Hidrokel

Pengertian Hidrokel

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di rongga yang terletak di antara lapisan parietal dan viseral tunika vaginalis dari skrotum. Pada keadaan normal, terdapat cairan di cavum vaginalis yang diimbangi reabsorbsi sistem limfatik. Jika terjadi gangguan pada sistem keseimbangan produksi dan absorbsi, penumpukan cairan dapat terjadi, dan dapat bermanifestasi sebagai hidrokel.

 

Gejala Hidrokel

Pada sebagian besar kasus hidrokel, pengidap dapat tidak merasakan gejala tertentu. Gejala baru akan dirasakan ketika ukuran skrotum bertambah besar. Ukuran pembengkakan ini dapat berubah-ubah dalam sehari. Umumnya, gejala yang akan dirasakan, antara lain:

  • Rasa tidak nyaman pada skrotum.
  • Nyeri pada skrotum.
  • Kulit skrotum kemerahan.
  • Rasa tertekan pada bagian pangkal Mr. P.

Pada bayi, umumnya hidrokel akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika hidrokel tidak menghilang setelah usia satu tahun, segera diskusikan dengan dokter.

 

Penyebab Hidrokel

Beberapa penyebab hidrokel, antara lain:

1. Pada bayi dapat disebabkan oleh belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis, sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke cavum vaginalis. Umumnya, celah tersebut akan menutup sebelum lahir atau segera sesudahnya.

2. Pada orang dewasa dapat disebabkan akibat:

  • Cedera dan tindakan operasi pada skrotum atau area selangkangan.
  • Radang dan infeksi epididimis atau testis.
  • Kanker pada testis atau ginjal kiri.

 

Faktor Risiko Hidrokel

Beberapa faktor risiko hidrokel, antara lain:

  • Bayi yang lahir prematur.
  • Pria yang berusia lebih dari 40 tahun.
  • Riwayat cedera skrotum.
  • Riwayat infeksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS).

 

Diagnosis Hidrokel

Dokter akan mendiagnosis hidrokel dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan menggunakan senter pada hidrokel (transluminasi), serta pemeriksaan penunjang seperti:

  • Pemeriksaan darah dan urine untuk menentukan infeksi, misalnya epididimitis.
  • Ultrasound (USG) untuk membantu mengesampingkan hernia, tumor testis, atau penyebab lainnya.

 

Pengobatan Hidrokel

  • Pada bayi, hidrokel biasanya akan menghilang dengan sendirinya sampai mereka berusia dua tahun. Jika hidrokel masih ada setelah usia tersebut atau timbul rasa nyeri, diperlukan tindakan operasi untuk menghilangkannya. Operasi untuk menghilangkan hidrokel dinamakan dengan hidrokelektomi.
  • Pada orang dewasa, hidrokel juga dapat menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu enam bulan. Tindakan medis akan dilakukan jika hidrokel menyebabkan rasa nyeri atau mengganggu. Operasi pengangkatan hidrokel hanya dilakukan jika ukuran hidrokel sudah cukup besar, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan menekan bagian tubuh lainnya.

Setelah pengidap menjalani operasi hidrokelektomi, terdapat beberapa risiko yang dapat dialami oleh pengidap, seperti infeksi, gangguan irama jantung, perdarahan, penggumpalan darah, reaksi alergi, cedera saraf pada skrotum, dan kesulitan bernapas. Oleh sebab itu, usai menjalani hidrokelektomi, dokter akan menyarankan pengidap untuk menggunakan scrotal support dan mengompres skrotum dengan es batu, untuk mengurangi pembengkakan.

 

Pencegahan Hidrokel

Hidrokel dapat disebabkan oleh penyakit filariasis. Upaya pencegahan penyakit filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk yang menjadi pembawa cacing tersebut, seperti dengan memakai kelambu, mengenakan pakaian panjang, atau menggunakan obat penolak nyamuk.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.