Gangguan Pembekuan Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Pembekuan Darah

Gangguan pembekuan darah adalah terjadinya gangguan dalam proses koagulasi alias pembekuan darah. Normalnya, darah akan mulai membeku setelah terjadinya cedera untuk mencegah kamu mengalami kehilangan darah dalam jumlah besar. Beberapa kondisi tertentu dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku dan menggumpal dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan perdarahan berat atau berlangsung lama.

Baca juga: 3 Jenis Kelainan Darah yang Mempengaruhi Pembekuan Darah

 

Faktor Risiko Gangguan Pembekuan Darah

Berada dalam posisi tubuh yang sama selama berjam-jam dan duduk bisa menyebabkan perlambatan aliran darah yang meningkatkan risiko gangguan pembekuan darah.

 

Penyebab Gangguan Pembekuan Darah

Agar darah bisa menggumpal dengan baik, maka sel tubuh kamu membutuhkan platelet dan protein yang disebut sebagai faktor pembeku. Gangguan pembekuan darah terjadi ketika kamu tidak memiliki cukup platelet atau protein pembeku maupun keduanya tidak bekerja dengan baik.

Kebanyakan kasus gangguan koagulasi adalah kondisi genetik yang diwariskan dari orangtua ke anak. Tetapi, kondisi medis tertentu seperti penyakit hati, juga bisa menyebabkan gangguan pembekuan darah. Hal ini dikarenakan gangguan pembekuan darah bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Gangguan pembekuan darah juga bisa disebabkan oleh:

  • Defisiensi vitamin K

  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya anti-koagulan (yang memang bekerja menghambat proses pembekuan darah).

 

Gejala Gangguan Pembekuan Darah

Gejala yang timbul dari gangguan pembekuan darah akan bervariasi tergantung dari kondisi penyebabnya. Namun, gejala umumnya termasuk:

  • Mudah memar tanpa alasan jelas.

  • Perdarahan menstruasi berat.

  • Sering mimisan.

  • Berdarah terus-terusan dari luka kecil.

  • Perdarahan yang merembes ke persendian.

Baca juga: Sering Mimisan, Benarkah Gangguan Pembekuan Darah?

 

Diagnosis Gangguan Pembekuan Darah

Untuk mendiagnosis gangguan pembekuan darah, dokter akan bertanya kepada kamu seputar gejala yang dialami dan riwayat kesehatan. Dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dasar. Selama di dokter, kamu jangan lupa untuk menyebutkan:

  • Kondisi kesehatan yang kamu miliki saat ini.

  • Obat-obatan (resep, nonresep, suplemen, ataupun obat herbal) yang kamu pernah/sedang gunakan.

  • Cedera atau terjatuh belakangan ini.

  • Berapa lama perdarahan tersebut telah berlangsung.

  • Apa yang sedang kamu lakukan sebelum perdarahan itu terjadi.

Berdasar informasi ini, dokter dapat melakukan tes darah untuk meresmikan diagnosis. Tes yang mungkin kamu jalani, yaitu:

  • Tes darah lengkap—untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih.

  • Tes agregasi platelet—untuk mengetahui seberapa baik platelet kamu menggumpal bersama.

  • Tes waktu perdarahan—untuk dapat menentukan seberapa lama darah kamu menggumpal.  

 

Pengobatan Gangguan Pembekuan Darah

Pengobatan akan direncanakan berdasarkan jenis gangguan pembekuan darah yang kamu alami dan keparahan kondisinya. Gangguan darah tidak bisa disembuhkan total, tetapi terapi pengobatan dapat meredakan gejalanya. Pengobatan terhadap gangguan koagulasi mungkin melibatkan resep suplemen zat besi, transfusi darah, injeksi pengganti faktor (khususnya untuk kasus hemofilia).

Komplikasi atau efek samping gangguan pembekuan darah dapat menyebabkan perdarahan di dalam dan luar tubuh. Tubuh dapat kehilangan banyak darah karena beberapa jenis gangguan ini. Dalam kondisi lainnya, menyebabkan kamu mudah memar atau mengalami perdarah di organ tertentu, misalnya di otak.

 

Pencegahan Gangguan Pembekuan Darah

Meluruskan kaki, melakukan pergerakan ringan, hingga berjalan-jalan akan sangat membantu mencegah terjadinya perlambatan aliran darah yang memicu terjadinya pembekuan darah. Pencegahan lainnya, yaitu dengan menjaga berat badan ideal. Sebab, salah satu faktor risiko terjadinya trombosis adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Selain itu, memeriksa riwayat keluarga apakah ada yang pernah terkena gangguan pembekuan darah juga harus dilakukan.

Baca juga: Tampak Sama, Adakah Perbedaan Darah Menggumpal dan Darah Membeku?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala atau keluhan seperti di atas baiknya segera diskusikan ke dokter. Pengobatan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. Pilihlah dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc.

Referensi:

www.johnhopkinsmedicine.org. Diakses pada 2019. Coagulation Disorders.

Diperbarui pada 30 Agustus 2019