Kista Ovarium

Pengertian Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terletak di ovarium atau di permukaan ovarium. Perempuan memiliki dua ovarium atau indung telur yang masing-masing berukuran dan berbentuk seperti kacang almond yang terletak pada sisi kiri dan kanan uterus. Ovum atau telur berkembang dan menjadi matang di ovarium yang dilepaskan setiap bulan pada ovulasi.

 

Gejala Kista Ovarium

Kista ovarium seringkali tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya. Meskipun begitu, kista ovarium yang besar dapat menyebabkan nyeri perut bawah atau panggul (pelvik) yang dapat menyebar ke punggung bawah belakang, rasa penuh atau berat, konstipasi, mulas, nyeri saat berhubungan intim, mual, muntah dan rasa kembung.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kista Ovarium

Terdapat banyak penyebab kista ovarium yang kebanyakan tidak bersifat ganas. Berdasarkan penyebabnya, kista ovarium dibagi menjadi dua, yaitu kista ovarium fungsional dan kista ovarium non-fungsional. Kista ovarium fungsional, yaitu kista folikuler dan kista korpus luteum yang merupakan hasil dari pertumbuhan normal dan tidak berbahaya. Kista non-fungsional, contohnya kista dermoid, kistadenoma, dan endometrioma.

Kista dermoid, juga dikenal sebagai teratoma disebabkan oleh perkembangan abnormal dari sel-sel embrionik sehingga di dalam kista dapat ditemukan jaringan rambut, kulit, dan gigi. Kista ini jarang bersifat ganas. Kistadenoma berkembang pada permukaan ovarium dan berisi materi cair atau mukus.

Endometrioma adalah kondisi di mana sel-sel yang melapisi dinding dalam rahim tumbuh diluar rahim, biasanya di ovarium. Pada saat menstruasi, sel-sel ini membentuk kista berisi darah dengan isi jaringan endometrioma berwarna merah kecoklatan yang menyebabkan endometrioma sering dikenal sebagai kista coklat.

Kista non-fungsional lain yang umum adalah sindrom ovarium polikistik di mana terdapat adanya banyak kista kecil. Sindrom ovarium polikistik disebabkan oleh berbagai macam problem hormonal yang merupakan penyebab tersering kemandulan bagi perempuan.

 

Diagnosis Kista Ovarium

Selain wawancara dan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan pelvis, beberapa pemeriksaan penunjang dan tindakan diagnostik juga perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis, di antaranya:

  • Tes kehamilan: positif pada kista korpus luteum
  • USG pelvik: untuk menentukan lokasi, ukuran, dan isi kista
  • Laparoskopi: merupakan tindakan diagnosis dan terapeutik
  • Tes darah untuk penanda tumor CA 125: meningkat pada kanker ovarium

 

Penanganan Kista Ovarium

Penanganan tergantung dari usia, tipe dan ukuran dari kista, dan juga gejala yang ditimbulkan. Penanganan yang mungkin disarankan, yaitu:

  • Observasi
  • Obat-obatan seperti kontrasepsi hormonal
  • Tindakan operasi: operasi dapat dilakukan tanpa mengambil ovarium (kistektomi), tetapi pada beberapa kasus, ovarium harus diangkat (ooforektomi). Jika massa kistik yang ada ternyata bersifat ganas maka pengangkatan rahim dan ovarium beserta tuba falopi (histerektomi total) mungkin harus dilakukan.

 

Pencegahan Kista Ovarium

Tidak ada cara penanganan efektif yang diketahui sampai saat ini.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter.