• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kelainan Darah

Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kelainan Darah

Pengertian Kelainan Darah 

Darah memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, tetapi fungsi-fungsi darah dapat terganggu karena kelainan pada satu atau lebih komponen darah. Komponen-komponen penyusun darah antara lain sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan keping darah (trombosit). Plasma darah adalah bagian cair yang terbuat dari air, garam, dan protein. Di luar itu termasuk dalam bagian padat dari darah.

Sel darah juga termasuk salah satu bagian di dalam tubuh yang dapat terganggu. Gangguan sel darah adalah kondisi yang terjadi pada satu atau lebih bagian darah dan mencegah darah untuk melakukan fungsinya. Penyakit ini dapat menimbulkan gangguan akut atau kronis. Sel darah berguna untuk mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh. Lalu, sel darah putih membantu tubuh untuk melawan infeksi. Trombosit berfungsi sebagai pembekuan darah.

Saat salah satu atau lebih dari fungsi tersebut tidak berfungsi, maka seseorang mengalami gangguan sel darah. Seseorang dengan masalah ini ada baiknya mendapatkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi. Penanganan yang diberikan kepada seseorang dengan kelainan darah sangat bergantung pada komponen yang mengalami gangguan. 


Gejala Kelainan Darah

Ada banyak kelainan darah yang dapat timbul akibat peningkatan atau penurunan dari komponen darah tertentu, seperti enzim yang diperlukan agar darah dapat membeku secara normal. Gejala yang timbul dapat tergantung dari komponen darah yang terserang. Beberapa orang dapat mengalami gejala secara mendadak atau akut, tetapi yang lainnya merasakan gejala yang berkembang perlahan sejalan dengan waktu.

Baca juga: Cegah Masalah Kelainan Darah pada Janin


Penyebab Kelainan Darah

Kelainan darah dapat terjadi ketika terdapat masalah pada salah satu fungsi darah atau lebih di dalam tubuh. Pada kebanyakan kasus, gangguan ini diturunkan oleh keluarga. Hal ini disebabkan orangtua menurunkan gen abnormal pada anak-anaknya, sehingga mengakibatkan mutasi genetik spesifik yang dapat menimbulkan beberapa kondisi, seperti anemia sel sabit, hemofilia, dan trombofilia tertentu.

Gangguan ini terjadi akibat berbagai penyebab yang dapat terjadi kapan saja. Penyakit yang terjadi dapat memengaruhi organ dan jaringan yang mendukung darah, obat-obatan, hingga kekurangan nutrisi, yang merupakan penyebab paling umum. Selain itu, faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko dari gangguan ini, salah satunya adalah kanker darah. Maka dari itu, pemeriksaan tahunan perlu dilakukan untuk diagnosis dini.


Jenis Kelainan Darah

Inilah beberapa jenis kelainan darah yang perlu diwaspadai.

1. Infeksi

Infeksi menyerang darah beserta komponen-komponennya. Berikut ini kelainan darah yang disebabkan oleh infeksi:

  • Malaria

Infeksi pada darah yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Malaria. Infeksi ini disebabkan oleh parasit yang menyerang sel darah merah dan merusaknya. Seperti infeksi pada umumnya, malaria menyebabkan demam yang memiliki siklus.

Siklus ini membedakan infeksi Malaria dengan infeksi lain. Gejala khas lainnya adalah menggigil dan berkeringat hebat sesaat setelah demam turun. Bila tidak segera menerima penanganan yang tepat, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. 

  • Sepsis

Sepsis adalah respons sistem imun tubuh yang hebat melawan infeksi. Respons sistem imun ini terjadi saat terdapat infeksi yang sudah menyebar ke darah. Sistem imun kemudian menyebarkan zat-zat kimia ke aliran darah yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Gejala ini ditandai dengan demam tinggi, lemas, kesadaran menurun, denyut nadi cepat, napas cepat, tekanan darah rendah, dan lain-lain. Sepsis adalah kondisi berbahaya yang harus segera diberikan tindakan medis.   

2. Anemia

Anemia adalah kelainan darah yang sering ditemukan. Anemia merupakan kondisi ketika sel darah merah dalam tubuh rendah. Rendahnya sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh menyebabkan pengidap merasa cepat lelah, lesu, susah konsentrasi, mudah sakit, dan lain-lain.

Jika anemia yang diidap cukup berat, maka gejala lebih serius, seperti sesak napas, pusing, bahkan pingsan dapat terjadi. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti perdarahan, kurang gizi dan vitamin, dan lainnya. Berikut ini beberapa jenis anemia:

  • Anemia Aplastik

Anemia aplastik disebabkan oleh produksi di sumsum tulang yang tidak kuat. Kondisi ini dapat ditangani dengan transfusi, bahkan transplantasi sumsum tulang bila dibutuhkan. Pada umumnya, anemia aplastik disebabkan oleh penyakit lain, seperti infeksi dan penyakit autoimun. 

  • Anemia Autoimun Hemolitik

Seperti namanya, kondisi ini disebabkan oleh imun tubuh yang menyerang diri sendiri. Pada kasus ini, sistem imun menghancurkan sel darah merah yang kemudian menyebabkan anemia. Penanganan untuk kondisi ini adalah konsumsi obat yang dapat menekan aktivitas imun pengidap, sehingga tidak terjadi penghancuran sel darah merah lebih lanjut. 

  • Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit disebabkan karena adanya produksi sel darah merah yang bentuknya tidak optimal. Bentuk sel darah merah yang seharusnya oval dengan cekungan, bersifat lentur dan licin, berubah menjadi bentuk sabit dengan sifat lengket dan kaku. Hal ini menyebabkan hambatan pada pembuluh darah. Kondisi ini pada umumnya diturunkan. 

3. Kanker Darah 

Kanker darah dapat menyerap berbagai komponen darah dan menyebabkan berbagai kondisi. Berikut adalah kelainan darah yang merupakan kanker darah, yaitu:

  • Leukemia

Leukemia adalah kanker darah yang menyebabkan sel darah putih memperbanyak diri secara pesat dan tidak normal. Hal ini terjadi di sumsum tulang, sehingga salah satu penanganannya selain radioterapi dan kemoterapi adalah transplantasi sumsum tulang. Leukemia merupakan salah satu kanker darah yang paling sering ditemukan. 

  • Multiple Myeloma

Multiple Myeloma adalah kanker darah pada sel darah putih, khususnya sel plasma yang menyebabkan sel plasma berkembang biak secara tidak normal sehingga produksi sel darah sehat lain tertekan. Daripada memproduksi zat untuk sistem imun tubuh, sel plasma yang ganas ini memproduksi protein abnormal yang menyerang tubuh. 

  • Sindrom Mielodisplasia

Sindrom Mielodisplasia adalah sekumpulan kelainan yang disebabkan oleh pembentukan sel darah merah yang tidak optimal karena sumsum tulang yang rusak. Kondisi ini sering kali disebut praleukemia.

  • Limfoma

Limfoma adalah kanker pada sistem limfa, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sistem limfa terdiri dari beberapa komponen, meliputi kelenjar limfa, organ limfa, kelenjar timus, dan sumsum tulang. Limfoma dapat mempengaruhi semua komponen tersebut. 

  • Polisitemia Vera

Kanker pada sumsum tulang ini menyerah sel darah merah dan memiliki progresivitas yang cukup lambat. Berlebihnya sel darah merah menyebabkan darah menjadi kental yang kemudian melambatkan aliran darah. Komplikasi dari keadaan ini adalah terdapatnya gumpalan darah sehingga dapat menyebabkan serangan stroke dan serangan jantung. Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa. 

4. Gangguan Perdarahan

Berikut ini kondisi yang menyebabkan perdarahan abnormal, susah berhenti, atau berlebihan: 

  • Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

ITP adalah kelainan autoimun yang dapat menyebabkan perdarahan yang memanjang dan memar-memar berlebihan. Perdarahan tersebut disebabkan karena adanya kekurangan trombosit, yaitu sel darah yang membantu pembekuan darah.

Bentuk memar khas pada ITP adalah memar yang kecil-kecil sehingga berbentuk menyerupai ruam. Khususnya pada anak, ITP muncul setelah infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Bila trombosit tidak terlalu rendah, penyakit ini tidak perlu diberikan penanganan. 

  • Trombositopenia

Keadaan ini ditandai dengan adanya kekurangan jumlah trombosit. Trombosit membantu pembekuan darah sehingga bila ada kekurangan trombosit, maka perdarahan dapat memanjang. Kondisi ini sering disebabkan oleh kelainan lain, seperti leukemia atau autoimun. Penanganan trombositopenia bergantung pada jumlah trombosit pada tubuh. 

  • Hemofilia

Keadaan ini cukup jarang ditemui, ketika darah tidak membeku secara normal dan mudah berdarah karena adanya kekurangan protein yang membantu pembekuan darah. Perdarahan yang sulit berhenti dapat terjadi secara eksternal atau internal.

Pada umumnya, perdarahan internal, seperti pada persendian, menjadi masalah utama bagi penderita hemofilia. Hemofilia adalah kelainan yang diturunkan atau genetik. Penanganan dapat dilakukan dengan penambahan faktor pembekuan secara rutin. 

  • Von Willebrand

Kelainan ini menyebabkan darah tidak membeku dengan baik. Kelainan ini adalah kelainan bawaan yang diturunkan dari salah satu orang tua, tetapi gejala biasanya tidak muncul sampai beberapa tahun. Protein yang membantu pembekuan darah mengalami kerusakan pada kondisi ini. 

5. Pengentalan Darah (Hiperkoagulasi)

Kelainan darah juga menyebabkan pengentalan darah yang kemudian dapat menjadi gumpalan bila tidak ditangani. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kondisi lain, seperti faktor keturunan, kanker, kehamilan, diabetes, dan lainnya. Penanganan yang biasa diberikan untuk kelainan ini adalah pemberian obat-obatan untuk mengencerkan darah. 


Diagnosis Kelainan Darah

Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes untuk mendeteksi gangguan ini di mana yang umum adalah hitung darah lengkap, yaitu melihat jumlah dari setiap jenis sel darah yang ada di dalam tubuh. Dokter mungkin juga melakukan biopsi sumsum tulang untuk melihat fungsi darah apabila terdapat masalah terkait sel abnormal pada perkembangan di sumsum. Gangguan ini melibatkan pengangkatan sejumlah kecil sumsum tulang untuk pengujian.

Baca juga: 4 Kelainan Darah yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil


Pengobatan Kelainan Darah

Rencana perawatan dari gangguan pada fungsi darah ini tergantung pada penyebab dari penyakitnya, usia saat mengalaminya, hingga status kesehatan secara menyeluruh. Dokter mungkin saja menggunakan kombinasi perawatan untuk menangani kelainan pada sel darah. Berikut ini beberapa metode yang dapat dilakukan:

  • Pengobatan

Beberapa pilihan pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter, seperti Nplate yang berguna untuk merangsang sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak trombosit jika terdapat gangguan pada sel darah tersebut. Alternatif lainnya untuk penanganan gangguan pada sel darah putih adalah dengan mengonsumsi antibiotik untuk membantu melawan infeksi. Beberapa suplemen, seperti zat besi, vitamin B9, vitamin B12 juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi anemia akibat defisiensi.

  • Pembedahan

Transplantasi sumsum tulang dapat memperbaiki sumsum tulang yang rusak atau mengalami gangguan. Hal ini melibatkan pemindahan sel punca, biasanya dari donor orang yang sehat ke tubuh seseorang yang membutuhkan agar produksi sel darah menjadi normal. Transfusi darah juga termasuk salah satu pilihan untuk membantu tubuh mengganti sel darah yang hilang. Selama transfusi darah, kamu dapat menerima infus darah sehat dari donor.

Baca juga: Ketahui 5 Kelainan Darah yang Dapat Menyerang Lansia


Kapan Harus ke Dokter?

Kelainan darah adalah gangguan kesehatan yang dapat membahayakan tubuhmu. Jadi, sebaiknya pastikan selalu memeriksakan kesehatan ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili di sini.

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc tentang semua hal yang berhubungan dengan kesehatan atau penyakit tertentu. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa mendapatkan segala kemudahan terkait akses kesehatan untuk berinteraksi langsung dengan ahli medis profesional. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Medical News. Today. Diakses pada 2021. What types of blood disorders are there?
Healthline. Diakses pada 2021. Blood Diseases: White and Red Blood Cells, Platelets and Plasma.
Healthgrades. Diakses pada 2021. Blood Disorders.

Diperbarui pada 26 Maret 2021