Hiperemesis Gravidarum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi morning sickness yang ekstrem pada masa kehamilan dan ditandai dengan mual dan muntah yang parah. Kondisi ini menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit dan keton dalam darah, serta penurunan berat badan yang signifikan.  Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan untuk menghindari dampak buruk yang dapat menimpa ibu hamil dan janin. Pengidap hiperemesis gravidarum dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit, karena komplikasinya yang berakibat pada ginjal, sistem saraf, dan hati.

 

Faktor Risiko Hiperemesis Gravidarum

Beberapa faktor risiko hiperemesis gravidarum, antara lain:

  • Hamil pada usia yang sangat muda.

  • Kehamilan pertama.

  • Kelebihan berat badan (obesitas).

  • Memiliki keluarga dekat (misalnya ibu, kakak, atau adik) yang pernah mengidap hiperemesis gravidarum.

  • Mengidap mola hidatidosa (hamil anggur).

  • Mengandung anak perempuan atau anak kembar.

  • Pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya.

Baca juga: Benarkah Hamil Muda Berisiko Alami Hiperemesis Gravidarum?

 

Penyebab Hiperemesis Gravidarum

Penyebab pasti dari hiperemesis gravidarum belum diketahui hingga saat ini. Dugaan utama adalah akibat perubahan hormon, seperti hormon glikoprotein atau Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dalam darah.

 

Gejala Hiperemesis Gravidarum

Berikut adalah beberapa gejala ketika seseorang mengidap hiperemesis gravidarum:

  • Mual dan muntah, yang parah dan berkepanjangan.

  • Berat badan menurun.

  • Dehidrasi.

  • Jantung berdebar.

  • Konstipasi.

  • Mengeluarkan air liur secara berlebihan.

  • Pusing dan nyeri kepala.

  • Sangat sensitif terhadap aroma.

  • Sulit menelan makanan atau minuman.

  • Hipotensi atau tekanan darah rendah.

  • Berat badan bayi rendah.

  • Masalah psikologis, seperti stres, bingung, cemas, bahkan putus asa.

 

Diagnosis Hiperemesis Gravidarum

Dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosis hiperemesis gravidarum dengan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan laboratorium darah, urine, dan elektrolit untuk memastikan pengidap benar-benar mengalami hiperemesis gravidarum dan bukan kondisi lainnya.

  • Pencitraan dengan USG, untuk melihat kondisi janin dalam kandungan.

Baca juga: Waspada, Hamil Anggur Berisiko Alami Hiperemesis Gravidarum

 

Komplikasi Hiperemesis Gravidarum

Beberapa komplikasi hiperemesis gravidarum, antara lain:

  • Dehidrasi akibat kekurangan asupan cairan.

  • Perdarahan pada kerongkongan akibat muntah berkepanjangan.

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah.

 

Pengobatan Hiperemesis Gravidarum

Beberapa pengobatan yang umum diberikan dokter pada pengidap hiperemesis gravidarum, antara lain:

  • Pemberian obat-obatan lewat suntikan, seperti vitamin B6, vitamin B12, serta antiemetik atau antimual, untuk meringankan gejala hiperemesis gravidarum.

  • Pemasangan cairan infus, untuk menjaga asupan cairan yang dibutuhkan oleh pengidap agar terhindar dari dehidrasi.

  • Perubahan kebiasaan dan lingkungan, seperti banyak istirahat dan kurangi gerak, menggunakan pakaian longgar, menghindari aroma-aroma, suara bising, dan kedipan cahaya berlebih yang dapat memicu mual. Selain itu, konsumsi kudapan kering (misalnya biskuit) secara berkala, konsumsi makanan tinggi karbohidrat tapi rendah lemak, serta minum air jahe ketika merasa mual.

 

Pencegahan Hiperemesis Gravidarum

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hiperemesis gravidarum adalah dengan berkonsultasi dengan dokter saat merencanakan kehamilan dan menghindari faktor-faktor yang dapat menjadi pemicunya.

Baca juga: Terungkap! Fakta Seputar Morning Sickness

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. What Is Hyperemesis Gravidarum?
Healthline. Diakses pada 2019. Hyperemesis Gravidarum.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Hyperemesis Gravidarum (Severe Nausea & Vomiting During Pregnancy).

Diperbarui pada 9 September 2019