
DAFTAR ISI
- Mifepristone Obat Apa?
- Perhatian Penggunaan Mifepristone
- Manfaat Mifepristone
- Dosis dan Aturan Pakai Mifepristone
- Cara Menggunakan Mifepristone dengan Benar
- Efek Samping Mifepristone
- Interaksi Mifepristone
- Kontraindikasi Mifepristone
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Mifepristone Obat Apa?
Mifepristone adalah obat yang dikenal sebagai antiprogestin, digunakan terutama untuk mengakhiri kehamilan pada trimester pertama. Obat ini bekerja dengan memblokir hormon progesteron yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Sebagai hasilnya, lapisan rahim menipis dan kehamilan dihentikan.
Biasanya, mifepristone dikombinasikan dengan misoprostol untuk membantu mengeluarkan isi rahim, dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 97 persen di kehamilan hingga 9 minggu.
Selain itu, obat ini juga digunakan dalam pengobatan sindrom Cushing sebuah kondisi ketika tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebih. Dalam kasus ini, mifepristone dapat membantu mengendalikan hiperglikemia (gula darah tinggi) akibat hiperkortisolisme.
- Kategori: Antiprogestin.
- Golongan: Obat keras.
- Digunakan oleh: Dewasa.
- Mifepristone untuk ibu hamil: Tidak boleh digunakan oleh ibu hamil kecuali untuk tujuan medis yang memang diresepkan, seperti penghentian kehamilan di bawah pengawasan dokter.
- Mifepristone untuk ibu menyusui: Obat ini dapat masuk ke dalam ASI, sehingga berpotensi memengaruhi bayi.
- Bentuk obat: Tablet.
Perhatian Penggunaan Mifepristone
Penggunaan mifepristone memerlukan perhatian khusus karena termasuk obat keras yang bekerja langsung pada sistem hormon tubuh. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter karena memengaruhi hormon progesteron.
- Informasikan pada dokter jika memiliki riwayat penyakit hati, gangguan perdarahan, kelainan pembekuan darah, anemia berat, atau alergi obat.
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat tertentu (misalnya kortikosteroid jangka panjang, antikoagulan) tanpa persetujuan dokter.
- Lakukan pemantauan kondisi sebelum, selama, dan sesudah terapi untuk mencegah komplikasi.
- Jangan digunakan untuk tujuan selain indikasi medis yang telah disetujui.
Manfaat Mifepristone
Obat ini umumnya digunakan di bawah pengawasan ketat dokter, terutama dalam penanganan kondisi tertentu pada kehamilan maupun gangguan hormonal. Berikut ini manfaat dari obat ini:
1. Menghentikan kehamilan pada tahap awal
Mifepristone, jika digunakan bersama misoprostol, efektif menghentikan kehamilan hingga usia 10 minggu. Obat ini bekerja dengan memblokir hormon progesteron yang penting untuk mempertahankan kehamilan.
2. Menangani keguguran tidak lengkap (incomplete abortion)
Pada kasus keguguran yang tidak tuntas, mifepristone dapat membantu mengeluarkan sisa jaringan dari rahim sehingga mengurangi risiko infeksi dan perdarahan.
Baca juga: Penting Dilakukan, Ini 3 Tes di Kehamilan Trimester Kedua.
3. Mengobati sindrom cushing
Pada pasien dengan sindrom Cushing akibat kelebihan hormon kortisol, mifepristone dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan memperbaiki gejala, terutama pada penderita diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
PERHATIAN!
Obat ini tidak boleh digunakan secara bebas dan hanya bisa diberikan di bawah pengawasan dokter. Penting untuk mengikuti instruksi dan pemantauan dari dokter karena efeknya cukup signifikan terhadap sistem hormon tubuh.
Dosis dan Aturan Pakai Mifepristone
Berikut penjelasan dosis dan aturan pakai mifepristone:
Dosis umum:
- Mifepristone: 200 mg diminum secara oral sekali saja.
- Diikuti oleh Misoprostol: 800 mcg (4 tablet 200 mcg) diberikan secara bukal, sublingual, atau vaginal 48–72 jam setelah mifepristone.
Aturan pakai:
- Konsumsi mifepristone sesuai anjuran dokter, tidak melebihi atau mengurangi dosis.
- Misoprostol digunakan sesuai jadwal setelah mifepristone untuk memastikan efektivitas.
- Proses penggunaan harus berada di bawah pengawasan dokter.
- Jangan menggunakan obat ini jika usia kehamilan sudah melewati batas yang dianjurkan (umumnya 63 hari sejak hari pertama haid terakhir).
- Segera hubungi dokter jika mengalami pendarahan hebat, nyeri luar biasa, atau gejala tidak biasa lainnya.
Hati-hati dan perlu Ketahui Risiko Kehamilan di Usia 30 Tahun ke Atas.
Cara Menggunakan Mifepristone dengan Benar
Berikut cara menggunakan Mifepristone dengan benar agar terhindar dari potensi risiko efek samping:
- Pastikan evaluasi medis terlebih dahulu.
- Dosis awal pastikan gunakan sesuai anjuran dokter.
- Pantau gejala dan segera hubungi dokter spesialis kandungan saat menggunakan dan sebelum menggunakan obat.
Efek Samping Mifepristone
Obat dapat menimbulkan efek samping yang bervariasi pada tiap individu, seperti:
- Perdarahan vaginal.
- Kram atau nyeri perut.
- Mual dan muntah.
- Diare.
- Sakit kepala.
- Pusing.
Interaksi Mifepristone
Mifepristone dapat berinteraksi dengan obat-obatan atau suplemen tertentu yang memengaruhi cara tubuh memproses obat ini.
- Obat yang mempengaruhi enzim.
- Obat pengencer darah.
- Kortikosteroid jangka panjang.
- Obat anti kejang.
- Obat lain yang mempengaruhi fungsi hati.
Kontraindikasi Mifepristone
Obat ini sebaiknya dihindari bila memiliki kondisi:
- Kehamilan ektopik.
- Gangguan pendarahan atau penggunaan antikoagulan.
- Alergi terhadap mifepristone atau misoprostol.
- Gangguan hati atau ginjal berat.
- Penggunaan jangka panjang kortikosteroid sistemik.
Ibu harus tahu, Ini 2 Ciri-Ciri Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai.
Karena penggunaannya memiliki risiko dan memerlukan pemantauan, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan sebelum memutuskan menggunakannya.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.



