Karsinoma Sel Basal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal merupakan salah satu jenis kanker kulit yang ditandai dengan kemunculan benjolan yang mudah berdarah dan dapat bertambah besar seiring berjalannya waktu. Benjolan tersebut timbul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari dan umumnya tidak terasa nyeri.

 

Faktor Risiko Karsinoma Sel Basal

Beberapa faktor risiko karsinoma sel basal, antara lain:

  • Terkena paparan sinar matahari yang sering dan lama.

  • Sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari.

  • Pernah menjalani terapi radiasi (radioterapi).

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Riwayat anggota keluarga pernah mengidap karsinoma sel basal.

  • Menggunakan obat imunosupresif.

  • Terpapar racun arsenik.

  • Memiliki penyakit keturunan yang bisa memicu kanker kulit, seperti nevoid basal cell carcinoma syndrome.

Baca juga: Kenali 9 Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

 

Penyebab Karsinoma Sel Basal

Penyebab utama dari karsinoma sel basal adalah paparan sinar UV dari matahari atau tanning beds. Sinar UV merusak DNA dari kulit yang kemudian menyebabkan sel kulit bertumbuh tidak terkendali. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan pembentukan sel kanker.

 

Gejala Karsinoma Sel Basal

Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan kulit berupa benjolan yang terdapat pembuluh darah di dalamnya. Benjolan tidak terasa nyeri, mudah berdarah, dan berwarna merah muda, cokelat, atau hitam. Gejala karsinoma sel basal umumnya timbul di area-area tubuh yang sering terpapar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di area tubuh yang tidak terpapar matahari, seperti payudara. Penampakan benjolan dapat berbeda pada tiap orang, antara lain:

  • Ruam datar, bersisik, dan kemerahan.

  • Lesi seperti luka goresan, berwarna putih, lembut, tanpa tepi luka yang jelas.

Baca juga: Sama Kanker Kulit, Ini Bedanya Melanoma dan Karsinoma

 

Diagnosis Karsinoma Sel Basal

Dokter akan mendiagnosis karsinoma sel basal dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang berupa biopsi. Caranya adalah dengan mengambil sampel dari kulit yang bermasalah, kemudian memeriksanya di bawah laboratorium dengan menggunakan mikroskop, untuk memastikan kondisi beserta penyebabnya.

 

Komplikasi Karsinoma Sel Basal

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:

  • Karsinoma sel basal yang kambuh.

  • Kanker kulit jenis lain, seperti karsinoma sel skuamosa atau melanoma.

  • Penyebaran kanker ke organ sekitar, seperti otot, pembuluh darah, dan tulang.

 

Pengobatan Karsinoma Sel Basal

Beberapa jenis pengobatan yang dapat ditempuh guna mengatasi karsinoma sel basal, antara lain:

  • Eksisi tumor, yaitu memotong kanker kulit dan jaringan di sekitarnya.

  • Kuret dan elektrodesikasi dengan bantuan listrik guna membunuh sel kanker lainnya.

  • Cryosurgery, yaitu proses pembekuan sel kanker menggunakan cairan nitrogen dengan tujuan membunuh sel kanker.

  • Terapi radiasi, memanfaatkan radiasi dari x-ray untuk membunuh sel kanker.

  • Pembedahan Mohs, yaitu mengangkat tumor dari lapis ke lapis dan memeriksa langsung apakah sel tersebut adalah kanker sebelum ke lapisan lebih bawah.

  • Obat-obatan seperti fluorouracil, imiquimod, dan vismodegib.

Baca juga: Benarkah Sering Radioterapi Bisa Idap Karsinoma Sel Basal?

 

Pencegahan Karsinoma Sel Basal

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah karsinoma sel basal, antara lain:

  • Hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama dan sering.

  • Gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

  • Gunakan pakaian yang tertutup.

  • Lakukan pemeriksaan rutin.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak bisa mencegahmu dari penyakit ini, segera berdiskusi dengan dokter. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

 

Referensi:
Skin Cancer Foundation. Diakses pada 2019. Basal Cell Carcinoma.
Web MD. Diakses pada 2019. Basal Cell Carcinoma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Basal Cell Carcinoma.
Healthline. Diakses pada 2019. Basal Cell Carcinoma.

Diperbarui pada 10 September 2019