Mengidap Gerd Bisa Sebabkan Esofagitis, Kok Bisa?

Gerd, Penyebab Esofagitis

Halodoc, Jakarta - Asam lambung merupakan zat asam yang terdapat di dalam lambung. Zat ini berfungsi membantu lambung menghancurkan makanan menjadi lebih lunak, sehingga dapat diproses oleh tubuh. Nah, inilah yang disebut dengan proses metabolisme. Jika asam lambung mempunyai intensitas tinggi, kondisi ini bisa memicu masalah kesehatan, seperti maag hingga tukak lambung. Pada pengidap penyakit asam lambung atau GERD, apakah kondisi ini bisa sebabkan esofagitis?

Baca juga: Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Apa Itu GERD?

Penyakit asam lambung atau GERD merupakan kondisi kesehatan yang ditandai dengan rasa nyeri pada ulu hati, serta sensasi rasa terbakar karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Esofagus sendiri merupakan bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap GERD

Pengidap penyakit asam lambung, gejala yang muncul dapat berupa:

  • Sensasi rasa terbakar pada dada dan ulu hati. Rasa sakit ini akan bertambah parah saat membungkuk.
  • Refluks asam lambung akibat naiknya asam dalam perut ke kerongkongan dan mulut.
  • Merasakan adanya sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan.
  • Laringitis, yaitu peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan rasa sakit pada tenggorokan. Keadaan ini akan membuat suara menjadi parau.
  • Mengi, kembung, dan bersendawa.
  • Bau mulut jadi tidak sedap.
  • Adanya peningkatan pada jumlah air liur secara tiba-tiba.

Naiknya asam lambung akan membuat jaringan pada dinding kerongkongan dan mulut teriritasi oleh asam lambung.

Baca juga: Benarkah Pengidap GERD Mudah Terkena Kanker Esofagus?

Penyebab Naiknya Asam Lambung

Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya LES, yaitu lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES ini berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. LES akan menutup setelah makanan masuk untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik ke esofagus.

GERD akan terjadi jika LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, sehingga asam lambung bisa keluar dari perut. GERD juga dapat terjadi karena faktor keturunan, stres, konsumsi obat-obat tertentu, kelebihan berat badan, hiatus hernia, hamil, atau mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.

Pada pengidap penyakit asam lambung, akan ada sensasi terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Kondisi ini akan berakibat perut tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan. Selain perut, mulut dan kerongkongan akan mengalami rasa sakit dan kesulitan dalam menelan makanan. Nah, jika kondisi ini sudah terjadi dan GERD terjadi secara terus-menerus, perawatan serius akan diperlukan.

GERD Bisa Sebabkan Esofagitis, Benarkah?

Esofagitis merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada pengidap GERD. Esofagitis sendiri merupakan peradangan yang terjadi pada dinding kerongkongan. Dalam kasus yang parah, pengidap esofagitis akan mengalami kesulitan dalam menelan, karena munculnya tukak pada tenggorokan. Tukak ini akan terbentuk ketika lapisan dinding esofagus tererosi, sehingga luka muncul. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan kanker esofagus.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Dispepsia dan GERD

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!