• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Infeksi Telinga

Infeksi Telinga

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Infeksi Telinga

Infeksi telinga atau yang juga disebut sebagai otitis media akut adalah infeksi yang terjadi pada area telinga tengah. Kondisi ini terjadi di ruang berisi udara di belakang gendang telinga, di sana terdapat tulang-tulang kecil telinga yang bergetar. Anak-anak lebih sering mengalami infeksi telinga dibandingkan orang dewasa. 

Kondisi infeksi telinga biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan juga dapat dilakukan untuk mengelola rasa sakit dan memantau masalahnya. Penggunaan antibiotik bermanfaat untuk membersihkan infeksi. Infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan komplikasi serius lainnya. 

Penyebab Infeksi Telinga

Infeksi telinga terjadi ketika saluran eustachius (tuba eustachius) tersumbat atau meradang, yang menyebabkan terbentuknya cairan di telinga bagian tengah. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh bakteri atau virus di telinga tengah. 

Tuba eustachius adalah sebuah saluran kecil yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan tenggorokan bagian belakang. Nah, penyebab sumbatan tuba eustachius, yaitu:

  • Alergi.
  • Demam, flu.
  • Infeksi pada sinus.
  • Produksi lendir dan dahak yang berlebihan.
  • Merokok.
  • Infeksi pada adenoid atau tonsil.
  • Perubahan tekanan udara (misal saat menyelam atau dalam penerbangan).

Peran Tuba Eustachius

Tuba eustachius adalah sepasang tabung sempit yang membentang dari setiap telinga tengah ke atas di belakang tenggorokan, tepatnya di belakang saluran hidung. Ujung tenggorokan tabung terbuka dan tertutup untuk:

  • Mengatur tekanan udara di telinga tengah
  • Menyegarkan udara di telinga
  • Meniriskan sekret normal dari telinga tengah.

Saluran eustachius yang membengkak dapat tersumbat, menyebabkan cairan menumpuk di telinga tengah. Cairan ini dapat terinfeksi dan menimbulkan gejala infeksi telinga. Pada anak-anak, saluran eustachius lebih sempit dan lebih horizontal, yang membuatnya lebih sulit untuk mengalir dan lebih cenderung tersumbat. 

Peran Kelenjar Adenoid

Kelenjar adenoid merupakan dua bantalan kecil jaringan tinggi di belakang hidung yang diyakini berperan dalam aktivitas sistem kekebalan tubuh. Karena kelenjar adenoid berada di dekat pembukaan saluran eustachius, pembengkakan kelenjar gondok dapat menyumbat saluran. Hal ini pun dapat menyebabkan infeksi telinga tengah.

Pembengkakan dan iritasi kelenjar adenoid berperan dalam infeksi telinga pada anak-anak. Hal ini karena anak-anak memiliki kelenjar adenoid yang relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. 

Kondisi Terkait

Kondisi telinga tengah yang mungkin berkaitan dengan infeksi telinga atau menyebabkan masalah telinga tengah yang serupa meliputi:

  • Otitis media dengan efusi, atau pembengkakan dan penumpukan cairan (efusi) di telinga tengah tanpa infeksi bakteri atau virus. Hal ini mungkin terjadi karena penumpukan cairan berlanjut setelah infeksi telinga membaik. Selain itu juga dapat terjadi karena beberapa disfungsi atau penyumbatan saluran eustachius yang tidak menular. 
  • Otitis media kronis dengan efusi, terjadi ketika cairan tertinggal di telinga tengah dan terus kembali tanpa infeksi bakteri atau virus. Hal ini membuat anak-anak rentan terhadap infeksi telinga baru, dan dapat mempengaruhi pendengaran. 
  • Otitis media supuratif kronis, infeksi telinga yang tidak dapat hilang dengan perawatan biasa. Hal ini dapat menyebabkan lubang di gendang telinga. 

Faktor Risiko Infeksi Telinga

Infeksi telinga tengah sering terjadi pada anak kecil dan remaja, hal ini terjadi karena mereka memiliki saluran eustachius yang sempit, pendek dan lebih horizontal terhadap telinga. Sehingga, sedikit penumpukan cairan pada daerah hidung dan tenggorokan bagian belakang dapat menyebabkan infeksi telinga.

Beberapa faktor risiko infeksi telinga di antaranya:

  • Usia. Anak-anak antara usia 6 bulan hingga 2 tahun lebih rentan terhadap infeksi telinga. Hal ini karena ukuran dan bentuk saluran eustachius mereka dan karena sistem kekebalan mereka masih berkembang.
  • Pemberian Makan Bayi. Bayi yang minum dari botol, terutama saat berbaring, cenderung lebih sering mengalami infeksi telinga dibandingkan bayi yang diberi ASI.
  • Faktor Musiman. Infeksi telinga paling sering terjadi selama musim gugur dan musim dingin. Orang yang memiliki alergi musiman mungkin juga memiliki risiko infeksi telinga yang lebih besar ketika jumlah serbuk sari meningkat. 
  • Kualitas Udara yang Buruk. Paparan asap tembakau atau polusi udara dapat meningkatkan risiko infeksi telinga.
  • Terdapat Celah Langit-langit. Perbedaan struktur tulang dan otot pada anak-anak yang memiliki celah langit-langit dapat membuat saluran eustachius lebih sulit untuk mengalir. 

Faktor lain yang meningkatkan risiko dari infeksi telinga, antara lain:

  • Perubahan ketinggian.
  • Perubahan cuaca dan suhu.
  • Riwayat penyakit terakhir, seperti infeksi saluran pernapasan atas, atau riwayat infeksi telinga sebelumnya.

Gejala Infeksi Telinga

Beberapa gejala yang dapat diamati pada infeksi telinga antara lain:

  • Nyeri sedang dan rasa tidak enak dalam telinga.
  • Merasa adanya tekanan dari dalam telinga yang menetap.
  • Bayi atau anak menjadi rewel.
  • Adanya cairan yang keluar dari telinga.
  • Hilang atau berkurangnya pendengaran.

Gejala ini dapat menetap atau hanya bersifat sementara. Gejala dapat muncul pada salah satu atau bahkan kedua telinga. Nyeri biasanya dirasakan lebih berat apabila infeksi terjadi pada keduanya.

Diagnosis Infeksi Telinga

Diagnosis infeksi telinga merupakan prosedur yang relatif sederhana, bahkan dapat ditentukan berdasarkan gejala saja. Dokter biasanya akan menggunakan otoskop, yakni alat dengan lampiran ringan untuk memeriksa cairan di belakang gendang telinga. 

Selain itu alat seperti otoskop pneumatik juga dapat digunakan untuk menguji infeksi. Alat ini memeriksa cairan yang terperangkap dengan mengeluarkan hembusan udara ke dalam telinga. Setiap cairan di belakang gendang telinga akan menyebabkan gerak gendang telinga berkurang dari biasanya. 

Untuk lebih memastikannya lagi, dokter mungkin juga perlu menggunakan metode lain untuk memastikan infeksi telinga tengah. Metode tersebut yaitu:

  1. Timpanometri

Dokter menggunakan alat yang menutup dan menyesuaikan tekanan di dalam saluran telinga. Alat ini mengukur pergerakan gendang telinga. Cara ini memungkinkan dokter untuk menentukan tekanan telinga tengah.

  1. Reflektometri Akustik

Metode ini bekerja dengan memantulkan suara ke gendang telinga. Jumlah suara yang dipantulkan kembali menunjukkan tingkat penumpukan cairan. Telinga yang sehat akan menyerap sebagian besar suara. Sedangkan telinga yang terinfeksi akan memantulkan lebih banyak gelombang suara. 

  1. Timpanosentesis

Jika infeksi telinga tidak merespon pengobatan dengan baik, maka prosedur ini dapat dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan membuat lubang kecil di gendang telinga dan mengalirkan sedikit cairan dari telinga bagian dalam. Cairan tersebut kemudian dapat diuji untuk menentukan penyebab infeksi. 

Pengobatan Infeksi Telinga

Infeksi telinga ringan dapat disembuhkan tanpa intervensi. Beberapa cara berikut dilakukan untuk meredakan gejala infeksi telinga, yaitu:

  • Memberikan handuk hangat pada bagian telinga yang terkena.
  • Untuk menghilangkan nyeri, penderita dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen.
  • Obat dekongestan seperti pseudoefedrin dapat digunakan untuk meredakan gejala hidung atau telinga tersumbat.

Jika gejala semakin memburuk dan tidak ada perubahan, antibiotik dapat diberikan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi pada pengidap.

Komplikasi Infeksi Telinga

Infeksi telinga dapat sembuh tanpa menimbulkan komplikasi serius. Namun, infeksi berkepanjangan yang tidak dilakukan pengobatan dengan baik dan tuntas dapat menyebabkan hal sebagai berikut:

  • Pendengaran terganggu.
  • Hilangnya pendengaran permanen.
  • Gangguan bicara pada anak.
  • Mastoiditis, atau infeksi pada tulang mastoid di sekitar telinga.
  • Meningitis, atau infeksi pada selaput otak, karena infeksi menyebar hingga ke daerah otak.
  • Gendang telinga robek.

Pencegahan Infeksi Telinga

Beberapa tindakan berikut dapat dilakukan untuk mencegah infeksi telinga, antara lain:

  • Sering mencuci tangan.
  • Menghindari penggunaan dot pada bayi.
  • Memberikan ASI pada bayi langsung dari payudara ibu.
  • Jika memberikan susu dengan botol, posisikan bayi dengan tegak.
  • Tidak merokok dan menjauhi asap rokok.
  • Imunisasi lengkap, termasuk imunisasi influenza.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika menemukan gejala infeksi telinga, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Temui dokter yang tepat di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Ear Infection (Otitis Media)
Mayo Clinic. Diakses pada 2022.Ear infection (middle ear)
Healthline. Diakses pada 2022. Ear Infections Causes, Symptoms, and Treatment
Diperbarui pada 12 Mei 2022.