• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kesuburan

Kesuburan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kesuburan

Kesuburan adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan kehamilan. Tingkat kesuburan seseorang perlu diperiksa saat pasangan memiliki kesulitan atau ketidakmampuan untuk bereproduksi secara alami, atau mengalami ketidaksuburan. 

Kesuburan bukan hanya masalah kesehatan wanita, melainkan juga pria. Orang-orang dari semua jenis kelamin dapat mengalami infertilitas, dan setiap orang dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesuburan mereka.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kesuburan

Seseorang yang mengalami masalah terkait kesuburan dapat dipengaruhi banyak hal, seperti faktor gizi, perilaku seksual, budaya, gaya hidup, hingga emosi. 

Beberapa faktor ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

  • Usia

Faktor usia pada pria dan wanita dapat memengaruhi tingkat kesuburannya. Pada wanita, jumlah sel telur yang dimiliki saat dilahirkan akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Saat usia masih muda, penurunan jumlah sel telur masih terukur sehingga kehamilan lebih mudah untuk terjadi. 

Jika sudah memasuki akhir usia 30-an, penurunannya terjadi secara signifikan. Selain jumlah sel telur, kualitasnya juga terus menurun dengan bertambahnya usia.

Selain menurunkan jumlah dan kualitas sel telur pada wanita dengan usia yang lebih tua, risiko untuk mengalami keguguran juga terbilang lebih tinggi. 

Jika kamu sudah berusia di atas 30 dan ingin mendapatkan kehamilan yang efektif, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter untuk mewujudkannya. Sedangkan pada pria yang lebih tua, tingkat kesuburannya memang menurun, tetapi tidak sedrastis wanita.

  • Kondisi Medis

Beberapa wanita mungkin saja memiliki kondisi medis yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Hal ini mungkin tidak diketahui oleh pasangan hingga memeriksakan kesehatannya. 

Beberapa kondisi yang dapat terjadi, antara lain penyakit tiroid dan defisiensi vitamin D dengan gangguan yang lebih spesifik, seperti sindrom ovarium polikistik dan endometriosis.

Beberapa gangguan lainnya mungkin saja tidak berhubungan langsung dengan gangguan terhadap sistem reproduksi, tetapi dapat menurunkan tingkat keberhasilan dari kehamilan. 

Penyakit kronis serta pengobatannya dapat memengaruhi tingkat kesuburan yang sama pada pria dan wanita. Beberapa penyakit tersebut adalah diabetes, hipotiroidisme, penyakit periodontal, hingga penyakit celiac.

  • Obesitas

Wanita yang memiliki berat badan berlebih dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur sehingga memengaruhi produksi dari sel telur. Maka dari itu, penurunan berat badan dapat mengembalikan siklus menstruasi sehingga peluang hamil lebih tinggi. 

Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan masalah saat hamil serta persalinan. Sedangkan pada pria yang mengalami kelebihan berat badan, sperma yang dihasilkan mungkin kurang optimal sehingga bisa mengurangi tingkat kesuburan. 

  • Gaya Hidup

Seseorang yang merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, hingga menggunakan obat-obatan terlarang dapat menurunkan kesuburan. Semua hal tersebut dapat terjadi pada pria maupun wanita. 

Selain yang telah disebutkan, beberapa gaya hidup tidak sehat lainnya juga dapat menurunkan tingkat kesuburan, antara lain kurang tidur, alami stres, dan pola makan yang tidak sehat.

  • Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat mengurangi kesuburan, termasuk:

  • Obat alergi, yang dapat mengeringkan lendir serviks.
  • Antidepresan, yang dapat menyebabkan masalah kesuburan bagi pria.
  • Jenis pengobatan kanker tertentu (terapi radiasi di dekat organ reproduksi).
  • Ketidakseimbangan Hormon dan Masalah Sistem Reproduksi

Ketidakseimbangan hormon dapat menurunkan kesuburan atau bahkan menyebabkan kemandulan. Misalnya, endometriosis, sindrom ovarium polikistik, dan kegagalan ovarium prematur (juga dikenal sebagai insufisiensi ovarium primer) dapat menyebabkan infertilitas wanita. 

Pada pria, kadar hormon testosteron yang terlalu rendah dapat menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan. Penyebab paling umum dari infertilitas pria adalah azoospermia (tidak ada sel sperma yang diproduksi) dan oligospermia (hanya sedikit sel sperma yang diproduksi). 

Terkadang, sel sperma berubah bentuk atau mati sebelum mencapai sel telur. Dalam kasus yang jarang terjadi, infertilitas pada pria disebabkan oleh penyakit genetik seperti cystic fibrosis atau kelainan kromosom.

Masalah dengan ovarium, saluran tuba, atau rahim dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada wanita. Masalah dengan testis, vas deferens, kelenjar prostat, atau vesikula seminalis dapat menyebabkan infertilitas pada pria.

Penyumbatan atau kelainan mungkin ada sejak lahir (kelainan kongenital), akibat cedera atau prosedur medis, atau terjadi setelah penyakit atau infeksi. Paling umum, penyumbatan disebabkan oleh adhesi (jaringan parut).

Jenis Tes Kesuburan

Jika kamu dan pasangan ingin tahu lebih jauh terkait tingkat kesuburan masing-masing, ada baiknya langsung memeriksakan diri ke ginekolog untuk wanita dan ahli andrologi pada pria. 

Hal ini juga kerap dilakukan sebagai syarat pra-nikah, terutama pada pasangan yang memang ingin segera memiliki anak. Berikut ini beberapa pemeriksaan kesuburan yang dapat dilakukan:

  • Histerosalpingografi, yaitu pemeriksaan rontgen yang digunakan untuk mengevaluasi rahim dan saluran tuba falopi.
  • Tes darah, yang berguna untuk mengukur kadar hormon yang berhubungan dengan kesuburan.
  • Analisis air mani.

Penanganan Masalah Kesuburan

Penanganan atau pengobatan terkait tingkat kesuburan dilakukan dengan beberapa perawatan sederhana jika masih bisa. Setelah itu, rujukan langsung ke spesialis kesuburan juga dapat dilakukan jika benar-benar diperlukan. 

Berikut ini beberapa prosedur yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kesuburan yang terjadi:

  • Teknologi Reproduksi Terbantu. Seperti fertilisasi in vitro (IVF), gamet intrafallopian transfer (GIFT), zygote intrafallopian transfer (ZIFT)
  • Obat Kesuburan Suntik. Seperti terapi hormon gonadotropin.
  • Inseminasi. Seperti inseminasi intracervical (ICI), inseminasi intra uterus (IUI) , inseminasi intratubal (ITU), inseminasi intravaginal (IVI).
  • Obat Kesuburan Oral. Seperti anastrozole, clomiphene, dan letrozole.

Selain itu, penanganan ini juga dapat dilakukan dengan bantuan reproduksi dari pihak ketiga, seperti pemberian donor sel telur atau sperma guna mendapatkan kehamilan. 

Pengobatan untuk mengatasi kondisi medis yang menjadi penyebabnya juga efektif untuk mengembalikan kesuburan. Kamu juga dapat menurunkan berat badan dan melakukan gaya hidup sehat.

Cara Meningkatkan Kesuburan

Meski beberapa penyebab infertilitas tidak dapat diatasi tanpa pengobatan, kamu dapat meningkatkan kesuburan dan peluang hamil dengan cara:

  • Hindari Douching

Douching atau membersihkan vagina dengan cairan yang mengandung berbagai bahan kimia harus dihindari. Ini dapat membersihkan lendir serviks yang dibutuhkan untuk hamil. Ini juga dapat menghilangkan bakteri baik, yang menyebabkan peningkatan risiko infeksi vagina. 

  • Jangan Asal Pilih Pelumas

Pelumas sering digunakan untuk membantu memperlancar penetrasi saat berhubungan intim. Namun, memilih pelumas yang salah justru bisa berdampak pada kesehatan reproduksi dan kesuburan. Pilihlah pelumas yang tidak mengganggu sperma, seperti minyak mineral, dan minyak canola.

  • Tingkatkan Kesehatan secara Keseluruhan

Gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan kesuburan, atau setidaknya menurunkan risiko infertilitas. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesuburan adalah:

  • Makan makanan yang sehat, dengan banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, dan protein.
  • Berolahraga rutin, tapi tidak berlebihan.
  • Cukup tidur di malam hari.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Berlatih teknik relaksasi untuk meredakan stres.
  • Mengonsumsi suplemen asam folat.

Kapan Harus ke Dokter?

Penanganan dokter diperlukan jika dirasa beberapa tahun terakhir sudah melakukan aktivitas seksual secara rutin dan melakukan gaya hidup sehat, tetapi kehamilan masih belum terjadi. 

Kamu dan pasangan bisa menjalani tes kesuburan dan mengobati masalah yang terkait, jika ada. Bila ada obat yang diresepkan dokter, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2022. What Is Fertility?
Fertility Network UK. Diakses pada 2022. Factors Affecting Fertility.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2022. What Is Fertility?
WebMD. Diakses pada 2022. Understanding Ovulation & Fertility: Facts to Help You Get Pregnant.
On Health. Diakses pada 2022. Fertility Options: Types, Treatments, and Costs.

Diperbarui pada 14 Juni 2022