• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hiperemesis gravidarum

Pengertian Hiperemesis Gravidarum

Mual dan muntah pada masa kehamilan adalah hal yang umum terjadi. Biasanya, ibu hamil menjadi lebih mual pada saat bangun tidur di pagi hari. Kondisi ini disebut dengan istilah morning sickness. Namun, semakin lama gejala mual akan berkurang dan intensitas muntah menurun. 

Kendati begitu, ada kondisi di mana calon ibu bisa mengalami mual berkepanjangan dan ekstrem. Kondisi ini yang disebut hiperemesis gravidarum. Gejala utamanya adalah mual dan muntah yang parah, hingga menyebabkan kondisi tubuh melemah. Hal ini bisa menjadi pemicu ibu hamil mengalami dehidrasi, gangguan elektrolit dan keton dalam darah, serta penurunan berat badan yang signifikan. 

Faktor Risiko Hiperemesis Gravidaru

Hiperemesis gravidarum disebut lebih rentan terjadi pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, seperti:

  • Hamil pada usia yang sangat muda.
  • Kehamilan pertama.
  • Kelebihan berat badan (obesitas).
  • Memiliki keluarga dekat (misalnya ibu, kakak, atau adik) yang pernah mengidap hiperemesis gravidarum.
  • Mengidap mola hidatidosa (hamil anggur).
  • Mengandung anak perempuan atau anak kembar.
  • Pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya.

Penyebab Hiperemesis Gravidarum

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti dari mual dan muntah yang ekstrem masih belum diketahui. Kendati begitu, hiperemesis gravidarum sering dikaitkan dengan perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan, seperti hormon glikoprotein atau human chorionic gonadotropin (hCG).

Gejala Hiperemesis Gravidarum

Berikut adalah beberapa gejala ibu hamil mengidap hiperemesis gravidarum:

  • Mual dan muntah, yang parah dan berkepanjangan.
  • Berat badan menurun.
  • Dehidrasi.
  • Jantung berdebar.
  • Konstipasi.
  • Mengeluarkan air liur secara berlebihan.
  • Pusing dan nyeri kepala.
  • Sangat sensitif terhadap aroma.
  • Sulit menelan makanan atau minuman.
  • Hipotensi atau tekanan darah rendah.
  • Berat badan bayi rendah.
  • Masalah psikologis, seperti stres, bingung, cemas, bahkan putus asa.

Diagnosis Hiperemesis Gravidarum

Dokter akan melakukan langkah diagnosis hiperemesis gravidarum dengan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta beberapa pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang ini meliputi pemeriksaan laboratorium darah, urine, dan elektrolit untuk memastikan pengidap benar-benar mengalami hiperemesis gravidarum dan bukan kondisi lainnya. Pencitraan dengan USG, untuk melihat kondisi janin dalam kandungan.

Komplikasi Hiperemesis Gravidarum

Gangguan ini tidak boleh dianggap sepele, sebab meningkatkan risiko munculnya komplikasi. Mual dan muntah berkepanjangan pada ibu hamil bisa memicu:

  • Dehidrasi akibat kekurangan asupan cairan.
  • Perdarahan pada kerongkongan akibat muntah berkepanjangan.
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Malnutrisi.
  • Gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Muntah darah.

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan organ-organ tubuh calon ibu terganggu. Tidak berfungsinya organ tubuh ibu bisa memengaruhi kondisi janin, bahkan menyebabkan bayi terlahir prematur. 

Pengobatan Hiperemesis Gravidarum

Beberapa pengobatan yang umum diberikan dokter pada pengidap hiperemesis gravidarum, antara lain:

  • Pemberian obat-obatan lewat suntikan, seperti vitamin B6, vitamin B12, serta antiemetik atau antimual, untuk meringankan gejala hiperemesis gravidarum.
  • Pemasangan cairan infus, untuk menjaga asupan cairan yang dibutuhkan oleh pengidap agar terhindar dari dehidrasi.
  • Perubahan kebiasaan dan lingkungan, seperti banyak istirahat dan kurangi gerak, menggunakan pakaian longgar, menghindari aroma-aroma, suara bising, dan kedipan cahaya berlebih yang dapat memicu mual. 
  • Selain itu, konsumsi kudapan kering (misalnya biskuit) secara berkala, konsumsi makanan tinggi karbohidrat tapi rendah lemak, serta minum air jahe ketika merasa mual.

Pencegahan Hiperemesis Gravidarum

Upaya yang dilakukan untuk mencegah hiperemesis gravidarum adalah berkonsultasi dengan dokter saat merencanakan kehamilan. Selain itu, usaha pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor yang menjadi pemicunya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala mual dan muntah ekstrem, terutama jika sudah menyebabkan dehidrasi. Penanganan yang tepat meminimalkan risiko munculnya komplikasi serta pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Biar ibu hamil tetap sehat dan terhindar dari mual muntah berlebih, jangan lupa untuk melengkapi pola hidup sehat dengan konsumsi suplemen khusus kehamilan. Cek kebutuhan suplemen calon ibu di aplikasi Halodoc

Ibu juga bisa membeli kebutuhan kesehatan lainnya dengan lebih mudah. Pesanan obat akan dikirim segera ke rumah! Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Hyperemesis Gravidarum?
Healthline. Diakses pada 2022. Hyperemesis Gravidarum.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hyperemesis Gravidarum (Severe Nausea & Vomiting During Pregnancy).
American Pregnancy Association. Diakses pada 2022. Hyperemesis Gravidarum.
Diperbarui pada 10 Mei 2022.