Hipertensi Pulmonal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal atau hipertensi paru adalah kondisi di mana tekanan di dalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju  paru‐paru terlalu tinggi.

 

Gejala Hipertensi Pulmonal

Sesak  napas atau  pusing selama  beraktivitas merupakan  gejala awal. Denyut jantung menjadi  cepat (palpitasi). Seiring waktu, gejala‐gejala  muncul saat melakukan aktivitas ringan atau bahkan saat sedang istirahat. Gejala lain, meliputi:

  • Kaki dan pergelangannya bengkak;
  • Warna kebiruan pada bibir atau kulit (sianosis);
  • Nyeri dada seperti ditekan, biasanya di bagian depan;
  • Pusing bahkan pingsan;
  • Kelelahan;
  • Peningkatan ukuran perut; dan
  • Badan lemas.

 

Penyebab Hipertensi Pulmonal

Pada hipertensi pulmonal, peningkatan tekanan darah terjadi akibat perubahan pada sel yang melapisi arteri pulmonal. Perubahan tersebut dapat menyebabkan dinding arteri pulmonal menjadi lebih tebal dan kaku, serta terbentuknya jaringan yang berlebih.

Pembuluh darah juga dapat mengalami peradangan. Perubahan yang terjadi pada arteri pulmonal tersebut dapat menurunkan atau menghambat aliran darah melalui pembuluh darah. Hal ini dapat mempersulit darah untuk mengalir, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonal.

Hipertensi pulmonal dibagi menjadi lima kelompok, berdasarkan penyebabnya, yakni hipertensi pulmonal dengan penyebab tidak diketahui, hipertensi pulmonal akibat penyakit jantung kiri, hipertensi pulmonal akibat penyakit paru-paru, hipertensi pulmonal akibat bekuan darah kronis, dan hipertensi pulmonal akibat kondisi lainnya, seperti kelainan darah, kelainan metabolik, atau tumor.

 

Faktor Risiko Hipertensi Pulmonal

Beberapa faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya hipertensi pulmonal meliputi:

  • Usia dewasa muda, karena peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonal paling sering terjadi pada dewasa muda;
  • Berat badan berlebih;
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipertensi pulmonal;
  • Memiliki satu atau lebih kondisi medis yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pulmonal;
  • Menggunakan obat-obatan terlarang, seperti kokain; dan
  • Mengonsumsi obat-obatan penahan nafsu makan.

 

Diagnosis Hipertensi Pulmonal

Pada awal proses diagnosis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat penyakit yang sama dalam keluarga, riwayat medis pengidap, serta obat-obat yang lagi dikonsumsi oleh pengidap. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi jantung, paru-paru, serta melihat tanda adanya pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki.

Guna memastikan diagnosis, beberapa pemeriksaan penunjang juga perlu dilakukan, di antaranya:

  • Foto Rontgen dada. Tes ini bertujuan untuk mengetahui adanya pembengkakan pada bilik kanan jantung atau pembuluh darah paru-paru, yang merupakan tanda dari hipertensi pulmonal.
  • Elektrokardiogram (EKG). Untuk mengetahui aktivitas listrik jantung dan mendeteksi gangguan irama jantung
  • Ekokardiografi. Ekokardiografi atau USG jantung dilakukan untuk menghasilkan citra jantung dan memperkirakan besarnya tekanan pada arteri paru-paru serta kerja kedua bagian jantung untuk memompa darah.
  • Tes fungsi paru. Tes fungsi paru dilakukan untuk mengetahui aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru, menggunakan sebuah alat yang bernama spirometer.
  • Kateterisasi jantung. Tindakan ini dilakukan setelah pengidap menjalani pemeriksaan ekokardiografi untuk memastikan diagnosis hipertensi pulmonal sekaligus mengetahui tingkat keparahan kondisi ini. Dengan kateterisasi jantung kanan, dokter dapat mengukur tekanan arteri pulmonal dan ventrikel kanan jantung.
  • Pemindaian. Pemindaian seperti CT scan atau MRI digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai ukuran dan fungsi jantung, penggumpalan pada pembuluh darah, dan aliran darah pada pembuluh darah paru-paru.
  • V/Q scan atau ventilation-perfusion scan. Pemindaian ini bertujuan mendeteksi adanya gumpalan darah yang menyebabkan hipertensi pulmonal. Dalam pemindaian ini, zat radioaktif khusus akan disuntikkan pada pembuluh vena di lengan guna memetakan aliran darah dan udara pada paru-paru.
  • Tes darah. Untuk melihat keberadaan zat seperti metamfetamin, atau penyakit lain seperti penyakit hati yang dapat memicu hipertensi pulmonal.
  • Polisomnografi. Digunakan untuk mengamati tekanan darah dan oksigen, denyut jantung, dan aktivitas otak selama pengidap tertidur. Alat ini juga digunakan untuk mengenali gangguan tidur, seperti sleep apnea.
  • Biopsi paru. Dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan paru-paru untuk melihat kelainan di paru-paru yang dapat menjadi penyebab hipertensi pulmonal.

 

Pengobatan Hipertensi Pulmonal

Penanganan dari hipertensi pulmonal bertujuan untuk meredakan gejala dan menurunkan progresivitas dari kondisi ini. Bila hipertensi pulmonal disebabkan oleh kondisi medis lainnya, dokter akan mengatasi kondisi medis yang mendasarinya bila memungkinkan.

Beberapa jenis penanganan yang dapat dilakukan, meliputi:

  • Pengobatan. Pengobatan pada hipertensi pulmonal dapat mencakup obat-obatan untuk mencetuskan dilatasi pembuluh darah, obat-obatan untuk menghambat reseptor kalsium, obat anti-koagulan, dan sebagainya. Penggunaan obat-obatan ditujukan untuk menurunkan tekanan darah pulmonal.
  • Prosedur pembedahan. Bila pengobatan tidak dapat mengendalikan tanda dan gejala dari hipertensi pulmonal, dapat dilakukan beberapa prosedur pembedahan untuk membantu mengatasi tanda dan gejala yang timbul.

 

Pencegahan Hipertensi Pulmonal

Pencegahan dari hipertensi pulmonal bergantung dari penyakit yang mendasari timbulnya kondisi ini. Melakukan gaya hidup sehat, seperti menghindari merokok, beristirahat dengan cukup, menjalani diet yang sehat, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan risiko terjadinya hipertensi pulmonal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan apapun, diskusikanlah dengan dokter. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.