Flu Burung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Flu Burung

Flu burung merupakan flu yang ditularkan burung ke manusia. Dalam dunia medis flu burung juga dikenal dengan sebutan avian influenza. Flu burung sendiri disebabkan oleh virus H5N1 atau H7N9. Jangan menganggap remeh penyakit ini, sebab infeksi virus ini bisa berujung pada kematian bila tidak ditangani dengan tepat.

 

Faktor Risiko Flu Burung

Pada dasarnya, flu burung bisa menyerang siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya flu burung. Contohnya:

  • Mengunjungi pasar unggas dengan kebersihan yang buruk.

  • Bepergian ke daerah yang memiliki banyak kasus flu burung.

  • Mengonsumsi daging unggas seperti ayam, bebek, burung, atau telur yang tidak dimasak dengan matang sempurna.

 

Penyebab Flu Burung

Penyebaran virus flu burung ini mulanya hanya menyebar antar unggas (liar maupun peternakan). Namun, virus ini ini lama-kelamaan bisa bermutasi menjadi beberapa turunan. Virus yang bermutasi inilah yang akhirnya bisa menulari manusia. Beberapa turunan virus tersebut di antaranya adalah H5N1, H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, H7N9, dan H10N8.

Dari beragam virus turunan tersebut, hingga kini hanya dua jenis yang mewabah dan menyebabkan tingginya angka kematian, yaitu H5N1 dan H7N9.

Penyakit ini sangat mudah menular, terutama bagi mereka yang berkontak langsung dengan unggas yang sudah terinfeksi. Di samping itu, penularan flu burung juga bisa melalui terhirupnya debu atau kotoran unggas sakit dan mengonsumsi daging unggas yang tak dimasak hingga matang sempurna.  

Baca juga: Apakah Indonesia Aman dari Ancaman Flu Burung?

 

Gejala Flu Burung

Ketika seseorang terserang virus penyebab flu burung, maka dirinya akan mengalami gejala yang beragam. Gejala yang timbul bisa ringan, bisa pula parah yang bisa berpotensi membahayakan nyawa. Berikut beberapa gejala flu burung yang mungkin dialami pengidapnya:

  • Sakit perut.

  • Demam tinggi.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri otot.

  • Gangguan pernapasan.

  • Pendarahan gusi.

  • Pendarahan hidung.

  • Nyeri dada.

Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu Gejala Flu Burung yang Menyerang Anak

 

Diagnosis Flu Burung

Untuk mendiagnosis flu burung dokter akan melakukan beberapa metode. Pada tahap awal, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan medis. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang dengan mengambil sampel cairan dari hidung atau tenggorokan.

Tak menutup kemungkinan dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah. Tujuannya untuk mengetahui kadar sel darah putih di dalam tubuh pasien. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan melakukan tes X-ray untuk melihat kondisi paru-paru pasien.

 

Komplikasi Flu Burung

Pengobatan flu burung harus dilakukan secepat mungkin. Karena jika tidak, penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan komplikasi yang berakibat fatal, seperti:

  • Sindrom gagal napas akut.

  • Gagal multi organ (misalnya gangguan jantung, disfungsi ginjal, dan pneumothorax atau pengumpulan udara di dalam rongga pleura).

Baca juga: Tinggal Dekat Unggas, Bagaimana Cara Cegah Flu Burung?

 

Pengobatan Flu Burung

Ketika seseorang mengidap flu burung, biasanya mereka akan dirawat di ruang isolasi. Tujuannya jelas, untuk meminimalisir terjadinya penularan. Selain itu, mereka juga dianjurkan untuk minum banyak cairan, mengonsumsi makanan sehat, istirahat, dan minum obat pereda rasa sakit, dokter juga biasanya akan meresepkan obat-obatan antivirus agar penyakit tidak berkembang makin parah. Pemberian obat antivirus juga bertujuan mencegah terjadinya komplikasi dan membuat peluang hidup pasien tetap besar.

Andaikan flu burung sudah menimbulkan komplikasi, maka penanganannya akan disesuaikan dengan komplikasi yang timbul, contohnya pneumonia. Pasien yang mengalami kondisi ini biasanya harus dibantu dengan ventilator di rumah sakit untuk membantu mengurangi kesulitan bernapas. Selain itu, pemberian obat-obatan antibiotik harus terus dilakukan sampai pneumonia sembuh.

 

Pencegahan Flu Burung

  • Menjaga kebersihan tangan.

  • Menyemprot (strerilisasi) area peterakan atau pasar unggas.

  • Menjaga kebersihan kandang apabila memelihara unggas.

  • Memastikan untuk mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik.

  • Tidak mengonsumsi unggas liar hasil buruan karena tidak tahu penyakit apa saja yang mungkin ada di tubuh mereka.

  • Membeli daging unggas yang sudah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya baik.

  • Selalu gunakan masker (penutup mulut dan hidung) ketika kita berada di tempat-tempat umum.

  • Rutin mengikuti vaksinasi flu tiap tahun. Jika perlu, sertakan juga vaksinasi pneumokokus untuk menjaga diri dari komplikasi flu burung apabila sewaktu-waktu kita terjangkit kondisi tersebut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

 Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Bird Flu (Avian Influenza)
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Bird Flu.
World Health Organization. Diakses pada 2019. Fact Sheet. Avian and Other Zoonotic Influenza.  

 Diperbarui pada 5 September 2019