Gigitan Serangga

Pengertian Gigitan Serangga

Gigitan serangga pada umumnya tidak berbahaya dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman di kulit. Gigitan serangga yang umumnya menimbulkan rasa nyeri adalah sengatan lebah, tawon, pikat, atau semut. Sedangkan gigitan nyamuk, tungau, atau kutu umumnya menimbulkan rasa gatal.

 

Faktor Risiko Gigitan Serangga

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gigitan serangga, antara lain:

  • Melakukan aktivitas atau pekerjaan di luar ruangan.
  • Memakai pakaian berwarna gelap atau longgar.
  • Menggunakan parfum dengan aroma bunga.
  • Mengunjungi peternakan lebah atau beraktivitas dekat sarang lebah.

 

Penyebab Gigitan Serangga

Golongan serangga yang gigitan atau sengatannya dapat menyebabkan reaksi serius atau alergi adalah dari golongan Hymenoptera. Bahkan, kasus kematian akibat sengatan lebah 3-4 kali lebih banyak dibandingkan kematian akibat gigitan ular. Beberapa jenis serangga yang menyengat, antara lain kumbang, lebah madu, pikat, semut api, dan tawon. Sedangkan serangga yang menggigit dan mengisap darah, antara lain kutu busuk, lalat hitam, lalat pasir, lalat rusa, lalat kuda, kutu rambut, nyamuk, dan laba-laba.

 

Gejala Gigitan Serangga

Beberapa gejala yang umum dirasakan akibat gigitan atau sengatan serangga, antara lain:

  • Bengkak.
  • Gatal.
  • Kemerahan.
  • Kesemutan.
  • Mati rasa.
  • Nyeri.
  • Sensasi terbakar.

 

Meski demikian, pada beberapa orang, dapat terjadi reaksi yang parah dan berbahaya akibat gigitan serangga atau sengatan lebah. Kondisi ini disebut dengan syok anafilaksis. Syok anafilaksis terjadi dengan sangat cepat dan jika tidak segera diatasi, dapat mengancam nyawa. Beberapa gejalanya, antara lain:

  • Kesulitan bernapas.
  • Kesulitan menelan.
  • Nyeri dada.
  • Nyeri perut hingga muntah.
  • Pembengkakan pada wajah atau mulut.
  • Pingsan atau pusing.
  • Ruam kemerahan pada kulit.

 

Diagnosis Gigitan Serangga

Dokter akan mendiagnosis gigitan serangga dengan diawali suatu wawancara medis lengkap. Wawancara ini meliputi kronologis kejadian serta tanda dan gejala yang dialami pengidap. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Pemeriksaan penunjang jarang dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis. Meski demikian, jika diperlukan, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes alergi bisa serangga, yang dilakukan dengan menggaruk kulit dengan dosis kecil racun serangga dan melihat ukuran ruam untuk mengukur reaksi alergi terhadap racun serangga.
  • Tes penyakit Lyme, yang dilakukan jika gigitan disebabkan oleh kutu. Jika kutu diangkat dari kulit, perlu dilakukan pemeriksaan untuk Borrelia burgdorferi, yaitu penyebab dari penyakit Lyme.

 

Komplikasi Gigitan Serangga

Jika gigitan atau sengatan serangga tidak menyebabkan syok anafilaksis, umumnya tidak akan menyebabkan komplikasi yang berarti. Kendati demikian, pada syok anafilaksis yang tidak segera ditangani, komplikasi dapat berupa kematian.

 

Pengobatan Gigitan Serangga

Gigitan atau sengatan serangga yang tidak parah, dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Perawatan rumahan ini berguna untuk meringankan gejala dari reaksi ringan yang disebabkan oleh gigitan dan sengatan serangga. Pada gigitan dan sengatan serangga yang menimbulkan gejala yang parah, umumnya dokter akan memberikan obat berupa antihistamin untuk mengurangi gatal, serta kortikosteroid untuk mengurangi gejala yang dialami pengidap. 

Pada gigitan dan sengatan serangga yang menyebabkan syok anafilaksis, suntikan adrenalin atau epinefrin oleh tenaga medis terlatih harus segera dilakukan dengan cepat. Pada pengidap yang memiliki alergi terhadap gigitan atau sengatan serangga, imunoterapi atau desensitisasi dapat dijadikan pilihan pengobatan. Imunoterapi racun dapat membantu mencegah reaksi sistemik pada orang-orang yang sensitif terhadap sengatan atau gigitan serangga.

 

Pencegahan Gigitan Serangga

Beberapa upaya pencegahan dari gigitan dan sengatan serangga yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Gunakan losion anti nyamuk dengan kandungan aktif DEET, picaridin, IR3535, atau minyak lemon eukaliptus, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan pakaian yang dapat melindungi seluruh tubuh, seperti celana panjang dan baju lengan panjang. 
  • Hindari aktivitas di luar rumah pada waktu dimana nyamuk aktif, yaitu saat pergantian siang ke malam atau sebaliknya.
  • Hindari penggunaan parfum atau pewangi pakaian.
  • Jaga kebersihan ruangan, terutama dari sisa makanan.
  • Jauhi sarang serangga yang berbahaya, seperti lebah atau tawon, dan jangan mencoba untuk menyingkirkan sarangnya sendiri.
  • Lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan pengasapan insektisida (fogging) yang diikuti tindakan 3M, seperti menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
  • Pasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, dan gunakan pendingin ruangan (AC).
  • Pilih pakaian yang bersih dan berwarna cerah.
  • Segera lari ke dalam ruangan tertutup, jika sekelompok lebah menyerang.
  • Tetap tenang jika ada seekor lebah atau tawon mendekat, karena memukulnya akan memicu lebah atau tawon menyengat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya di atas dan terdapat riwayat digigit atau disengat serangga, segera cari pertolongan medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.