Hidrokel

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hidrokel

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di rongga yang terletak di antara lapisan parietal dan viseral tunika vaginalis dari skrotum. Pada keadaan normal, terdapat cairan di cavum vaginalis yang diimbangi reabsorbsi sistem limfatik. Jika terjadi gangguan pada sistem keseimbangan produksi dan absorbsi, penumpukan cairan dapat terjadi, dan dapat bermanifestasi sebagai hidrokel.

 

Faktor Risiko Hidrokel

Beberapa faktor risiko hidrokel, antara lain:

  • Bayi yang lahir prematur.

  • Pria yang berusia lebih dari 40 tahun.

  • Riwayat cedera skrotum.

  • Riwayat infeksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS).

Baca juga: Bisa Bikin Testis Nyeri, Ini Dampak Hidrokel pada Pria

 

Penyebab Hidrokel

Beberapa penyebab hidrokel, antara lain:

1. Pada bayi dapat disebabkan oleh belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis, sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke cavum vaginalis. Umumnya, celah tersebut akan menutup sebelum lahir atau segera sesudahnya.

2. Pada orang dewasa dapat disebabkan akibat:

  • Cedera dan tindakan operasi pada skrotum atau area selangkangan.

  • Radang dan infeksi epididimis atau testis.

  • Kanker pada testis atau ginjal kiri.

 

Gejala Hidrokel

Pada banyak kasus hidrokel, pengidapnya bisa saja tidak merasakan gejala. Gejala baru akan dirasakan ketika ukuran skrotum bertambah besar. Ukuran pembengkakan ini dapat berubah-ubah dalam sehari. Umumnya, gejala yang akan dirasakan, antara lain:

  • Rasa tidak nyaman pada skrotum.

  • Nyeri pada skrotum.

  • Kulit skrotum kemerahan.

  • Rasa tertekan pada bagian pangkal penis

Pada bayi, umumnya hidrokel akan hilang dengan sendirinya. Namun, apabila hidrokel tidak kunjung hilang setelah usia satu tahun, segera diskusikan dengan dokter.

Baca juga: Hidrokel Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius

 

Diagnosis Hidrokel

Dokter akan mendiagnosis hidrokel dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan menggunakan senter pada hidrokel (transluminasi), serta pemeriksaan penunjang seperti:

  • Pemeriksaan darah dan urine untuk menentukan infeksi, misalnya epididimitis.

  • Ultrasound (USG) untuk membantu mengesampingkan hernia, tumor testis, atau penyebab lainnya.

 

Pengobatan Hidrokel

  • Pada bayi, hidrokel umumnya akan hilang sendiri hingga mereka menginjak usia dua tahun. Namun, jika hidrokel masih ditemukan atau menyebabkan rasa nyeri, diperlukan tindakan operasi untuk menghilangkannya. Pembedahan untuk menghilangkan hidrokel dikenal dengan hidrokelektomi.

  • Sementara itu, hidrokel pada orang dewasa juga dapat hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu enam bulan. Tindakan medis baru akan dijalankan jika hidrokel menyebabkan rasa nyeri atau semakin mengganggu. Operasi pengangkatan hidrokel akan disarankan dokter untuk dilakukan jika ukurannya sudah cukup besar, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan menekan bagian tubuh lainnya.

Setelah pengidapnya menjalani operasi hidrokelektomi, penting diketahui bahwa terdapat beberapa risiko yang mungkin dialami. Mulai dari infeksi, gangguan irama jantung, perdarahan, penggumpalan darah, reaksi alergi, cedera saraf pada skrotum, bahkan kesulitan bernapas juga bisa dialami. Oleh sebab itu, usai menjalani hidrokelektomi, maka pengidapnya disarankan untuk menggunakan scrotal support dan mengompres skrotum dengan es batu, dengan maksud mengurangi pembengkakan.

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Ini 2 Penyebab Munculnya Hidrokel

 

Pencegahan Hidrokel

Hidrokel dapat disebabkan oleh penyakit filariasis. Upaya pencegahan penyakit filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk yang menjadi pembawa cacing tersebut, seperti dengan memakai kelambu, mengenakan pakaian panjang, atau menggunakan obat penolak nyamuk.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui  dokter jika kamu  merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Testicular Lumps and Swellings.
World Health Organization. Diakses pada 2019. Lymphatic Filariasis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Disease and Conditions. Hydrocele.
Healthline. Diakses pada 2019. Hydrocele.

Diperbarui pada 9 September 2019