• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kesuburan

Kesuburan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kesuburan

Pengertian Kesuburan

Kesuburan adalah kemampuan suatu pasangan untuk mendapatkan kehamilan. Tingkat kesuburan seseorang paling sering dipertimbangkan saat pasangan memiliki kesulitan atau ketidakmampuan untuk bereproduksi secara alami, atau disebut juga ketidaksuburan. Disebutkan jika sekitar 11 persen pasangan mengalami kemandulan setelah satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa penggunaan alat kontrasepsi.

Di sisi lain, seseorang yang tingkat kesuburannya normal mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Pada wanita dengan usia di bawah 40 tahun, 8 dari 10 pasangan dapat mengalami kehamilan dalam waktu satu tahun dengan hubungan seks secara teratur. Selain itu, 9 dari 10 pasangan dapat hamil dalam jangka waktu 2 tahun. Tentu semua itu dilakukan tanpa alat kontrasepsi dan secara teratur, artinya melakukannya setiap 2–3 hari.

Baca juga: Belum Punya Anak, Periksa Kesuburan dengan Cara Ini


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kesuburan

Seseorang yang mengalami masalah terkait kesuburan dapat dipengaruhi banyak hal, seperti faktor gizi, perilaku seksual, budaya, gaya hidup, hingga emosi. Beberapa faktor ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

1. Usia

Faktor usia pada pria dan wanita dapat memengaruhi tingkat kesuburannya. Pada wanita, jumlah sel telur yang dimiliki saat dilahirkan akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Saat usia masih muda, penurunan jumlah sel telur masih terukur sehingga kehamilan lebih mudah untuk terjadi. Jika sudah memasuki akhir usia 30-an, penurunannya terjadi secara signifikan. Selain jumlah sel telur, kualitasnya juga terus menurun dengan bertambahnya usia.

Selain menurunkan jumlah dan kualitas sel telur pada wanita dengan usia yang lebih tua, risiko untuk mengalami keguguran juga terbilang lebih tinggi. Jika kamu sudah berusia di atas 30 dan ingin mendapatkan kehamilan yang efektif, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter untuk mewujudkannya. Sedangkan pada pria yang lebih tua, tingkat kesuburannya memang menurun, tetapi tidak sedrastis wanita.

2. Kondisi Medis

Beberapa wanita mungkin saja memiliki kondisi medis yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Hal ini mungkin tidak diketahui oleh pasangan hingga memeriksakan kesehatannya. Beberapa kondisi yang dapat terjadi, antara lain penyakit tiroid dan defisiensi vitamin D dengan gangguan yang lebih spesifik, seperti sindrom ovarium polikistik dan endometriosis.

Beberapa gangguan lainnya mungkin saja tidak berhubungan langsung dengan gangguan terhadap sistem reproduksi, tetapi dapat menurunkan tingkat keberhasilan dari kehamilan. Penyakit kronis serta pengobatannya dapat memengaruhi tingkat kesuburan yang sama pada pria dan wanita. Beberapa penyakit tersebut adalah diabetes, hipotiroidisme, penyakit periodontal, hingga penyakit celiac.

3. Obesitas

Wanita yang memiliki berat badan berlebih dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur sehingga memengaruhi produksi dari sel telur. Maka dari itu, penurunan berat badan dapat mengembalikan siklus menstruasi sehingga peluang hamil lebih tinggi. Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan masalah saat hamil serta persalinan. Sedangkan pada pria yang mengalami kelebihan berat badan, sperma yang dihasilkan mungkin kurang optimal sehingga bisa mengurangi tingkat kesuburan. 

4. Gaya Hidup

Seseorang yang merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, hingga menggunakan obat-obatan terlarang dapat menurunkan kesuburan. Semua hal tersebut dapat terjadi pada pria maupun wanita. Selain yang telah disebutkan, beberapa gaya hidup tidak sehat lainnya juga dapat menurunkan tingkat kesuburan, antara lain kurang tidur, alami stres, dan pola makan yang tidak sehat.

Baca juga: Inilah 10 Faktor Kesuburan Pada Wanita


Tes Kesuburan

Jika kamu dan pasangan ingin tahu lebih jauh terkait tingkat kesuburan masing-masing, ada baiknya langsung memeriksakan diri ke ginekolog untuk wanita dan ahli andrologi pada pria. Hal ini juga kerap dilakukan sebagai syarat pra-nikah, terutama pada pasangan yang memang ingin segera memiliki anak. Berikut ini beberapa pemeriksaan kesuburan yang dapat dilakukan:

  • Histerosalpingografi: Metode rontgen yang digunakan untuk mengevaluasi rahim dan saluran tuba falopi.
  • Tes darah: Hal ini berguna untuk mengukur kadar hormon yang berhubungan dengan kesuburan.
  • Analisis air mani.


Penanganan Kesuburan

Penanganan atau pengobatan terkait tingkat kesuburan dilakukan dengan beberapa perawatan sederhana jika masih bisa. Setelah itu, rujukan langsung ke spesialis kesuburan juga dapat dilakukan jika benar-benar diperlukan. Berikut ini beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidaksuburan yang terjadi:

  • Assisted reproductive technologies (ART), seperti in vitro fertilization (IVF), zygote intrafallopian transfer (ZIFT), dan gamete intrafallopian transfer (GIFT).
  • Pemberian obat kesuburan secara suntik atau oral.
  • Inseminasi.

Selain itu, penanganan ini juga dapat dilakukan dengan bantuan reproduksi dari pihak ketiga, seperti pemberian donor sel telur atau sperma guna mendapatkan kehamilan. Pengobatan untuk mengatasi kondisi medis yang menjadi penyebabnya juga efektif untuk mengembalikan kesuburan. Kamu juga dapat menurunkan berat badan dan melakukan gaya hidup sehat.

Baca juga: Awas, 6 Faktor Ini Bisa Menurunkan Kesuburan Wanita


Kapan Harus ke Dokter?

Penanganan dokter diperlukan jika dirasa beberapa tahun terakhir sudah melakukan aktivitas seksual secara rutin dan melakukan gaya hidup sehat, tetapi kehamilan masih belum terjadi. Nah, apabila kamu dan pasangan ingin berdiskusi lebih jauh terkait segala hal yang berhubungan dengan kesuburan, dokter dari Halodoc siap membantu. Selain itu, pemesanan untuk tes kesuburan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Download aplikasinya sekarang juga!


Referensi:
Very Well. Diakses pada 2021. What Is Fertility?
Fertility Network UK. Diakses pada 2021. Factors Affecting Fertility.
Tommys. Diakses pada 2021. Fertility and causes of infertility.
Wikipedia. Diakses pada 2021. Fertility.