Pellagra

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pellagra

Pellagra adalah penyakit yang disebabkan oleh rendahnya kadar niasin, atau yang juga dikenal sebagai vitamin B-3 di dalam tubuh. Penyakit ini ditandai oleh demensia, diare, dan dermatitis, atau juga dikenal dengan sebutan "3 D". Jika tidak diobati, pellagra bisa berakibat fatal.

 

Gejala Pellagra

Gejala utama pellagra adalah berupa dermatitis, demensia, dan diare. Hal ini karena kekurangan niasin paling berdampak di bagian tubuh dengan tingkat pergantian sel yang tinggi, seperti kulit atau saluran pencernaan.

Dermatitis yang berhubungan dengan pellagra biasanya menyebabkan ruam pada wajah, bibir, dikenal juga dengan sebutan kalung Casal.

Selain itu, gejala pellagra yang mungkin dialami pengidap antara lain.

  • Kulit sensitif terhadap paparan sinar matahari. Bila terkena sinar matahari, maka kulit bisa melepuh.
  • Diare.
  • Lidah kelihatan lebih licin dan lebih merah dari biasanya.
  • Insomnia.
  • Tidak nafsu makan.
  • Sulit menelan.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan emosional.

 

Penyebab Pellagra

Berdasarkan penyebabnya, pellagra bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Pellagra primer, disebabkan karena kekurangan niasin atau triptofan dari makanan.
  • Pellagra sekunder, terjadi ketika kamu mendapatkan niasin yang cukup dari makanan, tapi ada yang menghambat proses penyerapan dan pengolahannya dalam tubuh. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini antara lain kecanduan alkohol kronis, diare berkepanjangan, sirosis hati, penyakit pada sistem pencernaan seperti ulcerative colitis, dan tumor karsinoid.

 

Diagnosis Pellagra

Diagnosis pellagra bisa dilakukan dengan cara mengambil sampel urine. Hal ini karena niasin yang dihasilkan akan dikeluarkan lewat urine dalam bentuk asam nikotinat, niasin oksida, serta metabolit seperti 2-pyridone dan 2-methyl nicotinamide. Dua metabolit tersebut bisa diperiksa untuk memastikan kurangnya niasin dalam tubuh.

Selain itu, kadar RBC dalam NAD/NADP juga bisa digunakan untuk memastikan diagnosis pellagra.  

 

Pengobatan Pellagra dan Efek Sampingnya

  • Pada pellagra yang akut, pengidap harus beristirahat total di tempat tidur. Menu makanan yang dikonsumsi pun harus bergizi lengkap, seperti, susu, sup sayuran, tomat, dan telur dadar atau rebus. Bubur yang menggunakan ragi juga dapat diberikan.
  • Bila pengidap mengalami diare, berikanlah oralit yang bisa dibuat sendiri atau dibeli dari apotek.
  • Bila masa akut sudah lewat, maka pengobatan utama yang bisa dilakukan adalah  melalui makanan. Menu makanan yang direkomendasikan untuk pengidap pellagra adalah susu minimal satu liter sehari, telur dan sayuran hijau. Pengidap juga dianjurkan untuk mengonsumsi daging yang tidak mengandung lemak, susu murni atau susu bubuk, keju, dan makanan yang mengandung ragi.

 

Pencegahan Pellagra

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari pellagra:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seperti daging, sayuran, telur, ikan, hati dan susu.
  • Memperbanyak asupan niasin juga perlu dilakukan ibu yang mengidap pellagra yang masih menyusui bayinya.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu mengalami gejala-gejala pellagra seperti di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.