
DAFTAR ISI
- Apa Itu Lisinopril?
- Merek Dagang Lisinopril
- Studi Terkait Lisinopril
- Peringatan Sebelum Menggunakan Lisinopril
- Dosis Lisinopril
- Efek Samping Lisinopril
- Interaksi Lisinopril
- Kontraindikasi Lisinopril
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Lisinopril?
Lisinopril adalah obat golongan ACE inhibitor (Angiotensin-Converting Enzyme inhibitor) untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim ACE yang berperan dalam pembentukan angiotensin II, senyawa yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Dengan menghambat enzim ini, lisinopril membantu melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi beban kerja jantung.
- Golongan: Obat keras.
- Kategori: ACE inhibitor.
- Manfaat: Menurunkan tekanan darah tinggi dan mengobati gagal jantung.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak dengan usia >6 tahun.
- Lisinopril untuk ibu hamil: Terdapat bukti bahwa obat ini berisiko terhadap janin, jangan gunakan obat tanpa pengawasan dokter.
- Lisinopril untuk ibu menyusui: Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.
- Bentuk obat: Tablet.
Ketahui lebih lanjut, Ini Macam-Macam Jenis Hipertensi yang Perlu Diketahui.
Merek Dagang Lisinopril
Lisinopril tersedia dalam beberapa merek dagang dan dosis yang berbeda-beda:
- Lisinopril 5 mg 10 Tablet. Diindikasikan untuk pasien hipertensi esensial, hipertensi renovaskuler, gagal jantung kongestif, dan infark miokard.
- Lisinopril 10 mg 10 Tablet. Digunakan untuk mengobati hipertensi, gagal jantung, serta membantu pemulihan setelah serangan jantung dengan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular.
- Inhitril 10 mg 10 Tablet. Digunakan untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan hipertensi hingga terapi tambahan untuk gagal jantung kongestif.
- Interpril 5 mg 10 Tablet. Membantu mengatasi hipertensi karena berperan sebagai obat anti hipertensi.
- Noperten 10 mg 6 Tablet. Merupakan obat antihipertensi yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah.
Studi Terkait Lisinopril
Sebuah studi diterbitkan pada StatPearls yang membahas terkait informasi cara kerja kandungan lisinopril, hasil penelitian menunjukkan:
- Lisinopril menghambat enzim ACE, sehingga mengurangi zat yang menyempitkan pembuluh darah.
- Efeknya menurunkan tekanan darah dan membantu ginjal membuang natrium, sekaligus menahan kalium sedikit lebih banyak.
- Tidak menempel pada protein darah, sehingga penyebarannya terbatas pada beberapa pasien.
- Perlu diingat, ACE inhibitor seperti lisinopril dapat menyebabkan pembengkakan mendadak (angioedema) pada sebagian orang.
Peringatan Sebelum Menggunakan Lisinopril
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan lisinopril di antaranya:
- Lisinopril tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau yang berencana hamil, karena dapat membahayakan janin.
- Lisinopril juga tidak dianjurkan untuk ibu menyusui.
- Informasikan kepada dokter jika memiliki kondisi medis tertentu.
Usia muda juga bisa terkena hipertensi, Ini 9 Penyebab Hipertensi di Usia 20-an.
Dosis Lisinopril
Dosis lisinopril bervariasi tergantung pada kondisi yang diobati dan respons pasien terhadap obat. Dosis awal yang umum adalah 5-10 mg per hari, yang dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan. Lisinopril biasanya diminum sekali sehari.
Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan membaca petunjuk penggunaan obat dengan seksama. Lisinopril dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jika lupa minum obat, segera minum begitu ingat, kecuali jika sudah mendekati waktu minum berikutnya.
Efek Samping Lisinopril
Seperti obat-obatan lain, lisinopril dapat menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum meliputi:
- Batuk kering.
- Pusing atau sakit kepala.
- Kelelahan.
- Hipotensi (tekanan darah rendah).
- Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
Efek samping yang lebih serius namun jarang terjadi meliputi:
- Angioedema (pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan).
- Gangguan ginjal.
- Reaksi alergi yang parah.
Jika mengalami efek samping yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter.
Jangan sembarangan, Ini 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi.
Interaksi Lisinopril
Lisinopril dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, yang dapat memengaruhi efektivitas obat atau meningkatkan risiko efek samping. Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan lisinopril meliputi:
- Diuretik (obat penurun tekanan darah).
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan naproxen.
- Suplemen kalium.
- Lithium.
Beri tahu dokter tentang semua obat-obatan, suplemen, dan produk herbal yang sedang dikonsumsi sebelum memulai pengobatan dengan lisinopril.
Kontraindikasi Lisinopril
Lisinopril tidak dianjurkan digunakan pada beberapa kondisi berikut ini:
- Alergi terhadap Lisinopril atau obat golongan ACE inhibitor lainnya.
- Kehamilan.
- Masalah ginjal serius.
- Hiperkalemia berat.
- Riwayat angioedema.
Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang lisinopril atau kondisi kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!



