Kelainan Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kelainan Darah 

Darah memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, namun fungsi-fungsi tersebut dapat terganggu karena kelainan pada satu atau lebih komponen darah. Komponen-komponen penyusun darah antara lain sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan keping darah (trombosit).

Penanganan yang diberikan kepada pasien dengan kelainan darah sangat bergantung pada komponen yang mengalami gangguan. Berikut adalah kondisi-kondisi kelainan darah dan apa yang dapat terjadi pada kondisi tersebut. 

 

Infeksi

Infeksi menyerang darah beserta komponen-komponennya. Berikut kelainan darah yang disebabkan oleh infeksi:

 

  • Malaria

Infeksi pada darah yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Malaria. Infeksi ini disebabkan oleh parasit yang menyerang sel darah merah dan merusaknya. Seperti infeksi pada umumnya, malaria menyebabkan demam yang memiliki siklus.

Siklus ini membedakan infeksi Malaria dengan infeksi lain. Gejala khas lainnya adalah menggigil dan berkeringat hebat sesaat setelah demam turun. Bila tidak segera menerima penanganan yang tepat, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. 

 

  • Sepsis

Sepsis adalah respons sistem imun tubuh yang hebat melawan infeksi. Respons sistem imun ini terjadi saat terdapat infeksi yang sudah menyebar ke darah. Sistem imun kemudian menyebarkan zat-zat kimia ke aliran darah yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Gejala ini ditandai dengan demam tinggi, lemas, kesadaran menurun, denyut nadi cepat, napas cepat, tekanan darah rendah, dan lain-lain. Sepsis adalah kondisi berbahaya yang harus segera diberikan tindakan medis.   

 

Anemia

Anemia adalah kelainan darah yang sering ditemukan. Anemia adalah kondisi ketika sel darah merah dalam tubuh rendah. Rendahnya sel darah merah, yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan pengidap merasa cepat lelah, lesu, susah konsentrasi, mudah sakit, dan lain-lain.

Jika anemia yang diidap cukup berat, maka gejala lebih serius seperti sesak napas, pusing, bahkan pingsan, dapat terjadi.  Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti perdarahan, kurang gizi dan vitamin, dan lainnya. Berikut ini beberapa jenis anemia:

 

  • Anemia Aplastik

Anemia aplastik disebabkan oleh produksi di sumsum tulang yang tidak adekuat. Kondisi ini dapat ditangani dengan transfusi, bahkan transplantasi sumsum tulang bila dibutuhkan. Pada umumnya, anemia aplastik disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi dan penyakit autoimun. 

 

  • Anemia Autoimun Hemolitik

Seperti namanya, kondisi ini disebabkan oleh imun tubuh yang menyerang diri sendiri. Pada kasus ini, sistem imun menghancurkan sel darah merah yang kemudian menyebabkan anemia. Penanganan untuk kondisi ini adalah konsumsi obat yang dapat menekan aktivitas imun pengidap, sehingga tidak terjadi penghancuran sel darah merah lebih lanjut. 

 

  • Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit disebabkan karena adanya produksi sel darah merah yang bentuknya tidak optimal. Bentuk sel darah merah yang seharusnya oval dengan cekungan, bersifat lentur dan licin, berubah menjadi bentuk sabit dengan sifat lengket dan kaku. Hal ini menyebabkan hambatan pada pembuluh darah. Kondisi ini pada umumnya diturunkan. 

 

Kanker Darah 

Kanker darah dapat menyerap berbagai komponen darah dan menyebabkan berbagai kondisi. Berikut adalah kelainan darah yang merupakan kanker darah, yaitu:

  • Leukemia

Leukemia adalah kanker darah yang menyebabkan sel darah putih memperbanyak diri secara pesat dan tidak normal. Hal ini terjadi di sumsum tulang, sehingga salah satu penanganannya selain radioterapi dan kemoterapi adalah transplantasi sumsum tulang. Leukemia adalah salah satu kanker darah yang paling sering ditemukan. 

 

  • Multiple Myeloma

Multiple Myeloma adalah kanker darah pada sel darah putih, khususnya sel plasma yang menyebabkan sel plasma berkembang biak secara tidak normal sehingga produksi sel darah sehat lain tertekan. Daripada memproduksi zat untuk sistem imun tubuh, sel plasma yang ganas ini memproduksi protein abnormal yang menyerang tubuh. 

  • Sindroma Mielodisplasik

Sindroma Mielodisplasik adalah sekumpulan kelainan yang disebabkan oleh pembentukan sel darah merah yang tidak optimal karena sumsum tulang yang rusak. Kondisi ini sering kali disebut praleukemia.

 

  • Limfoma

Limfoma adalah kanker pada sistem limfa, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sistem limfa terdiri dari beberapa komponen yaitu kelenjar limfa, organ limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang. Limfoma dapat mempengaruhi semua komponen tersebut. 

 

  • Polisitemia Vera

Kanker pada sumsum tulang ini menyerah sel darah merah dan memiliki progresivitas yang cukup lambat. Berlebihnya sel darah merah menyebabkan darah menjadi kental dan kemudian melambatkan aliran darah. Komplikasi dari keadaan ini adalah terdapatnya gumpalan darah sehingga dapat menyebabkan serangan stroke dan serangan jantung. Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa. 

 

Gangguan Perdarahan

Berikut adalah kondisi yang menyebabkan perdarahan abnormal, susah berhenti, atau berlebihan:

  • Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

ITP adalah kelainan autoimun yang dapat menyebabkan perdarahan yang memanjang dan memar-memar berlebihan. Perdarahan tersebut disebabkan karena adanya kekurangan trombosit, sel darah yang membantu pembekuan darah.

Bentuk memar khas pada ITP adalah memar yang kecil-kecil sehingga berbentuk menyerupai ruam. Khususnya pada anak, ITP muncul setelah infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Bila trombosit tidak terlalu rendah, penyakit ini tidak perlu diberikan penanganan. 

 

  • Trombositopenia

Keadaan ini ditandai dengan adanya kekurangan jumlah trombosit. Trombosit membantu pembekuan darah, sehingga bila ada kekurangan trombosit, perdarahan dapat memanjang. Kondisi ini sering disebabkan oleh kelainan lain seperti leukemia atau autoimun. Kehebatan dan penanganan trombositopenia bergantung pada jumlah trombosit pada tubuh. 

 

  • Hemofilia

Keadaan ini cukup jarang ditemui, ketika darah tidak membeku secara normal dan mudah berdarah karena adanya kekurangan protein yang membantu pembekuan darah. Perdarahan yang sulit berhenti dapat terjadi secara eksternal atau internal.

Pada umumnya, perdarahan internal, seperti pada persendian, menjadi masalah utama bagi penderita hemofilia. Hemofilia adalah kelainan yang diturunkan atau genetik. Penanganan dapat dilakukan dengan penambahan faktor pembekuan secara rutin. 

 

  • Von Willebrand

Kelainan ini menyebabkan darah tidak membeku dengan baik. Kelainan ini adalah kelainan bawaan yang diturunkan dari salah satu orang tua, namun gejala biasanya tidak muncul sampai beberapa tahun. Protein yang membantu pembekuan darah mengalami kerusakan pada kondisi ini. 

 

Pengentalan Darah (Hiperkoagulasi)

Kelainan darah juga menyebabkan pengentalan darah yang kemudian dapat menjadi gumpalan bila tidak ditangani. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kondisi lain seperti faktor keturunan, kanker, kehamilan, diabetes, dan lainnya. Penanganan yang biasa diberikan untuk kelainan ini adalah pemberian obat-obatan untuk mengencerkan darah. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kelainan darah adalah gangguan kesehatan yang dapat membahayakan tubuhmu. Jadi, sebaiknya pastikan selalu memeriksakan kesehatan ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili di sini.