Flu Burung

Pengertian Flu Burung

Flu burung adalah jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh burung kepada manusia.

Gejala Flu Burung

Seseorang yang terkena flu burung akan mengalami gejala utama, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, pilek, batuk, dan gangguan pernapasan. Namun sebelum gejala tersebut muncul, ada juga yang terlebih dahulu mengalami:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Pendarahan gusi
  • Pendarahan hidung
  • Nyeri dada

Pengobatan flu burung harus dilakukan secepat mungkin. Karena jika tidak, penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan komplikasi yang berakibat fatal, seperti:

  • Sindrom gagal napas akut.
  • Pneumonia.
  • Gagal multi organ (misalnya gangguan jantung, disfungsi ginjal, dan pneumothorax atau pengumpulan udara di dalam rongga pleura).

Penyebab Flu Burung

Virus flu burung awalnya hanya menyebar antar unggas saja, baik itu unggas liar maupun unggas peternakan (ayam, bebek, angsa, atau burung kicauan). Seiring waktu, virus flu burung bermutasi menjadi beberapa turunan sehingga pada akhirnya mampu menulari manusia. Beberapa turunan virus tersebut di antaranya adalah H5N1, H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, H7N9, dan H10N8.

Dari semua turunan virus flu burung, sampai saat ini hanya dua jenis yang pernah menyebabkan wabah dengan jumlah korban jiwa yang banyak, yaitu H5N1 dan H7N9.

Flu burung berisiko tinggi menular apabila menyentuh unggas yang telah terinfeksi, menghirup debu dari kotoran unggas sakit yang telah mengering, atau menyantap daging/telurnya dengan tidak dimasak sampai benar-benar matang.

Pengobatan Flu Burung

Pengidap flu burung dirawat dalam ruang isolasi untuk mencegah penularan. Selain itu disarankan dianjurkan untuk minum banyak cairan, mengonsumsi makanan sehat, istirahat, dan minum obat pereda rasa sakit, dokter juga biasanya akan meresepkan obat-obatan antivirus agar penyakit tidak berkembang makin parah. Pemberian obat antivirus juga bertujuan mencegah terjadinya komplikasi dan membuat peluang hidup pasien tetap besar.

Penanganan Komplikasi Flu Burung

Pneumonia adalah salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada kasus flu burung. Pasien yang mengalami kondisi ini biasanya harus dibantu dengan ventilator di rumah sakit untuk membantu mengurangi kesulitan bernapas. Selain itu, pemberian obat-obatan antibiotik harus terus dilakukan sampai pneumonia sembuh.

Pencegahan Flu Burung

  • Melakukan penyemprotan (sterilisasi) ke sejumlah peternakan atau pasar unggas.
  • Menjaga kebersihan tangan,
  • Menjaga kebersihan kandang apabila memelihara unggas.
  • Memastikan untuk mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik.
  • Tidak mengonsumsi unggas liar hasil buruan karena tidak tahu penyakit apa saja yang mungkin ada di tubuh mereka.
  • Membeli daging unggas yang sudah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya baik.
  • Selalu gunakan masker (penutup mulut dan hidung) ketika kita berada di tempat-tempat umum.
  • Rutin mengikuti vaksinasi flu tiap tahun. Jika perlu, sertakan juga vaksinasi pneumokokus untuk menjaga diri dari komplikasi flu burung apabila sewaktu-waktu kita terjangkit kondisi tersebut.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.