Kolera

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kolera

Kolera adalah penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholera serogrup 01 atau 0139 dalam usus halus. Kolera bertanggung jawab terhadap 2,9 juta kasus dan 95.000 kematian per tahun di seluruh dunia.

Gejala Kolera

Infeksi kolera seringkali menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali, tetapi terkadang dapat menimbulkan gejala berat. Kurang lebih 1 dari 10 orang yang terinfeksi akan mengalami gejala berat yang ditandai dengan diare cair, muntah, dan kram tungkai. Pada 10 persen pasien tersebut, hilangnya cairan tubuh yang cepat dapat menyebabkan dehidrasi berat yang berujung pada syok hipovolemik (kegagalan organ-organ tubuh karena kurangnya volume cairan dalam tubuh). Jika tanpa penanganan maka kematian bisa terjadi dalam hitungan jam. Dari pertama kali tubuh terinfeksi, butuh waktu dari hitungan jam sampai 5 hari untuk menunjukkan gejala, dengan rata-rata onset gejala 2—3 hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Kolera

Seseorang dapat terinfeksi kolera dengan mengonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri kolera. Pada kondisi epidemik, sumber kontaminasi seringkali adalah feses dari orang yang sedang terinfeksi dan terbawa ke makanan dan minuman sehingga dapat menyebar ke orang banyak. Penyakit ini umumnya tidak dapat tersebar dari orang ke orang, sehingga kontak fisik dengan pengidap bukan merupakan risiko terinfeksi kolera. Faktor risiko terjangkitnya kolera, antara lain sanitasi yang buruk dan kelompok ekonomi sosial menengah ke bawah.

Diagnosis Kolera

Baku emas untuk mendiagnosis kolera, yaitu dengan kultur feses untuk mengetahui dengan pasti bakteri penyebab diare adalah Vibrio cholerae. Pada daerah dengan fasilitas laboratorium yang terbatas, penggunaan Crystal VC dipstick rapid test sebagai alternatif.

Penanganan Kolera

Penanganan kolera mencakup penggantian cairan sesegera mungkin dibarengi dengan penggantian elektrolit. Penanganan dengan diberikan solusi rehidrasi oral (ORS), yaitu campuran gula dan garam yang dilarutkan dalam 1 liter air dan diberikan dengan jumlah yang banyak tergantung tingkat keparahan dehidrasi. ORS tersedia dalam bentuk kemasan. Pada kasus yang berat, diperlukan penggantian cairan dan elektrolit melalui vena (infus). Dengan penanganan rehidrasi yang tepat, tercatat kematian karena kolera mencapai angka lebih rendah dari 1 persen.

Pencegahan Kolera

Risiko terkena kolera cukup rendah jika hal-hal berikut ini diperhatikan:

  1. Konsumsi minuman hanya dari air kemasan yang telah diproses secara kimiawi.
  2. Cuci tangan dengan sabun.
  3. Jika tidak tersedia sabun, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  4. Gunakan air kemasan atau air yang telah dimasak untuk mencuci peralatan makan.
  5. Konsumsi makanan kemasan atau yang baru dimasak dan dihidangkan masih panas.
  6. Hindari makan makanan mentah atau setengah matang.
  7. Buang feses dengan cara yang tepat untuk menghindari kontaminasi sumber air dan sumber makanan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.