkan striktur atau penyempitan esofagus. Hal ini akan mengakibatkan kesulitan asupan makan pada pasien.

 

Faktor Risiko Esofagitis

Beberapa faktor berikut ini bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena esofagitis, yaitu:

  • Riwayat esofagitis di dalam keluarga.

  • Pernah mengalami reaksi alergi.

  • Lansia.

  • Sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan dalam porsi besar.

  • Mengonsumsi kafein, cokelat, alkohol, ataupun makanan-makanan dengan rasa mint secara berlebihan.

  • Langsung tidur usai makan.

  • Menelan pil berukuran besar.

  • Menelan pil dengan sedikit atau tanpa air.

  • Menelan obat dengan posisi berbaring atau tepat sebelum tidur.

  • Menjalani pengobatan dengan antibiotik atau kortikosteroid.

  • Mengidap diabetes.

  • Memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

 

Diagnosis Esofagitis

Diagnosis esofagitis dapat ditentukan dengan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pengidap akan mengeluhkan rasa nyeri saat menelan, nyeri daerah ulu hati, atau perasaan mengganjal saat menelan makanan. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya nyeri tekan di ulu hati.

Pemeriksaan pasti untuk menunjang esofagitis adalah dengan melakukan pemeriksaan teropong saluran cerna bagian atas. Pada teropong saluran cerna ini akan terlihat adanya lesi kemerahan di mukosa esophagus.

Jika penyebab dari peradangan esofagus ini adalah infeksi jamur, maka akan terlihat adanya plak keputihan di esofagus. Pada esofagitis akibat bahan korosif, maka lumen esofagus dapat mengalami striktur atau penyempitan.

Baca juga: Cegah Esofagitis dengan 7 Cara Ini

 

Pengobatan dan Efek Samping Esofagitis

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani esofagitis. Namun, perlu diingat bahwa dalam penanganan esofagitis sangat penting untuk mengobati penyebabnya.

Pemberian obat penekan asam lambung dapat dilakukan untuk menekan asam lambung dan risiko refluks asam. Pada esofagitis akibat infeksi jamur, pemberian obat antijamur dapat menyembuhkan infeksi jamur di esofagus ini.

Apabila tidak ditangani dengan baik, esofagitis dapat menyebabkan perubahan struktur di dalam esofagus di mana esofagus akan menyempit. Selain itu, komplikasi yang dapat muncul adalah esofagus Barrett’s. Kondisi ini akan mengubah lapisan sel di esofagus sehingga membuat seseorang lebih rentan terkena kanker esofagus.

 

Pencegahan Esofagitis

Pencegahan esofagitis adalah dengan menghindari penyebabnya. Hindari merokok dan jagalah berat badan kamu dalam rentang berat badan ideal. Gunakan obat penekan asam lambung. Jangan mencoba menelan bahan korosif yang dapat melukai esofagus kamu.

Apabila kamu mengidap refluks asam lambung, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi refluks asam. Misalnya, dengan cara menaikkan posisi kepala saat tidur dan menghindari makan sebelum jam tidur.

Baca juga:  Waspadai Esofagus Barrett, Komplikasi Esofagitis yang Bisa Berujung Kanker Kerongkongan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kamu di sini

Referensi: 
WebMD.com. Diakses pada 2019. Esophagitis

Diperbarui pada 22 November 2019.